Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Perpisahan satgas


__ADS_3

Tiba waktunya para prajurit yang ditugaskan RI PNG harus pergi tugas.para prajurit dan para keluarga prajurit yang akan ditugaskan RI PNG berada dipelabuhan kota gorontalo.


icha,regina dan anggi pun ikut mengantarkan suami mereka untuk pergi tugas.satria memeluk icha terus.satria ngak pernah melepas pelukanya dari icha.icha ngak membawah anaknya karena anak mereka masih dalam ingkubator.


"bang jaga kesehatan selama disana,abang jangan hawatir dengan keadaan aku sama ikhsan.kami berdua akan selalu mendoakanmu dan menanti abang pulang kesini dengan selamat."ujar icha yang menyandarkan kepalanya didada satria dan satria memeluk icha.


tangan satria melingkar dipinggul icha dan satria sambil menggenggap payung karena saat itu terik matahari sangat panas.


"bunda ikhsan, ayah titip ikhsan ya.bunda sama ikhsan juga harus jaga kesehatan agar ayah bisa tugas tanpa menghawatir keadaan bunda sama ikhsan."ujar satria dan icha kaget mendengar satria.


icha mengangkat kepalanya yang bersandar didada satria dan icha ketawa.


"kenapa bunda ketawa??semua orang orang disini lagi pada sedih bun dan bunda salah momen tau. bukan waktunya ketawa saat ini,saat ini momennya untuk menangis bukan ketawa bun."ujar satria dengan raut wajah kesal dan membuat icha makin ketawa lucu.


"bang,aneh ajah aku mendengar.abang menyebut diri abang dengan sebutan ayah."ujar icha kembali ketawa


"kok aneh,emang abang udah jadi seorang ayah.abang kan udah punya satu anak,abang adalah ayah muda dan abang adalah ayah sangat ganteng"ujar satria dengan pecaya dirinya


"gila kau satria,sejak kau menjadi ayah percaya dirimu makin bertambah dan makin menjadi jadi."ujar ronal yang mendengar percakapan icha sama satria


"dimaklumi ajah nal,satria udah seprti itu orangnya"ujar tian yang ternyata mendengar percakapan icha sama satria

__ADS_1


"kenapa kau ketawa icha."ujar regina yang lagi memeluk ronal dan berada disamping icha sama satria


"aku juga ngak tau mbak,aku juga binggung.aku memanggil icha dengan sebutan bunda dan aku sebut aku ayah. icha malah ketawa dan kata icha, kalau aku itu aneh."ujar satria yang kesal sambil memeluk icha.


"ya ampun mbak icha,wajarlah mbak icha,kan mbak icha sama bang satria udah jadi ayah sama bunda.orangtua dari muhammad ikhsan."ujar anggi yang lagi memeluk tian.


"sudah,sudah.momennya sekarang itu momen bersedih bukan berdebat.itu hal yang ngak penting untuk berdebat"ujar satria


"kayaknya istri istri kita ngak kelihatan sedih berpisah dari kita ya."ujar ronal


"kami para suami yang kelihatan sedih.kami sedih mendapat tugas yang harus meninggalkan istri dalam kondisi seperti ini dan para istri ketawa bahagia."ujar tian dengan raut wajah kesal.


"istri mana yang bahagia ditinggal sama suami dalam keadan hamil dan ada juga yang baru ajah lahiran.kami sedih,bahkan lebih dari kalian para suami.kami sebenarnya ingin selalu bersama suami kami,apalagi dengan kondisi kami seperti ini.kondisi kami membutukan perhatian suami disamping kami tapi kami juga ingat dengan sumpah kalian sebagai prajurit.tugas kami sebagai persit,selalu mendorong dan mengsuport suami kami kemedan juang."ujar anggi yang berubah sedih dan menangis tapi raut wajah anggi berubah merah karna rasa mual.


"kamu kenapa sayang??kamu rasa mual lagi ya"ujar tian ke anggi yang lagi mual.


icha,regina,satria,dan ronal melepas pelukan dan menghampiri anggi yang lagi mual


"sabar anggi,jalanin ngidammu dengan ikhlsa.inilah hidup kita sebagai persit."ujar regina sambil meneteskan air mata sambil mengusap usap perutnya yang lagi hamil tua.


"sayang,kamu mual lagi ya?"ujar tian yang menghawatir keadaan anggi tetapi anggi ngak merespon perkataan tian.

__ADS_1


"kepada semua prajurit yang pergi satgas diharapkan naik kekapal dan kita akan segera berangkat."ujar suara yang terdengar dipelabuhan kota gorontalo


"sudah tian pergi aja,ada aku sama mbak regina yang akan menjaga istrimu.kami adalah saudara dan kami saling menjaga satu sama lain karena nasib kami sama yang ditinggalkan suami pergi tugas."ujar icha yang meneteskan air mata dan satria memeluk icha


ronal memeluk regina dan tian memeluk anggi. tangisan para istripun pecah dipelukan suami masing masing.


disaat itu pun terjadi lomba nangis antara ke tiga pasangan itu. para suami terus menghibur istri mereka masing masing.


satria,ronal dan tian juga ikut menangis harus meninggalkan istri mereka.satria pergi tugas meninggalkan icha yang baru ajah lahiran anak pertama mereka tetapi anak mereka harus masuk ke dalam ingkubator.


ronal meninggalkan regina yang lagi hamil tua dan tinggal menghitung hari regina akan melahirkan anak pertama mereka,regina harus melahirkan anak pertamanya tanpa ronal disampingnya.


sedangkan tian meninggalkan anggi yang lagi masa masa ngidam yang sering mual mula dan anggi juga akan melahirkan anak pertamanya tanpa tian disampingnya.usia kandungan anggi baru dua bulan dan tian pergi satgas 9 bulan.hati mereka berenam menjadi sedih.


satria,ronal dan tian pun menaiki anak tangga kapal yang akan membawah mereka pergi satgas.


icha,anggi sama regina bersedih dan mereka melambaikan tangan untuk para suami mereka yang akan pergi satgas ke jayapura (RI PNG).icha,anggi sama regina saling berpelukan ketika kapal yang membawah suami mereka satgas sudah ngak terlihat lagi dipelabuhan kota gorontalo.


tangisan ketiga sahabat itupun benar benar dan mereka bertiga saling menguatkan satu sama lain karena nasib mereka sama sama ditinggal suami pergi satga.


"ayuk kita balik ke asrama."ujar regina dengan nada suara serak habis nangis yang sambil berperlukan sama anggi dan icha.

__ADS_1


mereka pun pergi meninggalkan pelabuhan kota gorontalo menuju asrama.


__ADS_2