Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Ingin Tetap Disini


__ADS_3

Lyda langsung mengedip-ngedipkan


matanya ke arah Daren seolah tengah mengejeknya karena dia juga mengatakan sesuatu tapi tidak mengeluarkan suara. “Saingan baru kamu ini loh.” Ucap Lydia dengan gerakan bibirnya.


Sementara Daren hanya mendelik kesal karenanya. “Udah tahu gak usah di panas-panasin.” Gerutunya di dalam hati.


Setelah menggoda anaknya kini pandangan Lydia kembali ke arah Freya. “Freya sekarang kamu tidak sendiri, kamu hamil sekarang dan bibi sangat khawatir. Jadi kamu tidak boleh capek jadi bibi


berniat membawa mu kembali ke rumah bersama bibi.”


Terlihat Lydia berusaha membujuk Freya dan itu membuat Daren senang. “Di sana bibi akan mengurus mu, jika kamu di sini bibi khawatir dengan janin yang ada di kandungan mu.”


Freya terlihat bingung dan memandang ke arah ibunya, karena jujur dia tidak ingin ikut dengan Lydia. “Tapi, bibi....” Freya


mengatakannya ragu dan penuh kehati-hatian takut malah menyinggung perasaan Lydia. “Aku sungguh ingin tetap tinggal di sini.”


Lydia pun merasa sedih mendengar penolakan halus dari Freya, dan bagaimana dengan Daren tentu saja dia lebih merasa sedih mendengarnya. “Aku butuh waktu untuk sendiri untuk beberapa waktu bi, aku pikir itu membuat ku lebih baik.”


Lydia tahu alasan kenapa Freya menolak ajakannya dia jadikesal kepada Daren karena Freya menolak kembali karena dia.

__ADS_1


“Baiklah jika itu keinginan kamu maka bibi hanya bisa pasrah dan tidak bisa memaksa, tapi bibi akan mencarikan pembantu untuk menjaga dan merawat mu. Sebutkan saja berapa yang kamu inginkan.”


“Sungguh bi aku hanya ingin tinggal sendiri di sini,lagi pula aku sepertinya aku tidak akan bisa bepergian jauh melihat


kondisi ku saat ini.” Dan Lydia hanya bisa menganggukan kepalanya tanda setuju.


Sementara Daren sudah merasakan down mendengar bahwa Freya benar-benar sudah tidak menginginkannya lagi dan dia pun keluar dari ruangan itu dengan ekspresi yang sulit terbaca.


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂


.


“Mami kita harus.membujuk Freya sekali lagi, Kita bujuk dia setelah dia pulih dan di perbolehkan pulang dari rumah sakit.”


Lydia sudah gregetan dengan Daren karena merengek seperti.anak kecil. “Bisakah kamu tenang ? Apa kamu tidak mendengar bahwa dia ingin.tetap tinggal di kota ini ?”


Daren mengecilkan suaranya karena takut Freya akan mendengarnya. “Tidak bisa mam, aku sangat khawatir kepadanya, dimana sakti perintahkan dia untuk mengatur segalanya dan segera bawa Freya pulang ke rumah kita di Vancouver.”

__ADS_1


Lydia jadi geram mendengar perkataan Daren. “Daren kamu mengatakan bahwa kamu khawatir tapi lihatlah apa yang sedang kamu coba lakukan sekarang, kamu mencoba memaksa Freya bisakah kamu gunakan otak mu itu lebih baik lagi ?”


“Jika kamu memaksa Freya bagaimana jika dia pergi meniggalkan kamu lagi ?


Apa kamu mau di tinggalkan oleh Freya lagi ?” Tidak ingin memancing keributan Lydia pun pergi meniggalkan Daren.


Namun langkahnya terhenti ketika Daren mencekal lengan Lydia dengan paksa. “Mam, mami dengarkan aku dulu.”


“Bisakah kamu berpikir rasional sekarang Daren.” Bentak Lydia.


“Lalu aku harus bagaimana.” Daren sudah mendesah Frustasi “Freya sedang hamil dan aku.tidak bisa meninggalkannya sendiri. Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Freya dan mami lihat jika aku meninggalkan Freya maka laki-laki itu akan dengan mudah merebut Freya.”


“Aku tidak peduli jika Freya marah atau pun mencaci maki aku, aku tetap pada


keputusan ku akan ku bawa Freya bahkan jika perlu hari ini juga.”


.


🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


.


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......


__ADS_2