
setelah seminggu satria belum juga siuman.kedua orangtua satria,icha,sintia,regina dan ronal.mereka lagi ngobrol serius dan mereka memusyawarakan sesuatu
"nak icha,ayah sama ibu ngak bisa lama lama disini. besok kami harus balik ke kota NTT dan kami ingin satria dirawat dirumah sakit dikota NTT.kami ingin memindahkan satria dirawat dirumah sakit yang berada dikota NTT agar kami bisa memantau kesehatan satria."ujar bapaknya satria
"kenapa sih ibu sama ayah harus mengatakan ini sama icha.lagi pula icha ngak berhak mengetahui keputusan kalian."ujar sintia
"maafkan aku,saya ngak setuju,kalau satria harus dipindahkan kerumah sakit NTT."ujar icha
"kami ngak butuh persetujuan kamu.kami keluarganya bang satria dan kami berhak mengambil keputusan.tanpa persetujuan kamu kami tetap akan memindahkan bang satria"ujar sintia dengan wajah emosi menatap icha.
"sintia, kau bisa diam.ini rumah sakit dan kau seharusnya jangan banyak bicara.apa kau lupa,aku masih istrinya satria dan aku berhak mengambil keputusan apapun yang mengenai satria."ujar icha yang mulai emosi dengan perktaan sintia
"apa kau lupa, kau yang meminta cerai dari abangku. jadi kau ngak berhak lagi atas diri abangku."ujar sintia dengan sangat emosi
__ADS_1
"kau benar benar pikun ya sintia,aku sampai saat ini belum mengajukan perceraian kepengadilan karena aku belum mendapatkan surat ijin cerai dari komandanya satria dan aku belum resmi bercerai dari satria."ujar icha
"aku masih istri sahnya satria,jadi aku juga berhak mengambil keputusan.aku masih bisa menjaga satria selama satria dirawat dirumah sakit ini.aku sudah putuskan satria tetap akan dirawat dirumah sakit ini."sambung icha yang sangat emosi menatap sintia
"dasar kau wanita gila dan ngak punya malu."ujar sintia
"kau itu yang harus sadar sin.kau terlalu ikut campur dalam rumah tanggaku sama abangmu. aku ngak suka,kau ikut campur dalam rumah tanggaku. keputusanku sudah bulat,aku ngak mau satria dipindahkan dari rumah sakit ini."ujar icha dengan mata melotot menatap sintia.
"semakin aku diam kau semakin semenah menah sama aku.aku selama ini diam,bukan aku takut sama kamu sintia tapi aku ngak ingin ada pertengkaran diantara kita dan aku juga menghargaimu sebagai adik iparku tapi kau makin ngak sopan sama aku."ujar icha dan membuat sintia emosi mengajak icha berantem tetapi icha memilih pergi.
icha ngak mau berantem sama sintia karena mereka berada dirumah sakit.ketika icha melangkah pergi sintia menjabak rambut icha.bapaknya sintia menahan sintia dan menampar sintia.
"sintia lama kelamaan bapak lihat sikapmu sama icha makin ngak sopan."ujar bapaknya sintia
__ADS_1
"aku sangat membenci icha karena icha membuat abang satria koma dan ini sudah seminggu abang satria belum juga siuman."ujar sintia dengan air mata.
"sintia bukan hanya kau yang sedih melihat satria terbaring koma dirumah sakit ini.aku juga sedih sin.kesedihanku lebih besar dari kau sin,istri mana yang ngak akan sedih??ketika melihat suaminya terbaring koma dan belum juga siuman.jujur aku ngak ingin satria mengalami ini.kecelakaan siapa juga yang mau"ujar icha dengan air mata
mendengar perktaan icha membuat ibunya satria mengerti dengan perasaan yang icha rasakan .
"yang sabar nak,perbanyaklah berdoa agar satria bisa sembuh kembali sama kayak dulu.ibu juga kangen melihat satria yang dulu."ujar ibunya satria memeluk icha.
"sekarang bukan waktunya kita berantem dan saling menyalahkan.waktunya kita perbanyak berdoa untuk kesembuhan satria.satria saat ini,membutuh doa dari kita agar satria menadapat mujizat kesembuhan dari allah swt ."ujar bapaknya satria
"ya sudah,kalau itu keputusanmu icha.kami ngak bisa berbuat apa apa.kami titip satria sama kamu nak.besok kami harus balik ke KOTA NTT.kami juga punya tugas yang ngak bisa kami tinggalkan."ujar ibunya satria
"iya bu,pak dan trimakasih sudah memahami keputusan icha.icha akan menjaga satria sampai satria sembuh."ujar icha
__ADS_1