Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Penjelasan


__ADS_3

Pagi yang sangat melelahkan bagi Daisy karena banyak sekali kerjaan yang menumpuk di tambah masalah yang lainnya karena sejak insiden minum-minum bersama antara Freya dan kedatangan Daren dan juga sahabatnya bahkan menghebohkan Bella dan juga James karena pengakuan Daren tentang hubungan suami istri antara dirinya dan Freya membuat kepala Daisy rasanya ingin pecah.


Bagaimana tidak hubungan Freya yang terbongkar kenapa meminta penjelasan kepada dirinya yang menyedihkan dan jomblo tersebut.


Tidak cukupkah kesendirian Daisy adalah beban hidupnya selama ini kenapa juga harus menjelaskan hubungan orang lain.


Dari kemarin Daisy berusaha mengabaikan pesan dan juga telepon dari kedua sahabatnya itu, ada banyak pesan yang terabaikan yang tidak dibukanya karena dia tahu apa yang di bahas dalam pesan tersebut tak cukup mengirimkan pesan mereka bahkan terus menelponnya.


“Hahhh bisa gila aku, kenapa juga aku yang harus menjelaskan kenapa tidak tanya kepada orang yang bersangkutan langsung.”


Kini Daisy sudah menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya dengan sedikit melorotkan badannya sedikit ke bawah. “Mereka belum sampai juga, tapi kalau mereka sampai pun aku tidak bisa hidup. Pasti mereka akan mencecarku dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka ajukan.”


Memang hari ini Daisy datang lebih awal dari Bella dan juga James bukan karena rajin tapi karena gelisah entah kenapa dia takut malahan akan kesiangan datang ke kantor.


“Daisy !!” Terdengar suara Bella memanggil nama Daisy dari ujung pintu dan kini kedua kaki Bella sudah melangkah mulai mendekati Daisy.


“Mampus mati aku, harus aku jawab apa nanti. Tenang Daisy, tenang, tarik nafas lalu keluarkan perlahan.”


“Daisy !!” Kini Bella sudah berada di dekat meja siap mengintrogasi melayangkan beberapa pertanyaan yang sudah dia sampaikan melalui pesan namun tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


“He,he,he, Bella sudah sampai ternyata. Selamat pagi, sungguh hari yang cerah yah.” Mendengar kata hari yang cerah tentu saja mendapat tatapan tajam dari Bella, karena hari itu bahkan turun hujan dari mana cerahnya bahkan Bella sepanjang perjalanan merutuki cuaca hari ini.


“Hari yang cerah dari mana, tidak lihat hujan deras di luar, sudahlah lupakan kenapa kamu tidak membalas pesan dari ku ?” Kini Bella sudah menyilangkan kedua lengannya di tubuhnya sembari mengetuk-ngetuk lantai dengan sepatunya.


“Jawab Daisy, kamu kira aku akan menyerah begitu saja.”


“Itu.... ituu...” Daisy bingung harus menjelaskan dari mana kepada Bella, matanya terus melirik-lirik ke arah sekitar dan dia menemukan sosok James tengah berjalan ke arahnya. “James !!” Mendengar kata James tentu saja Bella langsung menoleh ke arah mata Daisy memandang.


“Hai selamat pagi.” Ucap James


“Pagi.” Jawab Bella dan Daisy.


“Sedang apa kalian kumpul di sini, oh iya Daisy kenapa pesan ku tidak kau balas bahkan aku sampai menelpon pun tidak kau angkat.” James pun duduk di kursinya sendiri yang bersebelahan dengan Daisy.


“Aku disini karena itu James.” Kini Bella yang membuka suara.


Sebenarnya Bella mengetahui bahwa sebenarnya James sangat mencintai Freya dirinya ikut prihatin karena melihat cinta James yang tidak terbalaskan.

__ADS_1


Tapi James bersikap seolah kemarin tidak ada kejadian apa pun namun itu malah membuatnya semakin menyedihkan di mata Bella, betapa James berusaha menekan rasa sakit hatinya karena kenyataan bahwa Daren adalah suami Freya pria yang sangat Bella benci karena sikapnya yang arogan.


“James kamu tidak apa-apa kan ?” Bella mencoba memastikan keadaan James.


“Maksudnya ?” James sedikit bingung dengan pertanyaan Bella yang ambigu.


