
Semua panik melihat icha yang kembali ngak sadar diri dan wajah icha pucat.ayahnya satria Pun datang bersama dokter dan suster.
"apa yang terjadi sama ibu icha dan diharapkan semua keluar dari ruangan ini."ujar dokter yang mau periksa keadaan icha.
"ayuk satria,kita keluar."ujar wilda sambil memarik tangan satria
"aku ngak mau keluar bu,aku mau disini didekat istriku bu"ujar satria yang masih berdiri disamping dokter dengan raut wajah panik dan cemas
"maaf pak,bapak harus keluar dari ruangan ini dan bapak harus menunggu diluar."ujar perawat
"saya ngak mau sus,saya harus berada disini.saya ngak bisa menunggu diluar suster."ujar satria
"ayuk nak,kita harus nungguin icha diluar.kalau kita disini hanya mengganggu dokter memeriksa keadaan icha."ujar satria
"tapi bu,"ujar satria yang terhenti dilanjutkan hilman ayahnya satria.
"ayuk nak,kita tunggu diluar"ujar hilman dan keluarganya menunggu icha diluar ruangan.
satria berdiri didepan pintu ruangan dan satria mondar mandir menunggu dokter keluar dari ruangan memeriksa keadaan icha.
tante satria yang juga seorang dokter dirumah sakit.wati menuju masuk keruangan dimana icha dirawat tetapi dihalang oleh satria.
"tante tolongin icha,katakan ke dokter beri icha obat yang bisa membuat icha mampu melewati ini tante.lakukan yang terbaik untuk istrinya satria tante.satria ngak kuat melihat istri satria begini tante, satria mohon sama tante."ujar satria memeluk tantenya dengan deraian air mata
"iya sayang,banyak berdoa semoga istrimu bisa melewati semuanya.tante akan bantu lakukan yang terbaik untuk istrimu."ujar wati tantenya satria
"wati, kamu yang kami harapankan,tolong bantu kami.berikan yang terbaik untuk menantuku."ujar wilda ibunya satria
"iya mbak,aku akan melakukan yang terbaik untuk menantu kita.aku masuk kedalam dulu mbak."ujar wati sambil tersenyum menguatkan wilda dan tantenya satria pun masuk kedalam ruangan icha dirawat.
satria pun kembali mondar mandir didepan ruangan dan satria ngak bisa diam.
__ADS_1
"sabar nak,kamu duduk dulu.janganlah kau mondar mandir seprti ini."ujar hilamn mencoba menguatkan satria
beberapa menit pun dokter dan para perawat keluar dari ruangan.
"suaminya ibu icha zaskia."ujar dokter yang bukan wati
"saya dokter suaminya.kenapa dengan istri saya dan gimana dokter keadaan istri saya,"ujar satria dengan raut wajah ketakutan
"alhamdulilah keadaan istri bapak sudah membaik dan sudah siuman.sudah bisa di jenguk,didalam ada doktet wati,saya permisi dulu pak."ujar dokter
"alhamduliah.trimakasih dok"ujar satria
satria dan keluarga satria masuk kedalam ruangan icha dirawat.
"alhamdulilah sayang kamu udah siuman."ujar satria yang ingin memeluk icha tetapi icha ngak mau dipeluk oleh satria.
icha menatap wajah satria dengan sangat marah dan icha masih marah sama satria.
"alhamdulilah udah membaik bu,maaf kan icha bu udah membuat semua pada hawatir sama keadaan icha."ujar icha
"ngak papa nak,icha harus kuat ya melewati masa masa ngidam"ujar wilda
"ibu sama ayah dan yang lain lebih baik pulang aja. icha mengerti kalian semua pasti cape kan,baru selesai sibuk diacara pernikahan mbak satriana dan kini semua harus sibuk menjaga icha yang dirawat dirumah sakit."ujar icha
"iya bu,betul apa kata icha.ibu sama yang lain lebih baik pulang dan beristirahat.nanti satria yang menjaga icha."ujar satria
"ya udah nak.jaga istrimu dan kalau terjadi sesuatu telfon ayah atau ibu ya."ujar wilda
"iya bu.ibu sama ayah dan yang lain pulang ajah."ujar satria
keluarga satria pergi meninggalkan ruangan icha dirawat.diruangan icha hanya ada satria sama icha.
__ADS_1
"sayang gimana keadaanmu??"ujar satria yang menggenggam tangan icha tapi icha menepis tangan satria dan icha memutar tubuhnya membelakangi satria.
"aku ngantuk,aku mau tidur ini udah malam.kalau mau ngobrol besok pagi ajah."ujar icha membelakangi satria
"sayang,abang mohon maaf.abang tau abang salah.maafkan abang ya."ujar satria tetapi icha ngak meresponnya dan icha pun berpura pura tidur.
"sayang ngak baik lo membelakangi suami atau marahan sama suami lebih dari sehari.entar dosa loh sayang.kan surga istri ada pada suami"ujar satria
"bodo,abang juga ngak takut dosa marah marahin istri.aku hanya mau dimanja tapi sayang selalu marah marahin saya."ujar icha
"iya abang tau,makanya abang mohon maaf.maafin abang ya.masa kita yang udah mau jadi orangtua,masih harus marah marahan sih.apa lagi anak kita lihat,kita berdua marahan."ujar satria
icha memutar tubuhnya menatap satria.icha tersenyum dan menggenggam tangan satria.
"iya bang,aku juga mohon maaf karena udah marah marah ngak jelas sama abang, juga nangis ngak jelas dan sikap icha yang aneh yang selalu berubah ubah.selalu membuat abang cape dan kesal"ujar icha sambil tersenyum.
"maafin abang sayang,abang yang salah.sayang bisa ulangin semuanya sama abang,kalau perlu sayang mau pukul abang juga ngak papa.asalkan sayang beneran ngidam bukan usil atau isengin abang."ujar satria
"ngaklah abang nanti ajah.lagi pula,icha belum ngidam sesuatu dan belum ada yang diperintahkan oleh sang bayi kita."ujar icha sambil menggusap usap perutnya icha dan satria pun meletakan tanganya diatas tangannya icha yang berada diperut icha.
"sayang jangan ngidam yang bikin bunda sakit dong,ayah sangat menghawatir keadaan jagoan ayah sama keadaan ibumu tau."ujar satria dan mencium perut icha
"bang tidur disampingku ya"ujar icha menepuk bed tempat disampingnya icha
"tapi tempatnya ngak muat sayang,kan sayang udah endut."ujar satria
"ngak kok,aku masih langsing kok bang,aku gendut karna ulah siapa??sudah abang tidur bareng aku dan masih muat kok bang.aku ingin tidur dipeluk abang."ujar icha dengan manja.
satria pun membaringkan tubunya disamping icha dan satria memeluk icha.
"sayang ini pasti keinginan bayi kita kan."ujar satria
__ADS_1
"ngak kok banh,orang ini kemauanku.aku hanya ingin selalu memelukmu abang,aku ingin terus bersama, walaupun kita sering terpisah karena pangilan ibu pertiwi."ujar icha dan menyembunyikan wajahnya diketiaknya satria dan mereka pun tertidur saling berpelukan.