
Ketika semua orang berpikir bahwa Daren melarikan diri karena hingga kini tidak ada
tanda Daren akan menghadiri acara pernikahan tersebut, namun kini mata Freya
tertuju pada pria yang sedang berjalan menuju ke arahnya, ya dia adalah Daren.
Mata Freya menjadi berbinar penuh kebahagiaan tatkala Daren tidak melarikan diri, dan ketakutan dalam diri Freya seolah sirna dengan hadirnya Daren kini
dihadapannya. Semua orang yang hadir merasa lega akan kehadiran Daren dan acara
pernikahan pun dilaksanakan.
"Duduklah nak." pinta Lydia kepada Daren
"kita harus memberinya pelajaran." setengah berbisik ke arah Ella, Lydia geram dengan kelakuan anaknya yang selalu berhasil membuat semua orang kalang kabut karena rasa panik.
"Tentu saja kita harus memberinya pelajaran." Ella menyetujui usulan Lydia.
Acara pernikahan pun segera dilaksanakan, Freya tak henti hentinya tersenyum bahagia
dan bersyukur pernikahannya benar-benar terjadi dan berjalan lancar Freya terus
memandang wajah Daren yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
" Kamu bisa memakaikan cincinnya sekarang." Perintah Lydia.
Daren.pun mengambil cincin yang berada di dalam kotak dan bersiap memasangkan nya ke jari Freya. Daren terus saja berwajah masam dan menunjukan ketidaksukaannya
akan pernikahan yang sedang ia jalani dia terus menatap tajam ke dalam mata Freya, Daren terpaksa melakukan pernikahan ini untuk menyelamatkan dirinya dan tentunya dengan tambahan ancaman dari maminya.
.
.
.
.
.
.
.
Kembali di hari pernikahan, Daren sebelumnya terus berusaha agar dia tidak menikah dengan Freya, Daren terus membujuk maminya dan juga kakak serta kakak iparnya namun tidak ada satupun yang sependapat dengan Daren. Karena hanya dengan menikahi Freya bisa menyelamatkannya dari ancaman Alvon dan juga membantunya menjauhi Emily yang sudah sangat terobsesi pada Daren.
Daren bertanya apakah Freya ingin menikah dengan Daren karena Daren berpikir bahwa tidak ada cinta diantara keduanya, namun Daren salah karena rasa cinta Freya yang besarlah dia menyetujui pernikahan tersebut Freya rela untuk mengorbankan dirinya untuk pria yang amat dicintainya, mungkin terdengar bodoh melihat tindakan Freya namun memang jatuh cinta sering membuat orang jadi bodoh dan rela mengorbankan segalanya karena tidak ada alat untuk mengukur kadar cinta seseorang.
Freya beralasan jika dirinya ingin membalas budi terhadap kebaikan bibi Lydia dan jika dengan cara membalas budinya adalah dengan menikahi Daren demi menyelamatkan hidupnya Freya bersedia.
Daren yang masih dengan tatapan tidak suka terhadap Freya dengan sengaja memasukan cincin pernikahan ke jari tengah dan bukannya jari manis Freya. Lydia dan yang lainnya pun terheran heran dengan melihat kelakuan Daren Freya sampai membelalakkan matanya karena kaget ketika Daren memasukan cincin pernikahan mereka ke jari tengahnya dengan paksa.
"Daren ! Daren ! kamu harusnya memakaikannya di jari manis. Jari manis !" perintah Lydia geram dengan kelakuan anaknya
"Daren tidak tahu, mam. Daren kan tidak pernah menikah sebelumnya" sambil menahan senyumnya
__ADS_1
"Apa kamu mencoba mencari masalah ?" sambil berkacak pinggang "Apakah kamu tidak pernah melihatnya di serial televisi ?"
Ella dan Delano tergelak melihat kelakuan Daren bahkan dihari pernikahannya masih sempat membuat keributan.
"Tidak apa - apa kak Lydia" pinta Iris
"Tidak bisa. Lepaskan, letakan di jari lain" perintah Lydia
Freya hanya bisa tersenyum canggung dan Daren terus saja menatap Freya dengan tatapannya yang mengejek, Daren menarik cincin ditangan Freya dengan tangan yang masih dipegang oleh Daren, namun cincin tersebut malah tersangkut di jari tengah Freya, cincin tersebut masih bertahan dijari tengahnya. Daren sampai mengusapkan tangannya ke celana karena berkeringat namun cincin tersebut tidak juga terlepas dari jari tengah Freya.
Lydia yang kesal terus mendesak Daren untuk cepat melepaskan cincinnya dan mengomentari Daren untuk tidak bercanda. Para tamu pun dibuat heran dengan kelakuan pengantin baru itu, sampai - sampai Lydia, Delano, dan Ella menunduk dan meminta maaf menahan rasa malu sambil tersenyum canggung. Akhirnya cincin pun terlepas dan semua orang merasa lega dan tersenyum bahagia. Freya menggerak - gerakan tangannya dan menunjukan pada semua orang bahwa cincinnya sudah terlepas dengan tertawa seperti orang bodoh.
