
"icha sayang, kamu dipanggil ayah.ada abang angkatmu thu didepan,katanya mau ngobrol serius" ujar ibunya icha yang berada kamarnya icha.
"siapa sih bu,"ujar icha menatap wajah ibunya
"emang siapa lagi,pria yang kamu anggap abang angkatmu"ibunya icha yang bernama mira
"abang satria ya bu?"ujar icha menatap wajah ibunya
"iya nak satria,emang siapa lagi, kami tunggu kamu diruang tamu ya nak" ujar ibunya icha sambil tersenyum
"emangnya bang satria, mau ngomong apa ya bu."ujar icha yang binggung
"mana ibu tau nak,cepat keruang tamu.ngak baik membuat orang menunggu lama.ibu ke ruang tamu dulu."ujar ibunya icha dan ibunya pergi meninggalkan icha.
"iya bu"ujar icha dan icha menuju keruang tamu.
mereka menunggu icha diruang tamu dan icha pun keruang tamu.
********
"nah ini icha nya.nak duduk di samping ibumu"ujar ayahnya icha bernama ilham.
icha binggung, emangnya ada urusan penting apa yg ingin satria bicarakan.
"iya pak" ujar icha dengan wajah panasaran menatap satria.
"nak satria,mari kita dengerin jawabannya icha, karena yang menjalani hubungan adalah kalian berdua.kami sebagai orangtua setujuh setujuh ajah" ujar ayahnya icha dan membuat icha makin binggung
"ini ada apa ya???apa maksud dari perktaan ayah"ujar icha yang makin binggung sambil menatap wajah kedua orangtuanya dan juga wajah satria.
"begini anakku,nak satria ingin melamarmu, menjadikan kamu istrinya.apa kamu siap dan mau menerima nak satria menjadi suamimu" ujar ayahnya icha.
pandangan satria dan kedua orangtua icha menujuh kearah icha.
"apa melamarku??"ujar icha dengan raut wajah kaget dan masih ngak percaya.
"iya icha,abang kesini mau melamarmu dan menjadikan adik menjadi istrinya abang.apa adik mau menerima lamaran abang"ujar satria dengan sangat tegas, jelas dan sangat serius.
__ADS_1
"apa??abang ngak bercanda kan??kita itu ngak mungkin menikah bang,bukannya abang punya pacar.trus kenapa abang mau melamarku,abang ngak salah melamar wanita yang abang lamar ."ujar icha yang masih ngak percaya.
"abang serius dan ngak bercanda dik,abang serius ingin melamarmu menjadikanmu istrinya abang,"ujar satria dengan raut wajah yang serius menatap wajah icha
"kenapa abang tiba tiba mau melamarku,ada apa ini bang??"ujar icha yang masih binggung
"mohon maaf pak sama ibu.apa bisa saya membicarakan ini berdua dengan icha."ujar satria dengan suara yang lembut dan sopan
"iya bisa lah nak,kalian bicarakan ini dengan baik baik, karena kalian berdua yang akan menjalin rumah tangga dan berrumah tangga bukan kayak pacaran.menikah satu kali seumur hidup nak,"ujar ilham ayahnya icha sambil tersenyum.
"ayuk bu,kita pergi bu,biarkan mereka membicarakan masa depan mereka berdua."sambung ilham ayahnya icha dan kedua orangtua icha masuk kedalam kamar.
kedua orang tua icha pergi meninggalkan icha sama satria berada diruang tamu membicarakan masa depan.
"maaf sebelumnya dik dan maaf kalau abang mendadak melamarmu.sebenarnya abang kesini ingin bertanggung jawab atas apa yang abang lakukan kemarin padamu dengan tanpa sengaja."ujar satria dengan raut wajah bersalah dan sambil menggenggam tangan icha.
"buat apa bang??toh kita ngak melakukan apa apa dan abang ngak melakukan sesuatu yang salah. ngapain abang mau bertanggung jawab."ujar icha sambil tersenyum.
"kemarin,abang sudah melakukan hal yang menurut abang adalah kesalahan yang sangat fatal dik,abang hampir ajah menggambil mahkota berhargamu."ujar satria dengan raut wajah sedih merasa bersalah.
"ngak bisa kayak gitu dik,asal adik tau perasaan abang saat ini,abang merasa bersalah padamu dik.kamu itu udah abang anggap adik tapi abang melakukan hal yang tidak senonoh kepadamu dik"ujar satria dengan raut wajah yang makin bersalah.
"aku udah memaafkan abang,"ujar icha sambil tersenyum menatap wajah satria agar satria ngak merasakan perasaan bersalah.
"bang,kalau abang melamarku.gimana hati mbak tia,pacarnya abang.mbak tia yang setahun lebih,setia menanti abang,selama abang tugas dilibanon.apa abang ngak kasihan sama mbak tia dan kenapa abang ingin membalas penantian mbak tia dengan penghianatan dari abang."ujar icha yang merasa kasihan sama tia.
"abang adalah seorang prajurit,dimana abang harus bertanggung jawab, atas apa yang abang lakukan kepadamu dan prajurit sejati itu selalu menjunjung tinggi kehormatan wanita"ujar satria dengan nada suara pelan pelan jangan sampai kedua orangtuanya icha mendengar percakapan mereka berdua.
