Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Melihatmu Kembali


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Daren masuk kerja di tempat barunya yang berada di kota Surrey, semua menyambutnya dengan cukup baik. “Selamat datang pak Daren perkenalkan nama saya Four saya sebagai salah satu penanggung jawab yang sudah di tunjuk oleh pak Beni di sini menyambut bapak dengan resmi.”


“Terimakasih anda sudah repot-repot menyambut saya.” Kini keduanya pun bersalaman saling menjabat tangan.


“Oh iya pak apakah bapak butuh sekertaris pribadi untuk membantu pekerjaan bapak ?” Karena sebelumnya Four sudah mendapatkan info bahwa Daren pernah mempunyai sekertaris selama bekerja di Vancouver.


“Untuk saat ini saya tidak memerlukan sekertaris saya yakin bisa mengatasinya sendiri.” Karena selama bekerja hanya Freya yang pernah menjadi sekertaris pribadinya.


“Baiklah kalau begitu mari saya tunjukan ruangan kerja bapak.”


Daren sudah duduk di ruangan yang sudah di siapkan dia sudah bertekad akan menikmati semuanya membiarkan kenangannya mengalir seperti air bersama Freya, walaupun pasti nama wanita itu tidak akan pernah


tergantikan.


Mungkin karena hari ini adalah hari pertamanya bekerja jadi tidak banyak hal yang harus dia lakukan maka dari itu Daren memutuskan untuk sedikit berkeliling melihat sekitaran kantor agar dia bisa cepat hapal area kantor barunya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


“Freya !” Langkah Daren terhenti ketika kakinya menjelajah mengelilingi area kantor dia mendapati wanita yang amat di cintainya sedang berjalan agak jauh memang dari jarak pandang matanya, namun dia yakin bahwa itu adalah Freya.


“Apakah kali ini aku tidak berhalusinasi jadi yang kemarin aku lihat itu juga adalah Freya ?” Entahlah Daren mengajukan pertanyaan untuk dirinya sendiri yang kini terlihat linglung karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Dengan jantung yang berdebar dan senyum yang mengembang di kedua sudut bibirnya dia terus merapalkan nama Freya yang dia sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang tengah di lihatnya kini. “Aku yakin itu adalah Freya, kenapa Freya ku berada di sini ?”


Daren terus berbicara dengan dirinya sendiri walaupun dirasa dia sedikit kesusahan karena harus mengatur nafasnya. “Freya, Freya jangan pergi aku ingin sekali saja melihat mu. Aku selalu berdoa agar bisa melihat mu walau sekali.”


Sebuah mobil mewah kini berhenti tepat di depan Freya mobil mahal hitam yaitu bugatti la voiture noire dimana itu adalah sebuah mobil mahal yang harganya mencapai miliaran jika di beli dan setelahnya Freya masuk kedalam mobil mewah tersebut membuat Daren segera berlari berharap dia bisa lebih cepat dan mencekal lengan Freya.

__ADS_1


Kali ini Daren kalah cepat sehingga dia kembali kehilangan Freya. “Tidak, tidak, ****.” Daren hanya bisa menggeram kesal


karena mobil tersebut sudah menjauh dari hadapan Daren.


“Bagaimana kali ini aku bahkan kehilangan dia lagi !” Daren sudah menjambak rambutnya karena kesal kehilangan jejak Freya. “Tapi kenapa dia bisa berada di sini bukankah dia akan kuliah di luar negeri ? Dan mobil siapa


itu kenapa dia bisa masuk ke dalam mobil itu ?”


Terlalu banyak pertanyaan yang muncul di kepala Daren yang dia sendiri tidak bisa menjawabnya dan hanya satu orang yang bisa menjawab pertanyaannya yaitu Freya sendiri.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......


__ADS_2