
Seminggu lagi satria pulang satgas.ikhsan sakit dan icha menbawah ikhsan ke rumah sakit.icha lagi menunggu antrian icha dan ternyata icha berpapasan ketemu sama firmansyah lagi.
icha lagi duduk sambil mengendong anaknya yang merengek kesakitan.firman menghampiri icha dan membuat icha kaget
"icha,kamu ngapain disini??kenapa anak kamu menangis??"ujar firman
"eh pak firman,saya lagi menunggu antrian pak. anak saya nangis karena anak saya lagi sakit pak ."ujar icha sambil membujuk agar anaknya ngak nangis.
"kamu ikut saya dan kamu ngak harus ikut antrian."ujar firman sambil menatap wajah icha
"ngak pak,saya menunggu antrian ajah."ujar icha mencoba menolak tawaran firmansyah tapi suara ikhsan makin kerasa merengek kesakitan.
"icha ikut aku ajah, kasihan anakmu.anakmu kelihatan slagi nahan sakit."ujar firman sambil tersenyum dan icha pun mengikuti firman.
icha masuk keruangan tanpa menunggu antrian, setelah ikhsan diperiksa dokter. icha sama firman keluar dari rungan dokter itu dan mereka melangkah keluar dari rumah sakit.
"trimaksih ya pak,trimakasih bapak sudah menolong saya."ujar icha yang menggendong ikhsan yang tertidur dipelukan icha.
"iya icha,icha kenapa kamu kerumah sakit sedirian, bukannya kamu mengatakan kamu punya suami dan emang suamimu kemana??."ujar firman sambil menatap wajah icha.
__ADS_1
"suami saya ngak bisa nemani kami karena suami saya lagi kerja pak"ujar icha sambil tersenyum
"sesibuk apapun suamimu,seharusnya dia punya waktu untuk mengantar kalian berdua kerumah sakit."ujar firman
"suami saya ngak bersama kami pak dan suami saya ngak bisa mengantar anak kami kerumah sakit karena suami saya tugasnya diluar kota pak."ujar icha
"emang suamimu kerja apa sih??sampai ngak punya waktu buat kamu sama anakmu."ujar firman
"suami saya seorang prajurit dan lagi satgas diperbatasan indonesia sama papua nungini."ujar icha
firman pun terdiam ngak tau mau ngomong apa.
"iya ngak papa pak.oh iya pak,kenapa barusan kita ngak ikut antrian??emang dokter yang praktek barusan didalam itu temannya bapak ya."ujar icha
"bukan icha tapi saya adalah pemilik rumah sakit ini."ujar firman
"ternyata rumah sakit ini milik bapak juga,aku baru tau pak."ujar icha dan firman hanya tersenyum.
"icha bisa ngak kita berteman,aku hanya ingin berteman sama kamu dan ngak lebih kok.icha maaf ya masalah kemarin dikampus,aku fikir kamu belum menikah dan aku mengajak kamu jalan.jujur ya icha, aku sudah tertarik sama kamu,pada pandangan pertama tapi harapanku telah ku kubur karena ngak mungkin saya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga kamu sama suamimu"ujar firman
__ADS_1
"saya ngak bisa berteman pak karena saya harus ijin dulu sama suami saya pak dan waktu kejadian dikampus. sebenarnya saya marah sama bapak karenaa bapak mengajak saya jalan dan saya ngak mau menghianati suami saya."ujar icha
"saya bangga sama kamu,kamu sama sekali ngak tergoda sama saya.biasanya ada para persit,selalu tergoda sama pria lain, ketika suaminya pergi tugas diluar kota."ujar firman sambil menatap wajah icha.
"sifat seseorang itu berbeda dan sebenarnya ujian terbesar seorang persit itu. ketika suaminya pergi tugas diluar kota."ujar icha
mereka tiba didepan pintu keluar rumah sakit dan berada digerbang rumah sakit.
"icha,aku antar kamu pulang ya."ujar firman sambil tersenyum dan sambil menatap wajah icha.
"saya ngak mau pak.saya bisa pulang sendiri,saya ngak mau ada fitnah diantara kita pak.apalagi suami saya masih dalam penugasan diluar kota.kalau bapak mengantar saya,apa kata para tentanggaku yang diasrama.saya saat ini,menjaga nama baik suami saya dan rumah tanggaku pak."ujar icha
"ya udah tapi kamu yakin,kamu ngak mau aku antar pulang.ini udah malam loh icha.apalagi kamu bersama anakmu yang lagi sakit."ujar firman
"saya yakin pak,saya bisa pulang nAik angkot ajah pak.sekali lagi trimakasih sudah membantu saya pak dan saya permisi dulu."ujar icha
"iya icha.kalau perlu bantuan hubungin saya ajah"ujar firman
icha pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.icha pulang naik angkot.
__ADS_1