Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Sebuah Pesan Ancaman


__ADS_3

Freya pun terkejut ketika melihat dilayar ponsel Daren ada sebuah pesan masuk dari


nomor asing tapi bukan itu yang membuatnya terkejut tapi isi dari pesan tersebut.


"Jika kamu tidak ingin mati, menjauhlah dari istriku. Jika kau melanggar nyawamu akan melayang, Itu pelajaran kecil untukmu." Itulah isi dari pesan tersebut.


Freya sungguh sangat terkejut melihat pesan tersebut dan memikirkan bagaimana cara mengatasi hal tersebut, sementara ditempat lain terlihat Daren menghampiri Emily disebuah restoran setelah sebelumnya mereka membuat janji untuk bertemu kembali.


Emily terlihat bahagia setelah Daren datang menghampirinya dan mendudukkan dirinya di hadapannya, sementara Daren melihat Emily dengan tatapan benci terlihat dari sorot di kedua bola matanya. Daren pun menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Emily dan bersandar di kursi tersebut.


"Katakan saja apa yang kau mau ?" Berbicara langsung ke intinya dan tanpa ada niat berbasa-basi. "Kamu hanya punya waktu lima


belas menit." Daren berbicara dengan ketusnya.


"Daren tolong jangan berkata sepertu itu" sambil terus memegangi lehernya. "Aku hanya ingin putus denganmu secara baik-baik."


"Hubungan kita sudah berakhir, kamu ingin aku punya kenangan yang indah denganmu ?"


"Apa kamu... masih ingat pertama kali kita bertemu ? kamu menyelamatkan ku waktu itu." mencoba mengingatkan kenangan mereka.


"Kamu membantuku mengobati luka ku pada hari itu, aku juga berkata bahwa aku tidak


ingin pergi ke rumah sakit. Bukan karena aku takut bertemu dokter, tapi karena.... aku tidak ingin orang lain tahu... apa yang terjadi padaku."


.


.


.


.


.


Di rumah Delano dia dan istri serta ibunya Lydia sedang bersantai di ruang tamu menikmati kebersamaan yang menenangkan namun sebuah panggilan masuk ke ponsel Delano. Dilihatnya nama yang tertera di layar ponselnya dan Freya adalah nama yang terlihat di sana.


"Halo." Jawab Delano.


"Kak Delano, ini Freya kak Daren meninggalkan teleponnya di rumah dan aku melihat beberapa pesan aneh." Terang Freya.


"Pesan apa ?" Delano penasaran dan khawatir karena mendengar napas Freya yang memburu ketika berbicara.


"Tampak seperti ancaman untuk kak Daren." Freya semakin khawatir dibuatnya.


"Freya dimana Daren sekarang ?"


"Kak Daren sudah keluar rumah tadi sore, aku rasa dia akan menemui seseorang tadi Freya sudah mengecek nama tempatnya, dan sekarang Freya dalam perjalanan menuju


ke sana." Langsung menutup telepon.


"Freya, freya, freya !"


Di dalam restoran Emily menunjukan lehernya yang sudah sedari tadi dia pegang dan sembunyikan kemudian tanpa di minta dirinya


menjelaskan bahwa luka dilehernya adalah perbuatan suaminya, suaminya datang ke

__ADS_1


hotel setelah kepergian Daren dan mencekik lehernya serta mencambuk Emily. Dia menceritakan penderitaannya kepada Daren dan berharap Daren akan luluh dengan perkataannya dan bukti yang di tunjukan olehnya.


"Setiap kali dia marah, dia akan melepaskan kemarahannya kepadaku." sambil terisak


dihadapan Daren.


"Aku bersimpati kepadamu. Tapi aku minta maaf, hubungan kita tidak bisa berlanjut.


Kamu sudah menikah, dan aku tidak ingin terlibat dalam masalah pernikahanmu." Menjawab dengan acuhnya.


