
Satria membanggunkan icha untuk sholat subuh.icha banggun dari tidur,icha merasa mual lagi.setiap pagi bangun tidur,icha selalu merasa mual.icha berlari menuju toilet.satria menghampiri icha ke toilet yang lagi mual.
"sayang kamu masih sakit ya,"ujar satria dan
icha udah faham bagimana caranya menghentikan rasa mualnya.
icha memeluk satria dan wajah icha bersembunyi diketiak satria.mual icha pun berhenti dan icha ngak merasa mual lagi.
"udah ngak lagi kok bang."ujar icha yang langsung melepas pelukanya dari satria dan langsung menggambil air wudu.
"gimana udah ngak sakit, barusan itu apa,sayang barusan mual lagi."ujar satria dengan wajah kesal tetapi icha tidak merespon karena icha lagi menggambil air wuduh.
Selesai ambil air wudu,mereka sholat dan selesai sholat mereka berdua siap siap berangkat ke kampung halamannya satria.satria menggambil cuti untuk menghadiri wisuda adiknya dan pernikahan mbaknya.
"sayang yakin kita berangkat hari ini,sayang kan lagi sakit.kita batalkan ajah ya dan kita ngak jadi pulang ke kampung halamku."ujar satria
"siapa yang sakit,orang aku ngak sakit.aku sehat sehat kok bang."ujar icha sambil tersenyum menatap wajah satria yang lagi menghawatirkan keadaan icha.
"ya udah kita berangkat,"ujar satria.
icha sama satria dari bandara Djalaluddin kota gorontalo menuju bandara H.Hasan aroeboesman kota flores.
tiba dibandara H.Hasan aroeboesman kota flores.icha sama satria dijemput oleh keluarga besarnya satria.
tiba dirumah keluarga besarnya satria.mereka udah berkumpul menunggu satria sama icha.tiba dirumah satria icha kaget ternyata icha disambut dengan sangat baik oleh keluarganya satria.
"selamat datang dirumah ini cucu mantuku"ujar neneknya satria yang langsung memeluk icha dan nenek satria bernama jamila
"iya nek.trimakasih"ujar icha sambil menyalimi satu persatu keluarganya satria dan semua keluarga berkumpul diruang tamu sambil ngobrol.
"bang satria, apakah kado buat aku udah ada??."ujar sintia adiknya satria membuat icha sama satria hanya diam dan ngak berkata apa apa.
"iya sat,apa udah ada ngak hadia kami."ujar satriana kakanya satria sambil menatap wajah icha sama satria dan raut wajah mereka pun berubah sedih.
"kenapa kalian hanya diam nak atau jangan jangan belum ada kabar gembiranya ya nak."ujar wilda ibunya satria
__ADS_1
"iya bu,kami udah usaha bu tapi bulum juga dititipkan oleh allah swt bu,"ujar satria dengan raut wajah sedih dan icha hanya memilih diam.
"ngak papa nak,toh rezeki itu dari tuhan mungkin belum waktunya.lagi pula kalian baru tiga bulan nikah dan masih banyak waktu kok sayang.ngak usah sedih kayak gitu wajahnya."ujar ibunya satria
"satria,kau masih belum bisa jebolin gawang ya nak."ujar bapak satria bercanda
satria melihat ke arah icha seperti udah bosan dan gelisa.
"sayang kenapa ,kok sayang seperti gelisa begitu"ujar satria menatap icha yang duduk disampingnya.
"ngak papa bang"ujar icha menutupi apa yang icha rasakan.
"satria,kenapa dengan icha??"ujar satriana
"icha itu lagi sakit tapi ichanya maksa mau kesini."ujar satria
"emang icha sakit apa nak,kamu udah periksa icha ke dokter."ujar ibunya satria yang menghampiri icha dan ibunya satria meletakan punggung tanganya didahinya icha.
"kami belum kedokter bu,icha ngak mau.kata icha,hanya magnya ajah yang lagi kambuh.icha udah dua hari ini mual mual tapi icha ngak mau ke dokter."ujar satria
"iya mbak,kemarin mag icha kumat dan icha masih suka makan yang pedas pedas."ujar satria dengan raut wajah kesal.
"mungkin istrimu gelisa karna cape perjalanan kesini kali.ajak istrimu kekamar nak.icha pasti butuh istirahat tapi kalian makan dulu.ngak baik tidur perut kosong belum makan"ujar ibunya satria
"iya bu,aku udah laper bangat."ujar satria
satria berdiri dan mengajak icha menuju meja makan tapi icha ngak mau.icha lagi ngak suka makan.
"aku ngak suka makan,aku ngak laper."ujar icha dengan manja kepada satria.
"kenapa kamu ngak laper,orang kita seharian hanya makannya sekali dan itu waktu jam enam pagi.ini udah jam lima sore."ujar satria yang lagi berdiri didepan icha dan posisi icha lagi duduk.
"aku ngak laper bang,abang ajah yang makan."ujar icha menatap wajah satria
"abang suapin kamu ya.pasti kamu akan nafsu makan."ujar satria sambil menggenggam tangan icha tapi icha terus menolak
__ADS_1
"ngak mau,aku hanya cape bang,aku ingin berbaring ajah,,"ujar icha
"tapi perut kamu kosong belum diisi makanan.ngak baik tidur perut kosong."ujar satria
"aku ngak laper bang,aku hanya ingin istirahat ajah bang,"ujar icha
"ya udah abang anter kamu kekamar.setelah itu abang makan tapi beneran sayang ngak laper."ujar satria
"iya aku ngak laper dan aku ngak mau abang anter,sintia ajah yang nganter aku kekamar.abang makan ajah geh.aku tau abang pasti laper bangat kan."ujar icha sambil senyum manis menatap wajah satria yang berdiri dihadapanya.
"ya udah,abang panggil sintia dulu."ujar satria kembali duduk disamping icha.
"sintia,sin,sintia..."sambung satria memanggil adiknya sambil menggengam erat tangan icha.
"iya bang,kenapa bang??"ujar sintia menghampiri satria sama icha yang berada diruang tamu.
"boleh ngak mbak icha minta tolong sama sintia"ujar icha
"boleh lah mbak.emang mbak icha mau minta tolong apa mbak icha"ujar sintia sambil berdiri dihadapan icha sama sintia yang duduk dikursi sofa.
"anterin kakak iparmu ini kekamar abang."ujar satria
"siap bang,ayuk mbak icha."ujar sintia
icha bediri dari kursi sofa dan berjalan mengikuti sintia. satria duduk dimeja makan yang dirumah orangtua satria.
"kok hanya kamu yang makan,ichanya mana nak?? kenapa icha ngak makan bareng kamu nak??"ujar ibunya satria yang berada didapur dekat meja makan.
"katanya ngak laper.udah di ajak makan ngak mau,semenjak icha sakit.icha udah malas makan."ujar satria yang lagi menggambil nasi.
"mungkin mag icha udah parah nak.lebih baik diperiksakan ke dokter."ujar ibunya satria
"ibu ngak tau kan, menantunya ibu itu keras kepala sekali."ujar satria dan satria memulai makan
seperti biasa satria ngak suka kalau makan sambil ngobrol.
__ADS_1