
Sesampainya satria digerbang kampusnya icha. ternyata icha sudah menunggu satria menjemput icha.
satria ngak keluar dari mobil dan ngak membuka pintu untuk icha masuk karena satria memakai seragam loreng.icha langsung masuk kemobil dan mobil itu berjalan menuju asrama.
"assalammulaikum sayang."ujar icha sambil duduk didalam mobil dan menyalimi tangan satria.
satria mencium dahi icha dan memeluk icha.
"walaikum salm sayang."ujar satria
kemudian satria menyetir mobil menuju asrama.
"sayang abang udah belikan bukunya,itu tuh didepan kamu yang dibungkus pakai plastik putih."ujar satria
icha membuka plastik itu,icha melihat dan memastikan, buku yang satria beli itu benar atau salah.
__ADS_1
"sayang itu bukunya benar atau abang salah membeli buku."ujar satria sambil fokus menyetir mobil.
"iya buku ini dan abang ngak salah beli kok.trimaksih ya bang,bang maafin aku yah,masalah semalam. semalam aku melihat wajah abang kasih bangat"ujar icha yang memeluk dan mencium pipi satria yang lagi menyetir mobil.
"ngak papa istriku sayang.abang udah ngak marah kok."ujar satria sambil serius menyetir mobil.
"oh iya sayang.sayang ingat ngak sama sindi yang abang tolongin waktu kecelakan mobil dan mobilnya menabrak pohon.sindi yang abang cerikan waktu sayang dirawat dirumah sakit."ujar iicha
"iya,aku ingat emang kenapa bang??"ujar icha
"abang ketemu dia lagi ditoko buku,abang malas bangat lihat wanita itu.abang jadi ilfil lihat tingkahnya."ujar satria membuat icha ketawa.
"udah ah, malas abang bahas wanita itu."ujar satria dengan sikap geli,ilfil sambil menyetir mobil
"emang kenapa sama sindi??sampai abang sebegitu ilfilnya seperti ini??"ujar icha yang binggung dan sambil senyum.
__ADS_1
"orangnya centil dan suka tebar pesona didepan abang."ujar satria dan icha makin ketawa
"sindi bersikap seperti itu karena sindi suka sama abang,pagi tadi sindi ngebahas abang terus dan sindi katakan,kalau sindi suka sama abang tapi aku selalu bersikap dingin sama dia."ujar icha
"mau aku katakan pria yang sindi bahas itu dan yang sindi sukai itu suamiku tapi mana mereka percaya.mereka pasti akan tau,kalau suami icha itu seorang prajurit militer.abang kenapa ilfil sama sindi,sindi itu suka sama semua pria berseragam loreng."sambung icha sambil senyum senyum usilin satria yang lagi menyetir mobil
"ngak ah,abang makin ilfil ajah sama wanita kayak gitu.wanita kok ngak bisa jaga imets."ujar satria yang sambil memarkir mobilnya didepan rumah mereka.
icha hanya ketawa lucu sama perkataan satria.
Sesampainya dirumah mereka.sintia sama ikhsan ngak ada dirumah karena pintu rumah mereka terkunci.
"kok rumah dikunci ya,pasti sintia sama ikhsan ngak ada dirumah dan mereka jalan kemana sih??sintia udah bawah ikhsan kemana??mana ini terik mataharinya sangat panas"ujar satria yang membuka pintu rumah
"sintia sama mbak regina udah wa sama aku dan mereka ijin membawa ikhsan main kerumah mbak regina.sintia sama ikhsan lagi main barsama mbak regina dan anggi dirumahnya mbak regina.kata sintia, mbak regina kerumah kita dan membawah ikhsan kerumahnya dan sintia ikut sama ikhsan kerumahnya mbak regina"ujar icha masuk kedalam rumah
__ADS_1
"pantas ajah rumah ini terkunci."ujar satria sambil duduk dimeja makan dan icha menghidangkan makan untuk satria dipiring satria.
mereka makan bareng dan habis makan mereka balik.satria balik kekantor dan icha balik kekampus.satria mengantar icha kekampus dulu baru satria kembali kekantor.