
satria pov
Satria lagi dikantor bersama ronal dan tian.mereka bekerja diruangan yang sama.tian sama onal melihat wajah satria yang kayak ada masalah.
"sat,kamu kenapa??aku lihat lihat wajahmu lagi kesal bangat.emangnya ada masalah apa satria??"ujar ronal yang duduk disamping satria yang lagi membuat laporan.
"ngak papa bang,"ujar satria yang masih cemberut dan kesal
"aku bisa tebak,pasti kau semalam icha ngak dapat jatahkan."ujar tian
"icha kasih kok.semalam kami main."ujar satria sambil mengetik laptop dengan raut wajah kesal.
"trus kamu kenapa??kamu berantem sama icha ya."ujar ronal
"ngak kok bang,kami baik baik ajah bang,"ujar satria yang masih kesal.
"trus apa dong sat??ngak mungkin kamu ngak ada masalah atau jangan jangan kamu ngak punya uang."ujar tian
"aku masih ada uang kok bang"ujar satria yg masih kesal
"trus apa dong masalahnya??coba kamu ceritain ajah sama kami."ujar onal
"iya,kamu kesal apa dong sat??coba jelasin sat."ujar tian
"aku kesal sama ikhsan anakku."ujar satria yang membuat ronal sama tian saling menatap dan binggung sama satria yang kesal sama anaknya.
"masa kamu kesal sama anakmu yang ngak tau apa apa.kamu tu harus bersyukur diberi anak sat."ujar ronal
"aku bersyukur memiliki ikhsan bang tapiaku tu hanya lagi kesal karena semalam aku lagi main sama icha dan udah benar benar dipuncak tapi terhenti. terhentinya pula ditengah hasratku dan digantung karena anakku pakai acara nangis.kau tau kan gimana rasanya, ketika hasratmu digantung,apa lagi udah mau dipuncak enak enaknya."ujar satria dengan raut wajah cemberut dan kesal
"hahahahhahaa."suara tertawa tian sama ronal berbarengan menertawakan satria yang kesal.
__ADS_1
"jadi itu toh yang bikin kamu kesal sama anakmu."ujar ronal
"ya allah sat,kau kesal hanya karena anakmu bangun disaat kau lagi enak enak main."ujar tian sambil senyum dan geleng geleng kepala.
"gini ajah sat,anakmu kau titip ajah sama aku.kalau kamu mau main sama icha."ujar ronal
"kalau kamu kesal sama anakmu,titip ajah anakmu untuk kami.kami butuh bayimu untuk menghibur kami."ujar tian
"mana icha mau ijinin,ikhsan tidur berpisah sama ikhsan." ujar satria yang masih kesal
"bukannya kau pernah mengatakan,anakmu anak kami juga kan.kami juga pingin kebangun tengah malam merawat anak kecil."ujar ronal
"begini ajah satria,anak pertamamu nanti kami yang merawatnya dan kami akan menggangkat anakmu itu jadi anak kami nanti kamu buat lagi"ujar tian
"ngak ah bang,orang anakku baru satu.emang anak bisa dikasih kasih sama orang."ujar satria
"begini ajah sat,aku akan bujuk regina untuk ijin pada icha agar ikhsan tidur dirumah kami."ujar ronal
"ide yang bagus bang tian,kita buat jadwal ajah malam ini ikhsan tidur dirumah siapa dan seterusnya sampai ikhsan gede.saat aku melihat anakmu sat, makin aku kangen dan ingin selalu bersama anakmu."ujar ronal
"icha pasti ngak akan mau,icha itu orangnya ngak mau malamnya tidur berpisah pisah sama ikhsan"perktaan satria
"kamu lupa sat,mbak reginamu itu pintar merayu. apalagi sesama perempuan,pasti mbakmu itu bisa merayu icha dari hati kehati dan apalagi sesama perempuan"ujar ronal
"bang,ini udah jam istirahat makan siang ya.ayuk makan siang bareng."sambung ronal
"kita mau makan siang dimana??"ujar tian
"aku maunya makan siang dirumahku ajah,sama icha.ini juga jam istriku istirahat makan siang.aku mau jemput icha dikampusnya dulu tapi sebelum kekampus aku mau ketokoh buku dulu.aku mau beli buku untuk tugas kampusnya icha."ujar satria
"ya udah, kita ngak jadi makan siang bareng dan kita makan siang balik kerumah masing masing ajah."perkataan ronal.
__ADS_1
mereka bertiga pun pergi istirahat makan siang.
***********
Sesampainya ditokoh buku,satria mencaRi buku yang ingin satria beli karena icha sudah mengirim gambar bukunya lewat wa.
disaat satria lagi mencari buku itu satria ketemu lagi sama sindi yang juga lagi mencari buku yang sama.
"eh bang satria,ngapain disini pak."ujar sindi sambil menatap senyum senyum dan centilnya
"mau cari baju mbak."ujar satria bercanda
"idih abang bercanda,abang cari buku seperti apa?mungkin aku bisa bantu cariin buku yang abang cari"ujar sindi yang menggoda satria
"mau cari buku lah mbak,ngak papa mbak nanti aku cari sendiri ajah mbak."ujar satria dan satria geli melihat tingkah sindi
"aku bisa bantuin abang kok."ujar sindi yang centil
"ngak perlu mbak,aku udah temukan bukunya,ini buku yang aku cari."ujar satria dan meperlihatkan buku yang satria cari
"kok kita cari buku yang sama ya bang,apa kita emang jodoh.udah tiga kali, kita ketemu loh bang.mungkin itu tanda tanda jodoh."ujar sindi yang godain satria.
"aku kekasir dulu ya mbak."ujar satria dan satria melihat tingkah sindi membuat satria makin tak suka dan geli.satria meninggalkan sindi dan satria menuju kasir membayar buku itu.satria terus menghindar dari sindi.
"gila benar thu wanita,makin geli aku lihat wanita centil seperti itu.amit amit aku ketemu dia untuk kesekian kalinya."ujar satria yang menuju kasir.
"tunggu bang,kita bayar bukunya bersama"ujar sindi sambil mengambil buku dan mengikuti satria kekasir.
satria selesai bayar buku dikasir,satria belari keluar menghindari sindi.
"alhamdulilah,dikasir ngak antri jadi aku bisa menghindari wanita itu dan meninggalkan wanita gila itu disana."ujar satria yang menuju keparkiran.
__ADS_1