Daren pun pergi meninggalkan Emily yang termenung dan masih tidak percaya akan jawaban Daren dirinya menolak akan reaksi yang Daren berikan kini Emily hanya terus saja menangis sambil menatap kepergian Daren yang semakin menjauh dari jangkauannya.


.


.


.


.


.


.


.


Freya sampai di depan restoran dengan menaiki taksi di tempat Daren berada. Freya


melihat mobil yang dikendarai Daren sedang berjalan keluar restoran.


"Apakah itu mobilnya" Tanya supir taksi.


"Iya pak."


Ketika taksi yang membawa Freya berusaha mendekati mobil Daren sebuah mobil datang dan menyalip taksi tersebut dan hampir saja menabraknya.


Daren yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang diikuti oleh dua mobil yaitu mobil


Freya dan satu lagi adalah mobil Alvon suami Emily. Mobil Alvon terus saja membunyikan klakson dan membuat Daren heran apa yang diinginkan orang dalam mobil tersebut.


Mobil Alvon terus memojokkan mobil Daren dan membuat supir taksi yang ditumpangi


Freya heran dan bertanya - tanya.


"Kenapa.dia mengemudi seperti itu ?" tanya supir taksi penasaran.


Freya tidak menjawab pertanyaan supir taksi karena Freya sangat khawatir dengan


keadaan Daren. Mobil Alvon pun sejajar dengan mobil Daren seketika itu Daren


penasaran dan membuka kaca mobilnya.


Freya langsung menghubungi Delano dan menyampaikan ada sesuatu yang terjadi pada


Daren.

__ADS_1


"Kak Delano, ada sesuatu yang terjadi pada kak Daren."


"Kirimkan aku lokasimu sekarang, jangan berbuat apa-apa mengerti ? kak Delano akan


segera ke sana."


"Baik." Freya pun matanya tampak berkaca-kaca menahan rasa ke khawatiran dalam dirinya berharap bahwa Daren akan baik-baik saja.


"Freya kenapa ?" Tanya Lydia yang tidak sengaja mendengar percakapan Delano.


"Mami ini bukan Freya tapi Daren, dia sedang dalam bahaya sekarang."


"Apa ?" Lydia pun sangat terkejut mendengarnya.


Daren membelokan mobilnya ke arah tepi laut "Apa yang akan kita lakukan selanjutnya ?" tanya supir taksi.


"Ikuti mereka." Pinta Freya


Ketika mobil Daren berbelok ke sebelah kanan ternyata mobil Alvon sudah berada di


depannya, sehingga Daren pun terpaksa memundurkan mobilnya dengan kecepatan


tinggi, Daren pun berhasil menghindarinya mobilnya segera berbelok ke sebelah


kiri dan terus menabrak semua benda yang ada di depannya.


Mobil Daren terjebak tatkala dia tidak menemukan jalan di depannya hanya ada laut


didepan mata Daren, ketika Daren akan memundurkan mobilnya mobil Alvon sudah


berada dibelakangnya.


"Tabrak mobil itu." Perintah Alvon


Dan mobil Alvon pun menabrak mobil Daren sehingga kepala Daren terbentur ke depan


setir dan membuat dia tidak sadarkan diri, tidak cukup membuat Daren tidak sadarkan diri, mobil Alvon mendorongnya hingga mobil Daren masuk kedalam laut.


Freya yang melihatnya langsung membelalakkan matanya membuatnya terkejut dengan tergesa-gesa Freya langsung keluar dari dalam mobil melihat kejadian yang sungguh tidak diharapkan olehnya.


Alvon pun langsung keluar dari dalam mobil ketika melihat mobil Daren sudah masuk kedalam air laut dan tersenyum penuh kemenangan, berharap air laut segera membunuh Daren yang dia yakini masih berada di dalam mobil.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa klik favorit, like dan komentarnya ya, dan jangan lupa juga vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku Sepupuku 😘😘🤗🤗💞💞


__ADS_2