
Tiba dirumah sakit,icha dibawah keruangan bersalin.dokter memeriksa keadaan icha dan satria berada didalam bersama icha terus.
"pak satria,ibu icha udah mau lahiran dan sudah memasuki pembukaan ke 7 "ujar dokter
"tapi dok,kandungan istri saya baru memasuki 29 minggu.kalau istri saya melahiran sekarang maka anak saya akan dilahirkan peramatur dong dok."ujar satria
"anak bapak satria sama ibu icha harus dimasukan kedalam ingkubator sampai beberapa bulan.ibu icha sekarang harus memperbanyak berjalan dan ibu icha jangan mengejan sebelum pembukanan sempurna.saya permisi dulu pak,nanti saya balik lagi memeriksa keadaan ibu icha"ujar dokter
"trimaksih dok"ujar satria yang selalu berada disamping icha.
satria yang dek dekan melihat ichA.satria mendampingi icha dan selalu menggenggam tangan icha.walau icha berjalan bolak balik,satria juga mengikuti icha yang bolak balik.
"sayang kalau sayang kesakitan remaslah dengan sangat kuat tangan abang agar abang bisa merasakan apa yang sayang rasakan."ujar satria dan icha tidak merespon karna icha sibuk menahan rasa sakit dibagian pinggul.
sudah semua gaya yang icha lakukan sambil menunggu pembukaan sempurna.satria memeluk icha dan ketika rasa sakit itu tiba icha memeluk satria dengan sangat kuat.
icha berjalan dan satria mengusap usap pinggul sama perutnya icha.icha yang lahiran satria yang ketakutan campur aduk,ketika melihat keadaan icha menggalami proses lahiran.
"icha sabar ya nak,ibu yakin kamu pasti bisa melewati ini semua."ujar ibunya icha yang berada dirumah sakit menemani icha.
ibunya icha niatnya balik ke kota manado.sore hari,jam 5 tapi ibunya icha membatalkan balik ke kota manado.kedua orang tua satria pun belum sempat balik ke NTT.
niatnya orangtua satria balik ke NTT besok pagi.semua ngumpul dirumah sakit dan semua panik melihat icha.
icha yang mau lahiran tapi satria yang ketakutan, panik,pucat dan keringatan dingin seperti satria yang mau lahiran.
"sabar sayang."ujar satria sambil mengusap usap perut icha sampai pinggulnya icha dari belakang dan satria menggikuti icha berjalan bolak balik sambil membaca salawat.
gaya mereka berubah ubah seperti orang yang lagi dansa.ketika rasa sakit tiba icha ngak sengaja menggigit bahu satria.
niatnya icha mau mencium bahu satria karena rasa sakit itu tiba membuat icha pun menggigit bahu satria.ketika icha ngak sengaja menggigit bahu satria,satria malah makin ketakutan melihat wajah icha yang kesakitan.
"abang tau sayang,apa yang sayang rasakan.lakukan apa yang ingin sayang lakukan sama abang."ujar satria meteskan air mata.
"abang udah makan apa belum"ujar icha yang menahan rasa sakit
__ADS_1
"nantilah abang makan,abang ngak biasa makan, kalau sayang lagi kayak gini."ujar satria dengan mata sembab dan bengkak menatap wajah icha sambil mereka melakukan dansa
"abang makan geh,aku ngak papa kok bang."ujar icha
"nanti lah sayang.lapar masih bisa abang tahan tapi melihat sayang begini membuat abang ngak tahan dan ngak bisa makan.perasaan abang saat ini dek dekan campur aduk sayang."ujar satria
icha pun menggambilkan satria makan dan icha menyuapi satria makan.
"abang itu harus makan,abang jangan karena menghawatirkan keadaanku sampai abang lupa untuk menjaga kesehatan."ujar icha saat menyuapi satria makan dan satria menetesakan air mata.
"trimakasih sayang,walau dalam keadaan menahan rasa sakit mau lahiran.sayang masih sempat sempatnya memperhatikan keadaanku.aku yang saat ini menghawatir keadaan sayang tapi sayang lebih hawatir keadaan abang yang seharian belum makan.aku bahagia memiliki istri sepertimu sayang."ujar satria dan icha masih tetap menyuapi satria makan
"icha juga bahagia memiliki suami seperti abang. abang,kalau lagi makan harus diam,abangkan lagi makan dan ngak baik kalau lagi makan sambil ngobrol.itu kan yang sering abang katakan padaku."ujar icha sambil menyuapi satria.
selesai menyuapi satria makan,icha kembali mondar mandir menunggu pembukaan trakhir dan setelah beberapa jam.
icha merasakan sakit yang ngak bisa icha tahan lagi,icha rasa ingin mules dan kaki icha ngak kuat lagi jalan,keringat icha kali ini seperti habis mandi.
