Suamiku Sepupuku

Suamiku Sepupuku
Kabur


__ADS_3

Freya segera menyusul Daren yang dirasa sudah masuk kedalam rumahnya, Freya yang sesekali menutup mulutnya karena rasa kantuk yang menyergapnya, dan berjalan sempoyongan mencoba menyeimbangi tubuhnya.


Segera mereka beraganti baju dan membersihkan wajahnya dan tidur dikamar mereka tentu dengan posisi Daren tidur di atas kasur dan Freya yang tidur di sofa tentu sudah tersedia bantal dan juga selimut tentunya.


Sebelum Freya memasuki alam mimpinya tentu saja dia memerlukan obat tidurnya terlebih dahulu, dipandangnya wajah Daren yang sedang tidur menghadap kearah Freya dengan mata yang sudah tertutup, senyum merekah di bibir Freya dan setelahnya ikut tertidur menyusul Daren.


Pagi yang cerah Freya sudah bangun dan mengemas barangnya ke dalam koper, Daren yang bangun heran melihatnya.


" Kenapa kau mengemas barang-barang mu ? " sambil mengusap-usap rambutnya yang berantakan " Bukannya kau akan menginap beberapa hari ? "


" Aku rasa satu hari saja cukup, lagipula banyak pekerjaan di kantor."


" Oh, baiklah." berdiri dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi


" Niatnya beberapa hari tapi karena kamu aku urungkan niatku."


Setelah mandi dan bersiap-siap Daren menyusul Freya yang sudah menyiapkan sarapan di atas meja makan, akhirnya mereka bertiga makan bersama. Disela-sela makanya Freya meminta izin kepada ibunya untuk pulang bersama dengan Daren kembali ke rumah mereka.


" Kenapa terburu-buru sekali nak ? " menghentikan makannya sejenak. " kamu kan bisa menginap beberapa hari lagi."


" Maafkan Freya bu, di sana masih banyak pekerjaan yang menunggu. Nanti kapan-kapan Freya mampir lagi kesini."


" Baiklah nanti hati-hati saja di jalannya. Sudah lanjutin makannya.


Selesai makan bersama akhirnya mereka bersiap-siap akan berangkat pulang tak lupa Freya bersalaman dan saling berpelukan memeluk ibunya dengan erat.


°


°


°


^•√•^


°


°


°


Sesampainya mereka dirumah Freya mendapatkan sebuah pesan dari James.


" Frey, masih di rumah ibu mu ? 🤔 "


" Nggak James udah pulang. Kenapa ? 🤨 "


" Kebetulan, aku suntuk 😒 banget di rumah mau keluar bareng gak ? 😊 "


Belum sempat Freya membalas James sudah kembali mengiriminya pesan.

__ADS_1


" Kalau kamu tidak lelah 😵 "


" Oke sip nanti kirim alamatnya oke. 😉 "


Melihat Freya yang sedang sibuk dengan ponselnya, jiwa keingin tahuan Daren meningkat. Karena sebal merasa diacuhkan oleh Freya.


" Kamu lagi kirim pesan dengan siapa, kenapa sibuk sekali ? " bertanya dengan sinisnya.


" Dengan teman Freya kak." tanpa melihat sedikit pun ke arah Daren.


" Perempuan apa laki-laki ? " menggeser tubuhnya menghadap Freya yang sama sama duduk selonjoran di sofa ruang tengah rumahnya.


" Laki-laki kak, itu temanku James."


Mendengar nama laki-laki yang diucapkan oleh Freya sontak Daren langsung geram menahan amarah yang bergejolak di dalam hatinya.


Daren terus mencari ide agar Freya tidak jadi menemui yang namanya James itu. Dan tring seperti lampu menyala di atas kepalanya dia menemukan ide untuk menahan Freya.


" Kamu tidak bisa menemuinya, kamu tidak melihat rumah berantakan. Baju kotor banyak, debu di kaca lihat tebal sekali. Itu karena kamu pergi dari rumah."


" Hah !!! " Freya kesal dengan perkataan Daren.


" Dan aku mau kau kerjakan pekerjaan rumah hari ini juga karena aku tidak suka melihat yang berantakan."


" Iya aku mengerti jika harus membersihkan rumah, tapi kak bisakah besok saja aku membersihkannya." memohon kepada Daren.


Dengan berat hati akhirnya Freya menuruti perintah Daren dengan wajah yang cemberut, dia mulai menyapu, mengepel, melap kaca dan melakukan pekerjaan rumah lainnya.


