Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Terjebak hujan


__ADS_3

setelah acaranya selesai satria sama icha pulang naik motor.tiba tiba saja turun hujan dan membuat mereka bertedu sambil menunggu hujan redah tapi hujannya ngak redah juga. sampai jam menujukan pukul 00.05 waktu setempat.


sehingga membuat mereka mencari hotel buat menginap.satria ingin mengantar icha pulang tapi perjalan masih jauh menujuh kearah rumahnya icha,hujan makin deras dan udah tengah malam.mana baju mereka juga sudah basah karena hujan.


"icha,kita nginap dihotel itu ajah ya."ujar satria sambil menunjuk hotel disebrang jalan dari tempat mereka berteduh.


"apa nginap,ngapain??"ujar icha yang kaget.


"tidurlah dik,ngak mungkin kita kerja didalam hotel itu."ujar satria


"ngak ah,aku ngak mau."ujar icha dengan raut wajah cemberut


"kenapa kamu cemberut dik,kamu ingin abang antar pulang ya"ujar satria menatap wajah icha


"ya iyalah bang,kasihan orangtuaku pasti belum tidur nungguin aku pulang"ujar icha dengan raut wajah cemberut.


"kalau masalah orang tuamu nanti abang yang akan nelpon dan abang yang akan ngasih kabar ke mereka"ujar satria sambil tersenyum menatap wajah icha.


"emangnya, abang berani menelpon orangtuaku"ujar icha sambil menatap satria.


"beranilah dik,prajurit sejati harus berani.lagi pula abang yang mengajak kamu jalan dan abang juga yang meminta ijin kamu jalan sana abang.masa sih abang ngak bisa mengakui kesalah sama abang sama orangtuamu dik."ujar satria


"awas ajah ngak ya bang,aku tabok abang nanti"ujar icha membuat satria ketawa.


"sudah sudah dik,coba kamu lihat jam berapa ini.kita nginap ya dik, ngak mungkin kita pulang menerobos hujan yang sangat deras kayak gini.emangnya kamu mau besok kita sakit, mana baju kita udah basah.kalau abang sih ngak mau sakit,besok abang ada apel pagi."ujar satria


"tapi bang, aku ngak biasa tidur dihotel dan aku ngak bisa tidur,kalau bukan dirumah sendiri."ujar icha membuat satria ketawa


"wkwkw.kamu thu udah dewasa dik,perbiasakan tidur berpisah dari orang tua.jika suatu hari nanti kamu udah menikah,apa suami kamu yang harus tinggal di rumah orangtuamu."ujar satria


"ya iya lah bang, kenapa ngak.suamiku yang harus ikut aku tinggal dirumah orangtuaku."ujar icha membuat satria ketawa.


"wkwk.kamu thu aneh,kasihan orang tuamu udah lama mengurusmu dari kecil sampai saat ini.apa kamu mau menambah beban mereka dengan kamu sama suamimu tinggal dirumah ibumu,itu tandanya kamu ngak mandiri."ujar satria


"kalau seandainya dapat suami seorang abdi negara,suami kamu ditugaskan diluar kota dan mengaharuskan kamu harus ikut suamimu pergi.apa kamu ngak mau mengikut suami???"sambung satria menatap wajah icha.


"ya aku ikutlah bang,entar suamiku direbut pelakor lagi."ujar icha dan satria tersenyum sambil geleng geleng kepala.


"kamu tunggu disini,abang mau ambil pakaian ganti dibagasi motor dan kita tetap harus nginap dihotel malam ini."ujar satria dan satria mengambil baju dibagasi motor.

__ADS_1


motornya ditinggalkan terparkir ditempat mereka berteduh didepan restoran.mereka berdua menuju hotel.


tiba didalam hotel,mereka menuju resepsionis hotel dan mereka mesan kamar.


"dik kita pesan berapa kamar??"ujar satria ke icha.


"satu ajah,toh kita hanya semalam.buang buang uang ajah pesan dua kamar.kasihan uang abang."ujar icha


"kamu yakin, kita pesan satu kamar.kamu ngak takut sama abang.abang sih ngak papa kalau pesan dua kamar,menjegah terjadi sesuatu."ujar satria menatap wajah icha.


"kenapa aku harus takut sama abang.abang itu kaka angkatku,aku percaya kok sama abang,abang ngak mungkin berbuat buruk padaku.satu kamar ajah bang."ujar icha sambil tersenyum menatap satria.


"ya udah, kita ke resepsionis dan kita pesan kamar"ujar satria dan menuju resepsionis.


"selamat malam pak,bu.selamat datang dipenginapan kami.mau pesan berapa kamar??"ujar resepsionis


"satu kamar ajah mbak"ujar satria


"berapa hari pak"ujar resepsionis


"semalam ajah mbak."ujar satria sambil memberikan atmnya


"iya mbak,trimaksih juga mbak"ujar satria sambil meninggalkan


mereka menuju kamar hotel yang mereka pesan dan sesampainya didalam kamar hotel.


