Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
adik yang baik


__ADS_3

sore hari icha balik kerumahnya,icha sudah siap siap berangkat lagi kerumah sakit tapi icha kaget sintia melabrak icha.


"aku sangat membencimu."ujar sintia dengan raut wajah yang sangat emosi menatap icha dan icha pun kaget melihat sintia


"ini ada apa sih??kau masuk kerumah orang ngak salam dan marah marah pula.kau tau tata krama kan masuk ke rumah orang."ujar icha


"apa yang kau katan pada suamiku sampai bang iman menemui komandanya dan mengajukan percerain.apa kau belum puas menyiksa kehidupannya bang satria dan sampai kau juga mau menyiksa kehidupanku.apa salahku padamu icha??"ujar sintia dengan mata melotot menatap icha


"apa yang kau maksud sintia,aku ngak mengatakan apa apa sama iman.ku mohon sintia jangan menambah nambah masalahku dan aku lagi pusing"ujar icha


"sudahlah icha jangan sok suci.aku sudah tau sifatmu, pasti kau mengatakan sesuatu sama bang iman sampai sampai bang iman kemarin mengajukan percerain."ujar sintia dengan wajah emosi


"sintia,aku ngak pernah mengatakan apapun sama iman.terserah kau mau percaya atau ngak dan yang harus kau ingat.aku ngak perduli dengan urusan rumah tanggamu sama iman dan aku juga ngak mau ikut campur masalah rumah tanggamu.aku lagi pusing memikirkan keadaan satria yang sampai saat ini belum juga siuman."ujar icha


"kau fikir aku percaya,apa yang kau katakan.icha jngan kau adu dombakan aku sama iman.dimana hatimu sebagai seorang ibu??apa kau ngak kasihan dengan nasib anakku yang juga ponakanmu."ujar sintia yang berubah menangisan


"ya allah sintia,sebegitu buruknya diriku sampai kau berpikir aku melakukan kejahatan sekejam itu.aku ngak pernah mengadu domba,kau sama iman.jujur sintia aku ngak ingin kau sama iman bercerai.kalian berdua itu adik adikku dan kalian sangat aku sayangi."ujar icha menghampiri sintia dan icha memeluk sintia yang menangis tapi sintia mendorong icha.


icha hampir terjatuh kelantai tapi iman dengan refleks menolong icha.


"mbak icha ngak kenapa kenapa kan??"ujar iman baru ajah tiba


icha sama sintia kaget melihat iman yang tiba tiba berada dirumahnya icha.


"kok iman bisa ada disini?iman kesini sama siapa?"ujar icha yang kaget melihat iman


"aku ngak nyaka sintia,kau sejahat itu memperlakukan mbak icha.kau tau mbak icha itu kakak kesayanganku."ujar iman dengan wajah kesal menatap sintia


"dik,mbakmu ini lagi nanya,kenapa ngak dijawab?"ujar icha menghalangi tatapan iman yang menatap sintia dengan penuh emosi


"aku benci icha karena icha membuat kau mengajukan perceraian.aku ngak salah iman dan kenapa kau menceraikanku??apa kau ngaj kasihan sama anak kita."ujar sintia dengan wajah emosi.


"kau menyalahkan semuanya sama mbak icha,kau ngak sadar sintia.buka matamu dengan sangat lebar,kau lihat apa yang abangmu lakukan sama mbakku.mbakku selalu menangis karena abangmu."ujar iman


"mbakku hampir mati karena kesalahan abangmu dan aku juga berani mengajukan percraian karena sifat kau yang sudah berubah.kau yang sekarang bukan lagi sintia yang dulu aku kenal."sambung iman dengan sangat emosi


"janganlah menyelesaikan masalah dengan emosi dan jangalah teriak teriak.selesaikan masalah rumah tangga dengan baik baik.ngak baik pertengkaran kalian didengar tetangga."ujar icha


"kau diam icha,ini semua karena salahmu. kamu membuat aku sama iman bertengkar."ujar sintia


