
icha menangis sambil duduk didepan pintu ruangan satria dirawat.ketiga anak icha menghampiri dan memeluk icha.
"bunda"ujar anak anaknya icha yang melihat icha menangis dan ketiga anak anak icha juga ikut menangis
"sabar nak,kita harus kuat."ujar ayahnya satria sambil meneteskan air mata
"ibu mengerti apa yang icha rasakan saat ini. icha harus kuat,icha ngak boleh lemah kayak gini."ujar ibunya satria sambil meneteskan air mata dan ikut memeluk icha sama ketiga cucunya
"bunda jangan nangis dong,kita harus kuat bun.ayah pasti didalam ruangan lagi berjuang untuk kita.abang pasti yakin ayah akan sembuh demi kita dan bisa berkumpul lagi bersama kita.abang sangat yakin ayah sangat sayang sama kita dan pasti ayah akan berjuang melewati semua demi kita bun."ujar ikhsan mengusap air mata icha dengan jari jarinya dan ikhsan mencium pipi icha.
"iya bunda,benar apa kata abang.bunda harus kuat ya. kalau bunda menangis terus kayak gini entar cantiknya bunda hilang."ujar ikhsania sambil mencium pipi icha
"berikan kami senyuman bun,kami ingin bunda mampu melewati ini semua dan kami ngak ingin melihat bunda menangis lagi.tersenyumlah bunda"ujar ikhsyan sambil mencium pipi icha
dokter pun keluar dari ruangan dimana satria dirawat.
"keluarga bapak satria??"ujar dokter
"aku istrinya dok,gimana keadaan suamiku dok."ujar icha sambil mengusap air mata
"saya minta maaf bu,dengan berat hati aku sampaikan,kami sudah melakukan yang terbaik untuk bapak satria."ujar dokter membuat icha dan yang lain penesaran
"iya,kenapa dok??katakan dok.kenapa dengan suami saya dok??"ujar icha
"bapak satria telah MENINGGAL."ujar dokter membuat tangisan icha pecah
"itu ngak mungkin dok,dokter bohong."ujar icha sambil menangis dan menuju masuk keruangan satria dirawat.
icha melihat suster mencabut semua alat yang menempel ditubuh satria.icha memeluk tubuh satria dan icha menangis hiteris.
"abang bangun dong,bang cepat bangun.aku ngak bisa terima ini semua bang.jangan tinggalkan aku sama anak anak.abang aku menyesal sempat berantem sama abang,bang bangun dong bang.aku sangat mencintaimu bang dan aku ngak kuat kau meninggalkanku secepat ini.ayolah bang bangun,aku kangen bangat semua tentang kita."ujar icha sambil menggoyang goyang tubuh satria
"sabar bu,kematian ngak ada yang tau.ikhlaskan ajah bu,bapak sudah berjuang keras untuk hidup bu tapi tuhan berkata lain."ujar suster yang mencabut semua alat yang ada ditubuh satria.
"bang bangun dong,aku kangen dengan keusilan abang. ayolah bang bangun dan kita berkumpul bareng sambil tertawa bersama anak anak.aku janji, kalau abang bangun,aku akan batalkan niatku untuk mengajukan perceraian.ayolah bang bangun,aku belum siap,abang jangan tinggalkan kami untuk selama lamanya.ku mohon bang."ujar icha sambil menangis dan memeluk tubuh satria.
icha terus mencium cium wajah satria dan terus menangis dipelukan satria.
__ADS_1
"sabar ya bu,ibu harus ikhlas."ujar suster
"bang bangun dong,aku janji aku ngak akan mengajukan percerain lagi sama abang."ujar icha sambil menangis memeluk satria.
"beneran icha ngak akan mengajukan perceraian??"ujar satria yang membuat icha kaget dan berhenti menangis.
icha melihat ke wajah satria dan satria ketawa.satria memeluk icha dengan erat agar icha ngak melepaskan pelukanya dari satria.
"abang juga sangat mencintaimu icha,abang juga ngak mau bercerai darimu.tau ngak icha abang kangen pelukan sama kamu kayak gini."ujat satria yang terus memeluk icha dengan erat dan icha berusaha ingin melepaskan diri dari pelukan satria
"selamat ulang tahun icha dan selamat merayakan hari pernikahan yang ke 9thn."ujar kedua orangtua satria,ketiga anak anak icha sama satria,regina sama bang ronal,iman sama sintia yang membawah kue tar.