"Letakan di jari manisnya" perintah Lydia
Satu masalah sudah terlewati namun masalah lain datang, ini sungguh pernikahan yang sangat kacau yang pernah terjadi. Ketika Daren melihat tangannya yang menarik cincin tadi dia baru menyadari cincin yang ditarik olehnya sudah lenyap hilang entah kemana, Daren terus melihat kebawah dan kesamping berharap cincinnya jatuh tidak jauh darinya bahkan Daren masih sempat - sempatnya melihat di dalam jasnya.
"Apa yang salah sekarang ?" tanya Lydia heran melihat tingkah laku Daren
"Cincinnya hilang mam"
"Apa" serentak Delano, Ella, Lydia dan Iris
Freya pun ikut bingung dan membantu Daren mencari cincin tersebut.
"Bukannya kamu yang pegang tadi" tanya Lydia heran "Yang benar saja, kenapa kamu melakukan ini pada kami Daren ?"
"Saya menemukannya nyonya" teriak Sakti asisten pribadi Lydia
"Dimana ?" tanya Lydia
Freya pun langsung berdiri dan menghampiri snow dan menyuruh snow untuk mendekat ke arah Freya namun snow malah berlari dan terpaksa Freya mengejar snow untuk mendapatkan cincinnya kembali. Snow dan Freya terus mengelilingi seluruh tamu undangan yang hadir sambil terus meminta maaf, Daren hanya tergelak dibuatnya tanpa ada niatan membantu dia hanya mengelus elus kucingnya pretty yang sudah menghampirinya.
Napas Freya sudah terengah engah karena lelah mengejar snow, Lydia yang kesal langsung berdiri dan berniat menghampiri snow yang sudah duduk karena kelelahan.
"Snow kembalikan cincinnya kepada anakku, snow !" teriak Lydia
Bukannya mendengarkan perkataan Lydia snow malah menelan cincinnya dan membuat semua orang terkejut. Daren hanya terus menahan tawa melihatnya.
"Semuanya, harap tenang. Mohon tunggu sebentar" sambil terus melihat ke arah Sakti
"Ketemu" teriak sakti
Setelah insiden snow menelan cincin, Lydia menyuruh sakti memberikan obat untuk snow agar snow mengeluarkan kotorannya, dan setelah kotoran snow keluar Sakti terpaksa mencari cincinnya 😂😂 (Nasibmu malang Sakti)
Akhirnya cincin pun sudah masuk ke jari manis Freya dengan bantuan Daren. Semua orang terlihat bahagia terkecuali Daren yang hanya berekspresi biasa biasa saja. Freya pun memasangkan cincin Daren di jari manisnya, dan acara menukar cincin yang penuh drama pun selesai dengan lancar.
Setelah acara tukar cincin selanjutnya mereka melanjutkannya dengan sungkem kepada orang tua mereka. "Kamu harus menghargai dan mencintai Freya, dan segera lahirkan cucu yang sehat untuk mami"
Tiba - tiba angin berhembus dengan kencang dan suara petir bergemuruh, tidak lama awan menjadi hitam dan menghalangi sinarnya mentari. Semua orang yang hadir kalang kabut dan segera mencari perlindungan mereka terus menutup wajahnya dengan tangan karena debu yang memasuki mata. Ketika semua orang sibuk untuk mencari perlindungan Daren berjalan dengan santai sambil terus tersenyum, entahlah apa yang membuat Daren tersenyum seperti itu.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Cuaca sudah kembali cerah dan acara pernikahan dilanjutkan dan memilih melanjutkan acara pernikahan di dalam ruangan menghindari angin badai yang bisa datang kapan saja.
Setelah mereka sah menjadi suami istri seluruh keluarga pun mengambil foto bersama. Daren keluar untuk mencari angin karena kepalanya merasa pusing, Daren marah dengan menarik narik benda yang ada disekitarnya dan melepaskan jasnya dengan paksa dan melemparkannya.
"Ini penindasaaaaaannnn !!!!!" teriak Daren
"Daren, tenangkan dirimu" Delano menertawakan tingkah laku Daren "Aku tahu kamu ingin berlagak hebat, tapi ini bukan waktu dan tempat yang tepat. Bagaimana kamu bisa keluar dan datang kesini seolah olah itu bukan urusanmu"
"Kakak bisa tidak berhenti menceramahi ku dulu ?" bentak Daren "Aku sangat kesal"
"Kamu pikir kamu satu satunya yang berperasaan begitu, aku rasa Freya lah yang paling kesal atas pernikahan ini" sambil menepuk - nepuk bahu Daren "Coba pikir - pikir, Freya bisa saja menikah dengan pria yang jauh lebih baik tapi dia mengorbankan kebahagiaannya seumur hidupnya.... dan menikah dengan pria sepertimu"
Daren tergelak dengan perkataan kakaknya bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu terhadap Daren yang jelas - jelas adiknya sendiri.
"Kak, aku ini adiknya kakak"
"Dan Freya adalah adik perempuan ku"
"Kak, kamu tidak usah khawatir tentang Freya, dia bahagia sepanjang waktu"
"Bagaimana kamu tahu ?" tanya Delano
"Aku bisa melihatnya" jawab Daren
"Kamu sangat yakin akan hal itu?"
"Iya" tegas Daren
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa klik favorit, like dan comentar nya ya, dan jangan lupa juga vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku sepupuku 😘😘🤗🤗💞💞
__ADS_1