
keesokan harinya
dipagi hari dokter mengecek keadaan satria. icha,regina dan ketiga anaknya icha menunggu satria diluar ruangan icu dan sampai saat ini satria belum juga siuman.dokterpun keluar dari ruanganya satria.
"dokter gimana keadaan suamiku?? apa yang terjadi pada suamiku?? kenapa suamiku sampai saat ini belum juga siuman??"ujar icha yang duduk dikursi roda
"suami ibu mengalami koma dan ngak tau sampai kapan bapak satria akan mengalamu koma.banyak berdoa bu,kita berdoa semoga bapak satria mendapat mujizat dari tuhan yang membuat bapak satria segera sadar dan cepat sembuh."ujar dokter
"emang apa yang diderita suamiku sampai membuat suamiku harus mengalami koma dok??dok lakukan yang terbaik dong dok,demi suamiku bisa sembuh dan kembali kayak semula dok.aku mohon padamu dok"ujar icha dengan deraian air mata
"iya bu icha,kami akan melakukan yang terbaik untuk suami ibu tapi kami lagi menunggu hasil rontgen dari bapak satria.saya permisi dulu bu."ujar dokter
"trimakasih dok."ujar icha sambil menangis
__ADS_1
ketika dokter pergi,sintia dan kedua orangtua satria tiba dirumah sakit.
"ini semua karena kamu icha, karena kamulah yang membuat abang aku mengalami ini."ujar sintia yang baru ajah tiba bersama kedua orangtua satria
"gimana keadaan satria nak??"ujar wilda ibunya satria
"satria dalam keadaan koma dan sampai saat ini satria belum juga siuman bu."ujar icha sambil menangis dan ibunya satria memeluk icha yang duduk dikursi roda.
"yang sabar nak,hanya doa yang bisa kita lakukan agar satria bisa sembuh."ujar ibunya satria
"mama cici ngak boleh memarahi bunda kaya gitu. mama cici ngak boleh menyalahkan bunda,ini salah abang ikhsan karena abang ikhsan yang membuat bunda sama ayah menjadi kayak gini dan bunda ngak salah."ujar ikhsan
"ini semua salah wanita ini,karena menolong dia membuat abang aku koma dan ngak sadarkan diri sampai saat ini."ujar sintia
__ADS_1
"kau ngak bisa menyalahkan sepenuhnya sama icha. kecelakaan ngak ada yang mau.icha juga mengalami luka dikapala."ujar regina yang terikut emosi dengan perktaan regina
"mbak regina jangan ikut campur dalam urusan kami. mbak itu orang luar."ujar sintia
"sintia kau diam,ini bukan waktunya saling menyalahkan.kau itu seharusnya mendoakan abangmu.jangan menambah nambah masalah.ini rumah sakit dan suaramu mengganggu orang lain yang berada dirumah sakit ini."ujar ayahnya dengan wajah emosi menatap sintia dan sintia pun terdiam.
"gimana ke adaanmu nak icha??ngak ada yang parah kan??"ujar wilda sambil tersenyum menatap wajah icha
"alhamdulilah sudah membaik bu dan ngak ada yang parah kok bu.maafin aku karena rumah tanggaku sama bang satria selalu banyak masalah yang membuat ibu sama ayah harus meninggalkan pekerjaan."ujar icha
"ngak papa nak,setiap rumah tangga pasti ada masalah,itulah asam garamnya berumah tangga. semoga kamu cepat sembuh ya nak."ujar wilda
"amin bu,trimakasih ya bu,pak selalu menjadi sosok mertua yang baik untukku.semoga allah selalu memberikan ibu sama ayah umur yang panjang dan selalu dalam lindungan allah swt selalu."ujar icha yang bahagia memiliki mertua yang baik
__ADS_1
"amin,trimakasih nak."ujar bapaknya satria sambil mengusap usap pundaknya icha yang duduk dikursi roda