Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Gossip Office


__ADS_3

Daren sudah duduk kembali di kursinya namun tidak menemukan keberadaan Freya. “Dimana Freya kenapa tidak ada ?” Senyuman terukir dari kedua sudut bibir Daren ketika kedua bola matanya menatap ke arah pandang wanita yang tengah di carinya.


“Kau dari mana saja, kenapa pergi keluar ?” Daren memasang wajah cemberutnya di hadapan Freya.


“Dari toilet.” Jawab Freya singkat. “Kakak sendiri dari mana saja, kenapa lama sekali ?”


Freya masih berharap Daren untuk jujur kepadanya, bahkan Freya dengan sengaja menatap kedua bola mata Daren meyakinkan dirinya bahwa Daren akan berkata jujur.


Daren terlihat gugup di tambah lagi dengan tatapan Freya yang terlihat mengintimidasi. “A, aku juga sama dari toilet, perut ku mulas makannya aku lama.”


Mendengar jawaban Daren Freya langsung mengalihkan pandangannya tidak ingin melihat lagi ke arah Daren.


“Dan sampai akhir pun kau tetap berbohong kepada ku kak.” Freya berkata dalam hatinya dengan lirih, dengan matanya yang kembali memerah mencoba menahan tangisnya yang serasa ingin pecah.


Daren terlihat gelisah karena melihat tatapan Freya yang seperti merasakan kekecewaan dengan jawaban yang Daren berikan. “Apakah ada yang salah dengan ucapan ku.” Gumam Daren dalam hatinya dan sesekali melirik ke


arah Freya yang sibuk dengan tugasnya.


Freya mengirimkan pesan kepada para sahabatnya untuk mengajak makan siang bersama ternyata mereka sudah berkumpul di kantin, Freya tidak tahu saja bahwa Daisy tengah menceritakan kehidupan rumah tangganya kepada James dan Bella.


Tidak ingin berlama-lama berada di dekat Daren Freya langsung keluar bahkan tidak mengatakan apapun kepada Daren.


“Kau mau kemana ?” Tanya Daren yang melihat Freya sudah beranjak dari tempat duduknya.


“Mau makan, kenapa aku tidak boleh makan juga ?” Tanyanya ketus, mendengar nada suara Freya yang tidak enak Daren jadi bertanya-tanya sendiri ada apa sebenarnya.


“Kenapa kamu marah aku kan hanya tanya saja.” Tidak ingin berdebat Freya memutuskan untuk pergi meninggalkan Daren yang masih duduk di tempatnya.


“Aku hanya ingin mengajaknya makan siang bersama.” Gerutu Daren setelah Freya pergi meninggalkannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Kini Freya sudah bergabung dengan sahabat-sahabatnya yang sudah lebih dulu memesan makanan, Freya merasakan ada aura canggung di antara yang lainnya. “Kenapa kalian menatap ku seperti itu ?” Tanya Freya penasaran.


“Freya, maafkan aku.” Ucap Daisy penuh dengan nada penyesalan. “Maafkan aku Freya.”


Freya yang tidak mengerti kenapa Daisy tiba-tiba meminta maaf kepada Freya yang baru saja duduk. “Kenapa kamu minta maaf  Daisy ?”


Akhirnya Daisy pun mengungkapkan bahwa dia sudah menceritakan semuanya kepada Bella dan James tentang permasalahan rumah tangganya, Freya tidak marah karena dia tahu pasti sahabatnya penasaran ini juga bukan


salah mereka karena Daren yang sudah bertindak sendiri mengungkapkan hubungan pernikahan mereka.


“Sudahlah tidak usah dipikirkan, semuanya sudah berlalu. Lagi pula sebentar lagi aku akan bercerai dengannya.”


“Bercerai !!” Mendengar kata cerai kompak mereka bertiga berteriak dengan kencang hingga terdengar oleh sebagian karyawan kantor yang juga sedang menikmati makan siangnya.


“Jangan bercanda kau Frey ?” Kini Daisy kurang percaya dengan apa yang di dengarnya. “Ada apa sebenarnya.”