"kamu ganti pakaianmu dan kamu pakai kemeja abang ni"ujar satria memberikan bajunya untuk icha.


satria selalu membawah pakaian ganti yang selalu satria simpan dibagasi motornya.


"iya bang,kalau aku pakai pakaian abang,trus abang pakai pakaian apa dong??"ujar icha yang melihat pakaian yang dipakai satria juga basah.


"kamu ganti bajumu dulu dik dan entar kamu sakit.kalau masalah abang gampang.adik mana hpmu, abang ingin menelpon orangtuamu,abang ingin beri tau kabar kita sama orangtuamu." ujar satria dan icha memberikan teleponnya ke satria.


icha masuk toilet mengganti pakaiannya.satria menelpon ibunya icha dan satria kasih kabar, kalau mereka ngak bisa pulang malam ini.


"hallo icha.kenapa kamu belum pulang.kamu dimana??jam berapa pulang??"ujar ibunya icha yang menghawatirkan icha yang belum pulang


"assalammualaikum bu,maaf bu,ini bukan icha tapi ini satria.maafkan satria,satria menelpon ingin memberi kabar, kalau satria ngak bisa antar icha pulang."ujar satria gemetar ketakutan.

__ADS_1


satria takut dimarahin orangtuanya icha,karena satria seenaknya ngak mengantar icha pulang.


"waalaikum salam nak.emangnya kenapa,kamu ngak bisa antar icha pulang.kamu kan yang ijin sama ibu.kamu mau ajak icha jalan tapi kenapa icha ngak diantar pulang.icha itu ngak tau jalan pulang sat."ujar ibunya icha yang mulai emosi


"mohon maaf bu,iya saya mengakui kesalahan saya bu.saya niatnya mau mengantar icha pulang tapi dijalan kami ke jebak hujan bu dan pakaian kami udah basah.mana jalan kerumah masih jauh bu dan jam udah menujukan pukul 01.00 ,udah tengah malam."ujar satria dengan nada suara bersalah


"trus kalian berdua berada dimana,kalian baik baik ajah kan dan kalian mau nginap dimana.mana ini udah tengah malam juga."ujar ibunya icha


"kami baik baik ajah bu tapi maaf dan maaf sekali lagi bu,kami sebenarnya menginap dihotel bu"ujar satria membuat ibunya icha kaget.


"apa dihotel???"ujar ibunya icha yang kaget.


"maaf ya bu, kami ngak tau mau nginap dimana dan ini udah menujukan tengah malam."ujar satria dengan nada suarah bersalah.


"iya ngak pa pa nak,yang penting kalian baik baik ajah"ujar ibunya icha


"iya bu kami baik baik ajah ko bu,sekali lagi saya mohon maaf sama ibu dan bapak,saya merasa ngak enak hati sama ibu dan juga bapak.saya udah mengajak icha jalan tapi saya ngak mengantar icha pulang hari ini"ujar satria


"ngak apa nak,asalkan kalian baik baik ajah nak"ujar ibunya icha.


"kenapa ibu sangat begitu percaya sama saya.ibu kan baru ajah kenal sama saya hari ini tapi kenapa ibu ngak marah marah sama saya atau ibu ngak tanya tanya sosok saya seperti apa??"ujar satria


"apalagi saya udah bawah anak ibu nginap dihotel.apa ibu ngak takut anak ibu kenapa kenapa gitu bu."sambung satria


"ngapain ibu marah atau menanya nanya soal kamu,ibu udah percaya bangat sama kamu dan ibu juga udah ngomong sama kamu tadi siang. ibu udah sempat ngobrol sama kedua orangtuamu lewat telpon dan mereka juga udah sempat menceritakan semua sifatmu sama ibu."ujar mira ibunya icha membuat satria kaget


"trimakasih bu,ibu udah mengerti keadaan kami dan udah menjadi sosok ibu angkat yang baik untuk saya."ujar satria


"iya nak,ichanya kemana nak??kenapa ibu ngak mendengar suaranya icha."ujar ibunya icha


"icha lagi ditoilet bu,icha lagi ganti pakaian bu.dibagasi motor saya,saya selalu bawah pakaian ganti bu untuk jaga jaga buat saya bu tapi aku sama icha basah jadi pakaian itu, aku kasih untuk icha gunakan bu."ujar satria


"ya udah deh nak,mungkin kalian lelah istirahat ajah nak"ujar ibunya icha


"tapi bu,saya ngak enak sama bapak.ayahnya icha atau suaminya ibu karena saya udah bawah anak perawan ibu sama bapak nginap dihotel."ujar satria


"pastilah bapak marah tapi kalau masalah bapak,nanti itu urusan ibu."ujar mira


"baiklah bu,trimakasih bu,assalammualaikum bu"ujar satria

__ADS_1


"waalaikum salam nak"ujar mira ibunya icha dan ibunya icha mengakhiri sambungan telepon mereka.


__ADS_2