“Tentu saja aku baik-baik saja dan ya kamu Daisy jangan harap kamu bisa lolos karena kita meminta penjelasan dari mu nanti ketika makan siang, jangan kira kamu bisa menghindar lagi. Sebaiknya kita mulai bekerja saja.”


Dan Bella pun mengangguk tanda setuju akan usulan yang di kemukakan oleh James dan pada akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan mereka yang sudah menunggu minta di kerjakan.


.


.


.


.


.


Freya merasa risih karena dia harus bekerja satu meja dengan Daren yang sedari tadi memandanginya.


“Kak apakah kau tidak ada pekerjaan ?” Bukannya menjawab pertanyaan Freya kini tangan Daren terulur dan menarik


bahu Freya menempelkannya kedalam dada bidangnya membisikan kata-kata yang membuat Freya sedikit kegelian karena hembusan napasnya.


“Bagaimana jika kita mengambil cuti saja dan melanjutkan kegiatan kita seperti semalam.” Tentu saja kata-kata Daren sukses membuat bola mata Freya membulat sempurna, bahkan kini Freya berusaha untuk melepaskan


dekapan Daren karena dia tidak ingin ada yang melihat kegiatan mereka, Freya sadar ini adalah kantor jadi tidak sepantasnya mereka bermesraan.


“Kak lepaskan, lepaskan kak. Tidak enak jika ada yang melihatnya.” Mendapat penolakan dari  Freya Daren semakin mengeratkan pelukannya dan wajahnya semakin mendekat ke arah leher Freya dan menanamkan kecupan di ceruk lehernya, tentu Freya kaget dan berdiri spontan karena tindakan Daren.


“Kak aku ke toilet sebentar.” Melihat wajah Freya yang merah seperti kepiting rebus membuat kedua sudut bibir Daren naik membentuk senyuman karena gemas melihat tingkah Freya.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Jam istirahat kantor Bella dengan langkah besar langsung menarik lengan Daisy dan juga James karena tidak sabar mendengarkan penjelasan dari Daisy bahkan dirinya tida bisa fokus selama bekerja karena penasaran setengah mati, tentang bagaimana Freya dan Daren bisa menikah dan menyembunyikan status pernikahan mereka.


“Ayo cepatlah, kau tidak tau aku akan mati karena penasaran.”


“Iya tapi santailah tangan ku sakit kau tarik-tarik seperti ini.” Daisy mulai mempotes cara Bella membawa dirinya dengan sedikit tergesa-gesa. “Bella pelan kau pikir aku karung beras ?”


“Iya kau karung beras, jadi diamlah dan ikuti aku oke !” Itu bukan permitaan tapi perintah sementara James hanya menurut dan tidak berniat mengeluarkan suaranya karena dia tahu jika sudah begini Bella tidak bisa di hentikan.


Hingga akhirnya mereka sampai di kantin perusahaan dan duduk di meja yang sudah di pilih Bella, tidak ingin menyia-nyiakan waktu Bella langsung bertanya kepada intinya.


Namun Daisy protes karena


dia merasa lapar jadi untuk bercerita dirinya beralasan butuh tenaga jadi mereka memutuskan untuk memesan makanan terlebih dahulu.


“Baiklah aku akan mulai cerita.” Daisy menceritakan awal kejadian kenapa Freya bisa menikah dengan Freya menceritakan tentang pesan ancaman dari Alvon dan juga alasan kenapa mereka menyembunyikan pernikahan mereka yang membuat James dan tentunya Bella marah mendengarnya.


“Kurang ajar, tidak akan aku biarkan Freya menderita akan aku rebut dia dari Daren yang tidak pernah menghargainya.” Kedua tangan James mengepal dengan kuat karena kemarahan yang dia tahan.


“Aku setuju dengan mu James.” Bella tidak ingin Freya menderita dan mendukung keputusan James karena bagaimanapun Freya adalah sahabatnya yang berharga, berbeda dengan Bella dan James Daisy kini malah terlihat kebingungan harus mendukung siapa.


.


.


.


.


.


Jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa like ya teman-teman pembaca setia novelku, dukung author dengan like yang kalian berikan dan jangan lupa rate novel ini. Minta vote juga seikhlasnya kagak maksa banyak supaya author semakin semangat buat nulis ceritanya, terus komentar jangan lupa berikan masukan kalian tentang cerita ini dan juga komentarnya jika kalian penasaran dengan ceritanya, tentunya agar author tahu kalian suka atau tidak dengan ceritanya......

__ADS_1


__ADS_2