Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
RI PNG


__ADS_3

Disaat usia kandungan icha yang mulai memasuki 7 bulan atau 28 minggu.icha masih sibuk sama tugas kampus.


satria lagi sibuk bantuin icha mengerjakan tugas kuliahnya icha.selesai mengerjakan tugas kuliahnya icha.satria lagi ngobrol serius sama icha.


"sayang sini dong.abang mau ngobrol serius sama sayang"ujar satria yang duduk diatas kasur dan icha menyimpan laptop yang selesai mengerjakan tugas kuliahnya icha.


"ada apa sayang"ujar icha sambil duduk diatas kasur disampingnya satria dan satria memeluk icha


"sayang abang kangen bangat sama sayang dan abang juga kangen sama bayi kita."ujar satria dengan raut wajah sedih


"kenapa abang bersikap kayak gini,tumben ajah abang kayak gini.kenapa abang kangen?? orang kita selalu bersama kok bang"ujar icha yang binggung sama sikapnya satria


"emang iya kita selalu bersama tetapi suatu hari nanti abang bakalan kangen sama istrinya abang dan anak kita yang lagi dikandungan sayang."ujar satria sambil memeluk icha dan satria menangis.


icha melepas pelukan dari satria dan icha menatap wajah satria yang menangis.


"tunggu dulu,kenapa abang menangis dan apa maksudnya bang."ujar icha yang binggung menatap wajah satria


"sayang,nama abang keluar untuk tugas RI PNG"ujar satria dengan raut wajah sedih.


"abang mau pergi satgas ya?kenapa abang nangis?prajurit itu harus kuat dan ngak boleh cengeng."ujar icha dengan hati sebenarnya sedih karena suaminya akan pergi satgas disaat usia kandungannya yang memasuki 28 minggu.


"abang juga bisa nangis loh sayang,abang juga manusia yang sebenarnya punya perasaan.abang juga akan bisa mewek, kalau itu menyangkut orangtua,istri,anak,saudara dan seluruh rakyat indonesia.abang ithu sedih harus meninggalkan istri abang yang lagi hamil besar.abang sebenarnya ingin berada disaat istri abang lahiran."ujar satria


"abang juga ingin melihat wajah anak pertama kita lahir kedunia ini."ujar satria yang kembali meneteskan air mata dan icha langsung memeluk satria.

__ADS_1


"icha ngerti persaan abang saat ini.semua suami istri pasti ingin bersama.apalagi disaat istrinya lahiran,aku juga ingin ada sosok suamiku disampingku dan begitu pun sama abang.abang juga ingin berada disampingku,disaat aku lahiran tapi kan abang juga harus ingat. abang adalah prajurit negeri ini,abang juga punya tanggung jawab menjaga negeri ini."ujar icha


"jujur aku juga pingin abang selalu bersamaku selamanya tetapi aku juga harus ingat suamiku seorang prajurit dimana aku harus mengiklaskan kebahagiaanku demi negara ini dan demi tidur rakyat ini nyenyak.emang abang itu suamiku tapi abang juga milik negara.abang berjuang demi negara ini maka aku sebagai istri harus mengsuport suamiku demi Nkri."ujar icha mencoba kuat tetapi air mata icha pun jatuh.


"trimaksih sudah mau mengerti tugas dan tanggung jawab abang terhadap negeri ini"ujar satria sambil memeluk tubuh icha


"laksanakan tugas abang dengan baik.abang jangan pernah hawatir dengan keadaanku sama anak kita karena abang harus percaya ada allah swt yang akan menjaga istri sama anak kita.aku pun selalu percaya ketika abang tugas keluar kota pasti ada allah swt yang akan menjaga abang saat tugas."ujar icha sambil menyandarkan kepalanya didada satria


"abang bersyukur diberikan istri yang kuat seperti sayang yang ngak pernah takut ditinggalkan suami pergi tugas."ujar satria memeluk icha dan mencium dahi icha


"seorang persit akan selalu mengsuport dan mendorong suami ke medan juang,kaya MARS PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA."ujar icha


"abang ngak salah menjadikan aayang persitnya abang.love you persitku."ujar satria mencium dahinya icha


"bang ronal sama abang tian juga ikut pergi satgas bareng abang."ujar satria


"apa bang ronal sama bang tian juga ikut.kasihan juga mbak regina sama anggi.bang ronal pergi tugas disaat proses lahiran mbak regina udah dekat lahiran dan kasihan juga anggi.bang tian pergi satgas disaat anggi lagi ngidam aneh"ujar icha sambil memeluk tubuh suaminya yang berbaring disampingnya.


"sayang juga kasihan sayang.sayang lupa,sayang juga lagi hamil sama seperti anggi sama mbak regina.kalian akan lahiran tanpa ada suami disamping kalian.suami suami kalian harus pergi satgas."ujar satria yang mencium cium dahi icha dan sambi mengusap usa kepala icha yang berada didadanya satria.


"emangnya abang pergi satgas perbatasana indonesia sama papua nugini (RI PNG) berapa bulan?? dan kapan pergi satgasnya??."ujar icha


"kami satgas 9 bulan dan mulai pergi tanggal 5 agustus"ujar satria kembali memeluk icha


"ya ampun bang hanya sembilan bulan kok,itu bukan waktu yang lama.sembilan bulan ngak lama,yang lama itu waktu abang tugas dilibanon."ujar icha

__ADS_1


"sayang masalahnya waktu abang tugas perdamaian, kan abang masih bujang.walau abang lama lama ngak papa tapi ini kan statusnya abang udah beda. status abang saat ini adalah seorang suami dan bentar lagi akan jadi seorang ayah. rasanya itu beda dan ngak enak sayang,"ujar satria


"biasa ajah kali bang,itu ngak lama bang.dibawah santai ajah bang.itulah nasib prajurit"ujar icha


"apa itu bukan waktu yag lama sayang tapi bagi abang itu waktu yang lama.abang akan kangen sama istri nya abang yang cantik jelita ini dan istri sholeha ini."ujar satria yang mencubit hidung icha dengan gemas.


"sakit tau bang tapi ngak papa.aku pasti akan rindu waktu waktu kayak gini,nantinya pergi satgas."ujar icha sambil mencuim cium tubuh satria.


"sayang abang ingin nyusu boleh ngak."ujar satria membuat icha kaget


"ya udah aku buatin susunya dulu.aku lupa buatin abang susu"ujar icha beranjak bangun dari kasur tapi icha menahan icha agar ngak berdiri dari kasur.


"bukan nyusu digelas tapi di itu"ujar satria menunjuk buah dada icha


"ya allah sayang,abang itu entar lagi udah mau jadi seorang ayah.masa sih masih mau nyusu juga."ujar icha sambil ketawa.


"kan sebelum tempat nyusu abang diambil anak sendiri"ujar satria yang mulai menyusu dan icha ketawa


"kenapa ketawa sayang ada yang lucu dengan wajah abang lagi nyusu."ujar satria yang berhenti minum susu


"icha hanya ngebayangin ajah, gimana nantinya kita udah punya anak.pasti abang sama bayi kita saling berebutan menyusu dong.icha akan punya anak dua dong.satunya bayi gede yang satunya bayi kecil."ujar icha dan sambil ketawa


"kalau udah punya anak.abang akan mengalah sama anak.anak dulu yang menyusu nanti abang ngantri"ujar satria yang kembali menyusu.


"masa ayah sama anak sama sama nyusu."ujar icha tapi ngak direspon satria yang lagi minum susu.

__ADS_1


__ADS_2