Freya sungguh kesal karena setiap pekerjaannya selalu saja direcoki oleh Daren saat melap barang-barang rumahnya dia selalu berkata kurang bersih, masih ada sisa debu dan sungguh Freya sangat kesal dibuatnya.


Freya terus khawatir dan terus melihat-lihat ke arah jam tangannya, dia merasa tidak enak jika harus membatalkan pertemuannya dengan James. Hingga muncul ide dari dalam pikiran Freya untuk kabur dari rumahnya.


Freya melemparkan tas nya dari atas jendela kamar atas ke halaman belakang rumahnya dan turun dengan bersikap biasa-biasa saja.


Freya mulai memasuki area dapur rumahnya dan membawa kantong plastik yang berisikan sampah dan membawanya untuk dibuang di tempat sampah di depan rumahnya.


" Kak aku buang sampah dulu ya, sampahnya sudah menumpuk." berjalan melewati Daren dengan perasaan deg-degan, khawatir dia akan ketahuan.


" Hmmmm." menjawab tanpa menghiraukan Freya karena dia sedang asik bermain games di ponselnya.


Setelah sampai dia segera ke halaman belakang rumahnya dan mengambil tasnya yang tergeletak di atas tanah. Dan segera berlari ke depan rumahnya dan mengambil sampah yang sempat dia tinggalkan dan berlari dengan kecepatan tinggi.


Daren yang menyadari kenapa Freya memerlukan waktu lama hanya untuk membuang sampah tanpa basa basi dia langsung keluar dan menyadari sudah tidak ada Freya dan segera berlari mengejar Freya.


Freya yang sedang berlari terus menambah kecepatannya tatkala menyadari suara Daren memanggil namanya dan berharap akan ada taksi yang menghampirinya.


" Ya, Freya tunggu kau mau kemana ? " dengan napas terengah-engah, dan hanya menggunakan sandal rumahnya yang tipis. " berani-beraninya kau kabur."


Daren berbalik ketika menyadari sandalnya terlepas lalu dengan sigap dia melepas sandalnya yang satu lagi yang masih terpasang di salah satu kakinya dan kembali mengejar Freya.

__ADS_1


" Hei pembuat masalah cepat kembali, jika tidak kau akan tahu akibatnya."


Karena saking kesalnya Freya tidak memperdulikan semua ancaman Daren. Dan segera menghentikan taksi yang melewatinya dan masuk dengan terburu-buru.


Freya langsung menjulurkan lidahnya kepada Daren yang masih setia mengejarnya, dia mengolok-oloknya di kaca mobil yang dia buka.


Daren yang sudah merasa akan percuma mengejarnya langsung menghentikan langkahnya dan langsung mengumpat tidak jelas.


" Shittt, awas saja kau kalau sudah pulang ke rumah. Aku cincang kau !!! "


Daren hanya mengacak-acak rambutnya tidak karuan dan berbalik menuju rumahnya namun dia merasa kesakitan di telapak kakinya dia baru menyadari telapak kakinya memerah karena tadi dia tidak memakai alas kaki.


" Ahh sungguh sial aku hari ini !!! "


Terus berteriak-teriak seperti orang gila dan berjalan dengan meringis karena menahan sakit di telapak kakinya.


Sementara Freya masih mencoba mengatur napasnya di dalam mobil sambil memegangi detak jantungnya. Setelahnya Freya tertawa cekikikan membuat sopir taksi bergidik ngeri.


" Aduh si mbanya kenapa ya ? Jangan bilang dia kesambet."


Freya yang menyadari pandangan supir taksi langsung berdehem dan mengatakan alamat tujuannya.


" Rasakan kau kak, ah capek sekali hari ini. Tapi bagaimana nanti ketika aku pulang ke rumah. Ahh ngeri sekali hanya membayangkannya saja. Jangan terlalu dipikirkan Frey."


°


°


°


^•√•^


°


°


°


Jangan lupa


klik favorit 📌


like 👍


Dan komentar nya ya 💌


Dan jangan lupa juga vote❤️


Vote novel ini sebanyak banyaknya jangan lupa soalnya suka kelupaan kalo keasikan baca, biar author makin semangat nulisnya terimakasih buat semua pembaca novel Suamiku Sepupuku, bentuk dukungan adalah penghargaan bagi para author 😘🤗💞💞

__ADS_1


__ADS_2