Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Hukuman


__ADS_3

satria pov


Pagi hari satria berada dikantor bersama tian sama ronal dan mereka bekerja sama membuat laporan.


"satria,gimana keadan icha??"ujar tian sambil mengetik laptop


"iya sat,apakah icha udah memaafkanmu sat?apakah kalian udah baikan"ujar ronal yang juga lagi mengetik laptop.


"alhamdulilah keadaan icha udah membaik.kalau memaafkanku sepertinya belum bang,semalam aku membelikan icha makan kesukaannya tapi icha ngak memakannya dan icha malah memberikan makan itu sama adik sepupunya."ujar satria berhenti mengetik laptop dihadapannya.


"sabar sat,kamu sih satria.kenapa juga kamu ngak bisa menahan amarahmu sampai kau menampar pipinya icha.pastilah icha sakit hatinya dan icha juga akan selalu menginggatnya walaupun icha udah memaafkanmu.menurutku sikapmu kelewatan batas dan kamu udah melakukan kekerasan."ujar ronal yang juga berhenti mengetik laptop yang dihadapanya.


"tapi kan bang itu ngak sengajah bang,aku saat itu lagi emosi dan refleks menapar pipinya icha."ujar satria


"aku tau kau lagi emosi sat tapi kamu haru jaga emosi jangan sampai berbuat kekerasan memukul istrimu dan seemosi apapun kau, janganlah sampai menampar icha seperti itu.kenapa sih, kamu ngak menyelasaikan masalah rumah tanggamu dengan kepala dingin."ujar tian


"kita itu seorang prajurit,kita harus menjunjung tinggi kehormatan wanita dan kita itu punya hati digunakan untuk selalu bersabar."sambung tian


"kau ngak berpikir sat,tanganmu itu besar.apalagi jari jarimu dan kau tempelkan tanganmu diwajah icha. pasti rasanya benar benar sakit,jangan jangan kau menapar wajah icha seperti,kau menampar adik junior."ujar ronal


"kalau adik junior yang ditampar,pasti mereka sudah terbiasa sama tamparan kita tapi maslaahnya ini seorang wanita.kau taukan wanita itu lemah dan wanita baiknya dilindungi bukan dikasaran sat. apalagi icha itu istrimu,semestinya kau perlakukan icha layaknya ratu bukan musuh."sambung ronal


"satria,kau dipanggil jendral dan menghadap keruangannya icha,"ujar anton letingnya satria


"****** kau satria,mungkin masalah rumah tanggamu sudah sampai sama bapak jendral."ujar tian.


"habis kau satria."ujar ronal dan satria pergi keruangan jendral.

__ADS_1


satria meninggalkan tian sama ronal diruangan kerja mereka.persaan satria ketakutan karena harus menemui komandanya.


Sesampainya diruangan jendral.satria ketakutan melihat wajah jendral,komandan atau atasannya satria yang juga letingnya ayahnya satria.


"assalammulaikum pak.ijin komandan"ujar satria


"walaikum salam,silahkan masuk satria"ujar jendral


"siap komandan."ujar satria langsung berberdiri didepan pak jendral.


satria kaget ketika jendralnya menampar pipi satria. satria pun berfikir kalau komandanya mengetahui masalah rumah tangganya.


"kamu pasti sudah tau letak kesalahanmu kan satria?"ujar jendral yang emosi


"siap salah komandan"ujar satria sambil berdiri tegak menatap komandanya.


"siap salah komandan."ujar satria


"karena kamu sudah melanggar sumpah prajurit, maka kamu harus dihukum."ujar komandanya satria dengan raut wajah marah.


"siap komandan."ujar satria sambil berdiri tegak


"kamu taukan sumpah prajurit selalu menjujung tinggi kehormatan wanita dan menggutamakan keluarga."ujar komandannya


"siap iya komandan,"ujar satria


"kenapa kamu sampai menampar istrimu??apa yang membuatmu sampai menampar istrimu."ujar jendral

__ADS_1


"siap salah komandan.ijin,saya emosi dan refleks menampar istri saya komandan."ujar satria


"semarah apapun kamu,kamu semestinya bisa menahan emosimu.kalau menyelesaikan masalah rumah tangga itu dengan kepala dingin dan musyawarah dari hati ke hati bukan api dengan api.itu hanya membuat rumah tangga kamu terbakar."ujar komandan


"siap salah komandan."ujar satria


"ayahmu udah menceritakan semuanya sama aku. ayahmu memintaku untuk memberikanmu hukuman. aku menghukum kamu selama sebulan,sebelum apel pagi,kau harus lari menggelilingi lapangan sampai apel pagi dimulai dan sekarang kau harus sikap tobat sampai waktu istirahat."ujar jendral


"siap komandan." satria


"satria, jangan kau ulangi lagi.jika kau berbuat kesalahan lagi maka hukumanya kau akan dicambuk. kita itu seorang prajurit, kita selalu menjujung tinggi NKRI,kehormatan wanita dan keharmonisan rumah tangga."ujar jendral muhammad.SH


"siap komandan"ujar satria


"sekarang kau harus sikap tobat dihadapanku sampai waktu jam istrirahat."ujar jendral muhammad SH


"siap komandan."ujar satria


satria melakukan sikap tobat didepan jendaral dan diruangan komandanya sampai waktu jam istirahat tiba.


"satria,apakah pekerjaanmu sudah selesai buat atau??"ujar komandan sambil duduk dimejanya.


"ijin komandan,belum selesai komandan."ujar satria sambil sikap tobat


"nanti kau lanjut lagi,kalau hukumanmu sudah selesai kau jalani."ujar komandan


"siap komandan."ujar satria sambil sikap tobat.

__ADS_1


__ADS_2