"kerhormatanku masih untuh bang,kalau aku terima lamaran abang,trus gimana dengan mbak tia dan aku juga punya pacar bang.aku juga kasihan sama pacarku bang.disini bukan hanya perasaan mbak tia yang akan hancur tapi ada perasaan paceku juga yang akan hancur bang."perkataan icha yang binggung
"kalau masalah mereka dibelakangin dulu dik,intinya adik harus menikah dengan abang dan abang ngak ingin melanggar sumpah abang sebagai seorang prajurit,besok abang cuti balik kampung dan sekalian abang mengurus berkas berkasnya abang, buat pengajuan nikah kita"ujar satria dengan sangat serius dan tegas
"tapi bang, harus kah secepat ini kita menikah, tak pacaran dulu.gimana kita bisa tau sifat kita masing masing, kalau ngak ada pacaran atau setidaknya ta'aruf lah beberapa bulan."ujar icha membuat satria tertawa
"adik ini aneh,kita udah saling kenal, udah sangat lama.apa harus ada kah kata pacaran atau taaruf.emang apa yang harus saling kita kenalin sifat,emangnya adik ngak tau sifatnya abang ya??emang sifat abang yang mana yang adik ngak tau."ujar satria sambil tertawa manis
"masa sih,adik ngak mengetahui sifat abang.abang ajah,udah sangat mengetahui sifatnya adik dan bahkan semua sifatnya adik.adikku sayang lebih baik itu kita nikah dulu,baru lah pacaran dan bukankah pacaran ngak diperbolehkan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diingakan,contohnya kemarin,kita yang hampir lakukan hubungan diluar pernikahan."sambung satria sambil tersenyum
__ADS_1
"tapi bang,kita menikah ngak saling mencintai dan aku ngak mau abang menikahiku hanya karena keterpaksaan ajah"ujar icha menatap satria
"kata siapa abang terpaksa menikahimu dik,sebenarnya abang tuh. udah lama jatuh hati sama adik, tapi adik udah punya pacar dan dulu yang abang lihat,adik tuh sangat begitu mencintai pacenya adik atau pacarnya adik tuh."ujar satria yang ternyata cemburu.
"aku tuh,sebenarnya ngak mencinta paceku,aku tuh pacaran sama pace karena pace tuh sangat mencintaiku dan sangat begitu mengikuti semua keinginanku tapi sayang dia sering selingkuhin aku."ujar icha dengan raut wajah sedih
"aku juga kaget,kenapa abang bisa suka sama aku.waktu abang tugas dilibanon,abang ngak balas komentarku dipostingan live fbnya abang.abang cuek bangat sama aku."ujar icha yang kesal sama satria karena di cuekin.
"abang melakukan itu karena abang tuh tau,kalau kalian saling tukar akun fb kan."ujar satria membuat icha terdiam
"iya bang,kok abang bisa tau.abang tau dari mana ya??"ujar icha yang kaget kok satria bisa tau
"aku tau lah dik,semua tentang dirimu pasti abang tau.kamu lupa ya,kan karim kaka sepupumu itu teman satu nongkrong sama abang dan abang sama icha saling kenal karena karim yang kenalin kita kan."ujar satria membuat icha menggangguk anggukan kepala
"adik sudahlah bahas masalah itu,lebih baik kita bicarakan ini sama orangtuamu.soal masalah jawabanmu.adik mau kan trima lamarannya abang."sambung satria sambil menatap wajah icha.
"iya mau bang,aku panggil ibu sama bapakku dulu ya bang."ujar icha sambil melangkah masuk kedalam dan beberapa menit icha keluar bersama kedua orangtuanya.
ibu sama bapak icha kembali bergabung bersama satria dan icha diruang tamu.
"gimana hasil perbincangan kalian berdua dan apa jawabannya"ujar ilham ayahnya icha.
"icha menerima lamaran bang satria bu,pak.icha udah siap menjadi istrinya bang satria dan icha mau menjadi persit yang selalu menemani abang satria"ujar icha sambil senyum
"alhamdulilah.kalau itu keputusan kalian berdua.ibu sama bapak setujuh setujuh ajah."ujar ilham ayahnya icha sama satria sambil tersenyum bahagia.
"oh iya bu pak.besok saya cuti dan saya akan balik kekampung.saya janji akan kembali kerumah ini membicarakan soal pernikahan saya sama icha."ujar satria yang begitu serius.
"iya nak,ibu sama bapak sebagai orangtua icha merestuin kamu sama anak kami."ujar mira sambil tersenyum
"trimakasih bu,pak"ujar satria sambil tersenyum bahagia.
karena sebelum kerumahnya icha jantung satria dekdekan seperti habis lomba lari.
satria takut lamaranya ditolak keluarganya icha dan juga icha juga menolak lamaran satria tapi akhirnya sekarang bisa bernafas legah.
karena icha menerima lamaran satria dan mereka pun mulai mempersiapkan berkas pengajuan nikah mereka berdua.
__ADS_1