"aw..aw..sakit bang"ujar icha yang menangis dan semua panik melihat icha.
"pak,icha udah waktunya lahiran, pembukaannya udah sempurna dan ibu icha harus ngejen ya. ingat bu icha jangan angkat bokongnya saat ngejen ya."ujar dokter
"iya dok,cepatlah dok.aku udah ngak kuat dok"ujar icha yang mulai mengejan dengan sangat kuat
"ngejan lagi ya bu,ayo bu."ujar dokter
"ayo sayang kuat,abang yakin,sayang pasti kuat."ujar satria yang berada disamping icha dan satria menggenggam erat tangan icha.
satria yang mandi mandi keringat dan satria berada diruangan bersalin mendampingi icha lahiran.
"mngggk.."suara ngejen icha
"lagi bu, ngejannya bu."ujar dokter
icha yang lahiran dan satria ikut ngejen.setelah beberap kali icha ngejen akhirnya suara bayi pertama icha sama satria pun terdengar menggempar diruangan bersalin.
__ADS_1
"alhamulilah sayang."ujar satria saat mendengar suara bayi dan icha menangis ketika mendengar suara bayi.
satria mencium wajah icha berulang ulang kali dan satria merasa bahagia bisa mendampingi icha saat proses lahiran anak pertama mereka.satria bisa melihat wajah anak pertamnya sebelum satria pergi tugas.
satria menangis haru melihat wajah anak pertamanya.rasa bahagia satria sangat terlihat dan satria merasa seperti mimpi karena saat ini,satria sudah menjadi seorang ayah.
"trimaksih sayang,trimakasih sudah membuat kebahagianku sangat lengkap.kini kita sudah sah menjadi orangtua,sayang sudah menjadi bunda dan aku sudah menjadi ayah."ujar satria yang terus menggenggam tangan icha.
"ini anak bapak,selamat ya pak satria.anak anda berjenis kelamin laki lagi.pak satria anda harus mengajanin anak bapak."ujar salah seorang perawat yang menggendong anaknya untuk pertama kali dan satria mengazanin putra pertama mereka.
"iya dok."ujar satria dan satria mulai mengazanin anak laki lakinya itu.
setelah satria mengazanin bayinya,anak mereka segera dibawah dan dimasukan ke dalam ingkubator.
"sudah selesai ya pak satria.saya akan membawah anak ibu sama bapak kedalam ingkubator karena bayi ini dilahirkan prematur sebelum waktu lahirnya."ujar suster
"iya dok,"ujar icha sama satria berbarengan.
wajah icha sama satria berubah sedih karena bayi mereka harus dimasukan kedalam ingkubator.
"yang sabar sayang,ini ada baiknya untuk anak kita dilahirkan prematur karena doa yang kau harapkan, sudah allah swt kabulkan."ujar icha dengan raut wajah satria berubah kaget.
"maskud sayang apa,doa abang dikabulkan apa??."ujar satria dengan raut wajah heran
"abang kan pernah mengatakan, kalau sayang ingin berada disaat proses lahiranku dan sayang ingin melihat wajah anak pertama kita."ujar icha dan raut wajah satria berubah senyum.
"iya abang lupa tapi bukan dengan cara anak kita terlahir prematur."ujar satria
"abang ngak pernah bersyukur,allah swt udah mengabulkan doa abang tapi abang ngak bersyukur.abang mau pilih mana,anak kita dilahirkan prematur, mendampingi aku lahiran dan abang bisa melihat anak pertama kita terlahir ke dunia ini atau abang mau aku lahiran dibulan yang tapat tapi aku lahiran tanpa abang dan abang ngak bisa melihat anak pertama kita."ujar icha
"abang itu harus bersyukur masih bisa mendampingiku lahiran coba lihat bang onal dan bang tian. mereka ngak bisa mendampingi istri mereka melahirkan anak pertama."sambung icha
"iya juga sayang ada benar juga.maafkan aku ya."ujar satria sambil memeluk icha.
"ibu icha akan dipindahkan keruangan rawat nginap."ujar suster
__ADS_1
icha pun dipindahkan keruangan rawat nginap dan semua keluarga menjenguk icha.