"sintia jaga bicaramu,,"ujar iman dengan nanda suara yang tinggi


"iman diam,mbak mohon sama iman janganlah nambah masalahnya mbak.mbak lagi pusing memikirin satria yang belum juga siuman.bolehkan kalian selesaikan masalah kalian dengan nada suara yang pelan dan dengan kepala dingin janganlah dengan emosi."ujar icha sambil membungkam mulut iman agar iman ngak bicara lagi


"kenapa kau diam iman,katakan apa yang ingin kau katakan.kau ingin memarahiku,silahkan. dasar kau laki laki pengecut dan pecundang."ujar sintia membuat iman emosi dan melepas tangan icha yang membukangkam mulutnya

__ADS_1


"sintia kau sama abangmu satria sama.kalian sama sama egois dann asal menuduh orang."ujar iman terhenti karena icha kembali membungkam mulut iman


"kalian berdua diam,iman sama sintia duduk dulu.kita bicarakan ini dengan kepala dingin."ujar icha dengan nada suara yang tinggi dan iman mengikuti perkataan icha tapi sintia ngak mau duduk membicarakan ini dengan baik baik.


"sintia duduk dulu,mbak mohon sqma sintia.kita bicarakan ini dengan kepala dingin."ujar icha yang masih membungkam mulut iman agar ngak berkata kata.


"ngapain aku duduk,mungkin kau ingin mengadu domba aku sama iman."ujar sintia membuat iman makin emosi


"mmmmmmm."ujar iman yang ngak terdengar jelas karena icha masih membungkam mulut iman


"ngak kayak gitu sintia,duduk aja dulu."ujar icha dan sintia pun mengikuti perkataan icha


"mbak mau ngobrol sama iman dulu ya.iman kenapa harus mengajukan percerain???apa iman ngak kasihan sama anaknya iman??"ujar icha membuat iman terdiam dan ngak berkata kata.


"kenapa diam dik??mbak nanya loh dik??"ujar icha dan iman menatap wajah icha


"iman melakukan itu karena kelakuan abang satria keterlaluan memperlakukan mbak icha dengan sangat buruk dan iman juga ingin satria merasakan apa yang iman rasakan. ketika saudara perempuanya diperlakukan ngak baik oleh suaminya."ujar iman


"tapi aku ngak salah bang iman dan kenapa harus aku yang kau perlakukan kayak gni??."ujar sintia


"mbak tau iman sangat sayang sama mbak,mbak juga sayang bangat sama iman tapi iman juga ngak boleh bersikap egois kayak gini.iman membalas kelakuan satria itu artinya iman sama dong dengan sikapnya satria dan mbak ngak suka iman memperlakukan sintia kayak gitu.mbak juga wanita dik.mbak juga tau gimana perasaan sintia."ujar icha


"mbak icha selalu memahami hati sintia tapi sintia ngak pernah memahami perasaan mbak.ngapain juga mbak perdulikan perasaan sintia.sintia sudah bersikap kasar sama mbak icha."ujar iman


"iman harus berpikir dulu,sebelum mengajukan perceraian.lebih baik iman batalkan ajah perceraian iman sama sintia.demi anaknya iman dan kalau iman sayang sama mbak."sambung icha


"iman harus ikuti perktaan mbak ya,jujur masalah iman mengajukan perceraian sama sintia membuat mbak makin pusing.iman tau kan mbak lagi pusing mikirin suami mbak yang belum juga siuman.emang iman mau mbak pusing dan banyak masalah??."sambunh icha


"baiklah mbak,maafkan iman ya mbak,iman sudah membuat mbak icha banyak masalah,iman janji akan membatalkan perceraian iman sama sintia."ujar iman memeluk icha.


"trimakasih sudah menjadi adik terbaik buat mbak. mbak bahagia memiliki adik sepupu yang begitu sayang sama mbak."ujar icha sambil meneteskan air mata


"mbak icha jangan nangis dong,iman ngak ingin melihat mbak menangis.iman ingin melihat mbak selalu tersenyum bahagia."ujar iman mengusap air mata icha dengan sapu tangan yang iman simpan disaku celananya.


karena melihat kasih sayang iman dan icha membuat sintia sadar. kalau sintia telah salah menilai icha.