"selamat ulang tahun istriku,trimakasih sudah 9tahun lamanya kau menjadi istriku.trimakasih sudah menjadi istri yang sempurnah untukku dan trimakasih sudah menjadi ibu dari anak anakku."ujar satria yang masih memeluk icha dan satria mencium dahi icha,icha pun kesal bangat dibohongi
"selamat ulang tahun ibu icha, selamat hari pernikahan buat bapak satria dan ibu icha."ujar suster sambil tersenyum
"bang lepasin aku,malu tau dilihat kedua orangtuamu dan anak anak kita."ujar icha dengan wajah kesal
"ngak ah,kau tau icha pelukan kayk gini yang abang kangenin.satu tahun lebih loh kita ngak bermesaraan kayak gini.kebetulan ada peluang sekalian ajah abang lepasin rindu abang untukmu."ujar satria sambil senyum senyum dan satria makin erat memeluk tubuh icha.
"aku sesak nafas bang,lepasin aku dong."ujar icha membuat semua ketawa.
"ini skenario dari siapa?? sejak kapan abanh satria siuman??"ujar icha dengan wajah kesal
"pagi hari ,disaat nak icha pergi kerja,satria telah siuman.satria mengatakan kepada kami, kalau ini ultanya icha dan kemarin hari pernikahan icha sama satria yang ke 9tahun.sekenario pun datang dari ibu. ibu meminta dokter dan suster membantu kami."ujar bapaknya satria sambil tersenyum.
"skenarionya berhasil,kenapa selalu aku yang kena prank??bodohnya aku ini."ujar icha sambil cemberut
"mbak icha sebenarnya sintia sama iman pun tau skenarionya ibu. kemarin iman tiba dikota saumlaki dan kemarin juga iman sudah menyelesaikan masalah rumah tangga iman sama sintia.iman pun membuat skenario agar mbak icha makin pusing. kejadian yang dirumah icha itu skenarionya dari iman."perktaan iman sambil tersenyum
"gila kalian berdua,awas ajah tunggu pembalasannya mbak."ujar icha sambil senyum paksa
"sekenario ibu dimulai, ketika nak icha pulang kerja. kami mengatakan kami akan pulang ke NTT,satria akan dipindah dan dirawat dirumah sakit yang berada di NTT. itu hanya sebagian seknario,sintia marah marah dan ayah menampar sintia itupun skenario nak.ketiga anak anakmu juga ikut serta menjadi pemeran."ujar ibunya satria dan semua ketawa.
"maafkan kami bun"ujar ketiga anak anak icha memeluk kaki icha karena posisi icha lagi berdiri.
"anak anak kita sudah pintar lo sayang,mereka sudah pintar akting.ayah bangga sama kalian nak."ujar satria sambil tersenyum
__ADS_1
"anak anak bunda,sudah mulai pintar usilin bunda. anak anak bunda sudah ngak sayang sama bunda. anak anak bunda hanya sayang sama ayahnya ajah sampai mereka kerja sama usilin bunda."ujar icha dengan wajah sedih dan sambil jongkok
"maafkan kami bunda,kami sayang bangat sama bunda dan kami hqnya ingin iseng bunda kok .kan sekali kali isengin bunda ngak papa kan bun??"ujar ikhsan membuat semua ketawa.
"iya ngak papa kok nak,bunda bangga memiliki anak anak yang pintar kayak kalian."ujar icha sambil mencium pipi anak anaknya.
"selamat ulang tahun icha dan selamat merayakan hari pernikahan yang ke 9 tahun icha dan satria."ujar regina sama sama ronal.
"selamat ulan tahun mbak icha dan semoga makin langgeng sampai maut menisahkan."ujat iman sama sintia
"selamat ulan tahun nak icha dan selamat merayakan hari pernihan nak.semoga ngak ada lagi masalah yang menerpa rumah tangga kalian.kalau ada masalah lagi hadapi bersama sama ya?"ujar ibunya satria sambil memeluk icha dan mencium pipi icha.
"amin.trimakasih bunda."ujar satria
"kamu harus sadar nak,cukup ini terakhir kali,kau berbuat masalah."ujar ibunya satria sambil mencubit legan satria.
ketiga anak anak icha dan satria naik ke bed berdampingan sama icha dan satria.
"selamat ulan tahun bunda,selamat merakan hari pernikahan yang ke 9 tahun bunda sama ayah. semoga langgeng sampai kami anak anaknya bunda sama ayah punya cucu."ujar ikhsan.
"kok sampai kalian punya cucu sih."ujar icha
"iya,agar bunda sama ayah makin lama bersama kami."ujar ikhsania yang bikin semua ketawa.
icha,satria,ikhsan,ikhsania dan ikhsyan berpelukan.
SELESAI
trimakasih untuk yang membaca novel saya🙏🙏
mohon maaf ada tulisan selalu salah ketik 🙏🙏🙏
sekali lagi trimakasih buat pembaca novelku🙏🙏
__ADS_1
semoga kalian para pembaca novelku
sehat selalu,panjang umur dan dimurahkan rezekinya...amin🤲