
“Iya mas Freya sedang hamil saat ini dia hamil lebih dari tiga bulan mungkin sebentar lagi empat bulan. Astaga suami macam apa istrinya hamil saja tidak tahu.”
Angel berdecak kesal melihatnya.
Daren linglung mendengarnya antara senang kaget tentu saja bingung harus melakukan apa. “Freya hamil, dia hamil anak ku tumbuh di dalam perutnya.”
Seketika tubuhnya lemas hingga dia turun dan berjongkok di hadapan Angel yang bingung melihatnya karena Daren sudah menangis meneteskan air mata di hadapannya.
Angel bingung harus melakukan apa melihat Daren yang malah menangis tapi juga tersenyum. “Mas bangun mas Daren nanti kalau ada yang melihat bagaimana, nanti mereka salah paham dikira mas di tolak cintanya sama saya.” Percaya diri tingkat dewa si Angel ini.
“Maafkan saya gel, saya terlalu bahagia mendengarnya saya senang Freya hamil.” Daren pun langsung berdiri dan berhadapan langsung dengan Angel yang kini mendongkakkan penglihatannya karena tinggi badan mereka yang terlampau jauh.
“Gel, gel dikira aku lem apa ?” Angel mencebik kesal karena namanya di singkat oleh Daren.
“Apa Freya selama ini baik-baik saja dengan kehamilannya apa dia suka mengeluh ?” Banyak sekali hal yang ingin Daren ketahui.
__ADS_1
“Hmmm gimana ya mas kalau masalah itu saya kurang tau saya kan tidak dua puluh empat jam bersama dengan Freya, tapi yang saya tahu dia baik-baik saja dengan kehamilannya. Dan juga sering ada ibunya datang ke sini kadang-kadang.”
Mendengar itu Daren sedikit terkejut ternyata bibi Iris dan Freya sudah bekerjasama untuk menyembunyikan
semuanya dari dia dan juga maminya. “Kenapa bibi tidak mengatakan apapun dan malah menyembunyikan semuanya bagaimana jika terjadi hal yang buruk kepada Freya dan aku tidak berada di sampingnya ?”
“Apakah selain ibunya ada orang lain yang sering berkunjung kemari.” Tanya Daren yang masih penasaran dan lebih penasaran lagi.
“Sepertinya tidak..” Dan Angel pun ingat bahwa ada satu orang pria yang pernah datang berkunjung. “Ah iya ada satu lagi kenapa aku lupa padahal dia tampan, biasanya aku tidak pernah lupa orang tampan.”
“Ehmm dia seorang pria tampan, tinggi berpakaian rapih menggunakan jas. Saya juga awalnya mengira dia suami Freya dan kebetulan waktu itu saya juga berada di sana karena memang saya sering berkunjung ke rumah Freya untuk menemaninya atas permintaan ibunya.”
Angel menceritakannya dengan agak ragu karena seperti sedang mengingat kejadian tersebut. “Karena mereka terlihat cocok
sekali apalagi dia sangat perhatian karena waktu itu Freya sempat muntah dan pria itu terlihat khawatir melihatnya.”
__ADS_1
Rahang Daren mengeras mendengarnya karena istrinya yang hamil malah di temani laki-laki lain dan bukan dirinya, dia marah namun tidak tahu harus marah kepada siapa.
“Saya juga mohon Angel kamu untuk berada di dekat Freya setiap waktu langsung hubungi saya jika terjadi sesuatu dengan Freya.”
“Jangan Pernah jauh darinya, saya akan sering berkunjung kemari dan membawakan makanan jangan biarkan dia kelelahan oke. Intinya jangan biarkan dia mengurus pekerjaan rumahnya sendiri untuk masalah itu saya yang akan mengurus pekerjaan rumah.”
Angel terpana mendengar penuturan Daren yang sangat memperhatikan Freya. “Kapan aku bisa memiliki suami siaga seperti mas Daren.” Jangan ngarep Angel.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......
__ADS_1