
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya Freya hanya terus melamun memikirkan kondisinya dan anaknya nanti.
“Sanggupkah aku jika harus berpisah begitu cepat dengan anak ku nantinya, aku benar-benar ingin sekali melihatnya tumbuh dewasa, melihatnya memiliki kekasih, meminta restu kami ketika menikah nantinya”
“Frey, Freya !” Sadar namanya di panggil dia pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
“Iya kenapa ?” Freya terlihat bingung dan menyadari bahwa kini mobil yang dia tumpangi sudah berhenti. “Ah maafkan saya pak saya tidak tahu jika sudah sampai, sekali lagi maafkan saya.” Freya merasa tidak enak karena dia sampai tidak menyadari keberadaannya kini.
“Tidak apa-apa, sudah sampai. Kalau begitu saya pamit, Freya kamu masuklah dan jaga kesehatan mu selalu.”
“Iya pak baik, terimakasih untuk semuanya. Anda banyak sekali membantu saya hari ini saya sungguh tidak enak hati karena terus merepotkan bapak.”
“Jika kamu merasa tidak enak bisa tidak kamu jangan memanggil saya dengan sebutan pak lagi, cukup Ezran saja karena ini bukan di kator jadi bersikap santailah kepada saya.” Ucap Ezran yang kini
menatap ke arah Freya.
“Baiklah jika itu keinginan bapak, eh maksud saya Ezran.” Dan Freya pun
membuka pintu mobil dan sekali lagi berpamitan dengan Daren yang sudah menurunkan kaca mobilnya.
__ADS_1
“Sampai jumpa Ezran hati-hati di jalan.” Freya sudah melambaikan tangannya kepada Ezran dan hanya di balas dengan senyuman dan juga anggukan oleg Ezran.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
“Dari mana ?” Itulah yang di ucapkan Daren ketika melihat istrinya baru saja tiba.
“Aku, aku,” Jawab Freya gugup. “Tadi ada urusan kantor sebentar jadi aku keluar.”
Dan seketika Freya langsung memeluk tubuh Freya dan membenamkan wajahnya di dada bidangnya. “Maafkan aku kak, maafkan aku. Aku sungguh minta maaf. Maaf, sungguh.”
Freya meminta maaf bukan karena tidak mendengar perkataan Daren namun dia bersalah karena tidak bisa berkata jujur tentang kondisinya saat ini, lagi pula apa dia sanggup mengatakannya.
“Freya kenapa kamu menangis apa aku terlalu kasar kepada mu ?” Tanya Daren sedikit merasa bersalah bukan maksud hati untuk memarahinya namun dia khawatir karena kondisinya Freya sedang hami saat ini.
Freya hanya menggelengkan kepalanya dengan suara isak tangis yang sudah terdengar di telinga Daren. “Aku minta maaf, maafkan aku.”
__ADS_1
“Iya, sudah jangan menangis lagi.” Daren berusaha menenangkan Freya dengan terus mengelus rambut Fryea lembut. “Apa kamu sudah makan ?”
Freya pun hanya menggeleng menjawab pertanyaan Daren membuat Daren mendecak kesal. “Kamu ini ! Pokoknya kamu harus makan yang banyak agar anak kita sehat aku akan masak banyak masakan kesukaan mu.”
Seketika Freya membeku karena dia ingat pesan dokter bahwa berta badannya tidak boleh naik. “Kak aku tidak boleh makan banyak.” Freya melupakan fakta bahwa hanya dia, Ezran dan dokter yang tahu tentang kondisinya saat ini.
“Kenapa ?” Tanya Daren mengkerutkan dahinya tidak mengerti dengan maksud Freya.
“Karena, karena...” Freya memutar otaknya mencari alasan “Ah iya karena aku suka mual jika makan terlalu banyak.”
Daren masih tidak percaya dengan alasan yang di berikan Freya. “Kak ayo aku sudah lapar tapi ingat aku tidak bisa makan banyak.”
“Baiklah aku akan masak sekarang dan kamu lebih baik masuk kedalam kamar saja istirahat jika amakanannya sudah siap aku akan datang ke kamar.” Dan Daren pun berlalu ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Freya.
.
🌾🌾🌾🌾🌾🍂🍂🍂🍂🍂
.
__ADS_1
Aku setia menanti dukungan dari kalian 😘😘