"mbak icha,sintia mau memohon maaf sama mbak icha.maafkan sintia ya mbak icha,sintia sudah berkata kata kasar sama mbak icha dan bersikap kasar sama mbak."ujar sintia yang duduk disamping icha sambil memohon


"mbak sudah maafin kamu kok dik,mbak sayang bangat sama sintia dan iman."ujar icha.


icha mengajak sintia dan iman berpelukan bersama icha.


"oh ya mbak icha,mbak icha akan tetap menceraikan abang satria kan??aku ngak ingin mbak kecewa dan menangis lagi karena ulah satria."ujar iman


"ngak boleh kayak gitu dong bang iman,mbak icha sama abang satria ngak boleh cerai karena abangku sangat mencintai mbak icha,abang satria sudah merelakan nyawanya demi mbak icha dan itu bukti cinta abangku untuk mbak icha."ujar sintia

__ADS_1


"bodoh amat,aku tetap ingin mbak icha sama abang satria bercerai."ujar iman


"sudah sudah,ngapain kalian yang pusing,ngurusin rumah tangga mbak sama satria.kalau masalah itu biarlah jadi urusan mbak icha sama satria.lagi pula bukan waktunya berdebat hal ini.lebih baik kita berdoa agar satria cepat siuman dan bisa sembuh lagi."ujar icha sambil melangkah keluar rumah


"mbak icha mau kemana??"ujar iman


"mbak mau baik kerumah sakit lagi "ujar icha


"aku antarin mbak ya,aku ajah yang membawah motornya mbak dan aku boncengin mbak ya."ujar iman


"biarlah dik,mbak bisa bawah motor sendiri.kamu bareng sintia ajah dirumahnya mbak."ujar icha


"biarin ajah disintia sendiri disini,aku ajah yang antarin mbak,mbak pasti cape kan dan pasti mbak kurang tidur jagain bang satria dirumah sakit."ujar iman menatap icha sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya.


icha menatap kewajah sintia dan sintia mengiyakan.


"biarkan bang iman yang mengantar mbak icha kerumah sakit.sintia ngak papa disini"ujar sintia sambil tersenyum.


"ya sudah,kalau kamu maksa.sintia ngak papakan dirumahnya mbak sendirian??"ujar icha


"ngak papa kok mbak,sintia sudah gede dan jangan takut siapa juga yang mau menculik sintia."ujar iman membuat icha dan sintia ketwa.


iman sama icha pergi kerumah sakit dan ninggalin sintia dirumahnya icha.


"mbak icha,sebenarnya kemarin aku sudah membatalkan pengajuan ceraiku sama sintia. kemarin disaat aku menemui komandanku untuk mengajukan cerai.komandaku langsung menelpon ayah mertuanya kita."ujar iman


"disaat itupun aku ngak tegah menyakiti hati mertuanya kita.aku merasa menyesal mengajukan percerain,sungguh aku bahagia memiliki ayah mertua sama ibu mertua kayak mereka.mereka sangat baik tapi kenapa anak anak mereka ngak sebaik orangtua mereka."ujar iman sambil ngobrol bersama icha mengendarai motor yang lagi berjalan menuju rumah sakit


"itu juga yang membuat mbak ragu mengambil keputusan bercerai dari satria.mertua kita sangat baik sampai mbak takut menyakiti hati mereka."ujar icha


"iya mbak,walau kita hanya menantu tapi kasih sayang mereka ke kita kayak anak sendiri."ujar iman


"iya dik,kita bersyukur memiliki mertua yang sangat baik kayak mereka."ujar icha


"mbak icha,aku punya kabar baik.aku dipindah tugaskan dikota saumlaki dan satu bataliyon sama bang satria.jadi aku bisa menjaga mbak icha dari satria"ujar iman


"alhamdulilah kabar yang baik dik,kok bisa kau dipindahkan kesini."ujar icha


"emang mbak ngak senang ya??"ujar iman


"mbak senang bangat dik,"ujar icha.


"aku juga ngak tau mbak,kemarin disaat iman mau mengajukan perceraian. disaat itu pun komandan iman memberi tahukan, kalau iman dipindah tugaskan dikota saumlaki dan satu bataliyon bersama bang satria.jadi aku bisa menjaga mbak dari sikap keegoisan bang satria."ujar iman


"trimakasih adikku,"ujar icha.

__ADS_1


__ADS_2