“Sudahlah jangan terlalu di pikirkan ayo lebih baik kita makan saja.” Tanpa Freya sadari Bella dan James sudah tersenyum bahagia karena mendengar kata cerai dari mulut Freya dan kesempatan yang di miliki James semakin terbuka lebar.


Mendengar Freya akan bercerai group chat perusahaan penuh dengan gosip tentang perceraian Freya membuat kaum laki-laki bahagia karena merasa bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk bisa memiliki Freya.


Jeff, Levon dan juga Sean heboh melihat berita yang tengah beredar di perusahaan, ada apa sebenarnya bukankah tadi hubungan mereka terlihat baik-baik saja. Dan kenapa kini ada berita tentang perceraian Freya.


“Eh bukannya bos Daren itu adalah sepupu si Freya, masa sepupu mau nikah sih ?” Para penggosip sudah berada di tempatnya masing-masing.


“Tapi katanya mereka itu hanya sepupu tiri, jadi bisa saja mereka ada hubungan lebih dari sepupu.”


“Ih gatel banget jadi cewek baru mau cerai aja udah siapin laki-laki cadangan.”


“Iya kamu lihat sendiri kan tadi dia kerjanya deket-deketan sama bos Daren, dih pantes aja suaminya ingin cerai dia genit sih.”


“Iya mentang-mentang cantik, jadinya sok kecantikan” Gosip semakin panas terdengar.


Jeff yang sedikit kesal menghampiri para penggosip yang sibuk dengan bahan gosipannya tanpa menghiraukan keadaan sekitar. “Hei kalian jangan sembarangan yah membuat kesimpulan, lagipula dari mana kalian tahu Freya akan bercerai ?”


“Kan si Freya sendiri yang ngomong.” Kini salah satu dari mereka menjawab pertanyaan Jeff.


Mendengar bahwa Freya yang mengungkapkan bahwa dia akan bercerai dengan Daren membuat Jeff melangkahkan kakinya lebar-lebar untuk menemui Daren di ikuti oleh Levon dan juga Sean untuk meminta penjelasan tentang kabar perceraian Freya, walaupun karyawan di kantor tidak mengetahui bahwa siapa sebenarnya suami Freya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Dengan terburu-buru Jeff mendorong pintu ruangan Daren yang membuat pemiliknya heran melihat wajah Jeff yang tegang. “Ada apa ?” Tanya Daren setelah Jeff mendekat ke arahnya. “Ada apa dengan kalian ?” kedatangan Levon dan juga Sean menambah rasa penasaran Daren.


“Aku kesini hanya ingin memastikan sesuatu.” Jeff mengatakannya dengan sedikit ragu-ragu.


“Apa ?” Daren semakin jengkel karena rasa penasarannya.


“Katanya Freya akan bercerai dengan suaminya dan yang aku tahu kau adalah suami Freya. Jadi apakah benar kau dan Freya akan bercerai ?” Jeff tidak ingin mengatakan bahwa yang mengatakan sendiri adalah Freya walaupun dirinya pun mengetahuinya dari mulut orang lain.


Jeff dan yang lainnya kaget karena Daren langsung berdiri dari kursinya dan mendadak menggebrak mejanya. “Omong kosong apa yang kamu katakan Jeff, siapa yang akan bercerai ?” Kini Daren sudah


melotot tajam ke arah Jeff membuat nyalinya menciut karena ketakutan.


“A, ak, aku juga tahu dari orang lain, intinya apakah benar kau akan bercerai.” Jeff datang bukan untuk mencari keributan tapi hanya ingin memastikan saja kebenaran yang sesungguhnya.


“Aku katakan Aku tidak akan pernah BERCERAI dengan Freya ingat itu, tidak akan pernah. Jadi jangan dengarkan ucapan asal yang kau dengar entah dari mana.” Kini Daren sudah duduk kembali di kursinya sambil memijat pangkal hidungnya.


“Keluar aku pusing hari ini banyak sekali masalah yang terjadi, jangan menambah masalah yang tidak jelas seperti ini.”


“Ayo jeff lebih baik kita keluar saja.” Sean menyarankan untuk Jeff keluar dari ruangan Daren.Dan kini tinggallah Daren sendiri di dalam ruangannya.


.


.


.


.


.


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa likenya teman-teman  pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......

__ADS_1


__ADS_2