
sebulan kemudian
Bataliyon mengadakan acara penyambutan prajurit baru.icha ngak tau ternyata salah satu dari rombongan itu adalah adik sepupunya icha.setelah acara penyambutan,icha menghampiri adik sepupunya itu.
"hay saudaraku,lama ngak jumpa.apa kamu masih ingat sama mbakmu ini dan mbakmu ini ngak nyangka kita ketemu lagi disini.mbak kangen sama kamu dik"ujar icha
"yampun mbak icha,aku juga ngak nyaka bisa ketemu sama mba icha disini.aku juga kangen sama mbak icha"ujar sepupunya icha sambil memeluk icha karena rasa bahagianya bisa ketemu lagi sama icha.
adik spupunya icha namanya iman.perbedaan umur icha sama iman beda bulan ajah tapi kalau tahun kelahiran mereka sama.
"kenapa ngak ngomong,kalau iman dipindah tugaskan dikota gorontalo."ujat icha yang masih berpelukan sama iman dan semua orang melihat icha sama iman berpelukan.
satria melihat icha sama iman yang berpelukan membuat satria kaget dan cemburu.satria menghampiri icha sama iman
"aku ngak tau loh mbak, kalau suaminya icha itu tentara dan aku kaget ketemu sama mbak icha yang mengunakan seragam persit."ujar iman yang masih memeluk icha.
"hmmmm..."suara batuknya satria
icha melepaskan peluknya dari iman karena icha menggenal suaranya batuknya satria
"eh..bang satria.ngapain??"ujar icha menatap satria dan satria menatap icha dengan raut wajah cemburu.
"ini siapa mbak icha??"ujar iman sambil menujuk ke arah satria.
__ADS_1
"ijin,komandan ini siapanya mbak saya ya??"sambung iman.
"tanyakan sama istri saya,aku siapa??"ujar satria dengan raut wajah kesal menatap iman.
"oh iya iman, kenalin ini suaminya mbak icha, namanya satria dan bang satria kenalin ini adik sepupuku namanya iman."ujar icha
"mbak icha suaminya mbak ganteng juga ya dan ternyata suaminya mbak komandan saya."ujar iman sambil tersenyum
"ijin komandan,hay komandan satria.salam kenal."sambung iman
"hay juga iman"ujar satria dengan raut wajah datar ngak ada senyum sama sekali.
"sayang ayuk kita kesana.pasti kamu laper."ujar satria yang menggenggam tangan icha sambil mengajak icha,meninggalkan iman sendiri tetapi icha ngak mau ikut bersama satria dan icha malah bersikap dingin sama satria.
"adik lain waktu,kita berlibur ke batudaa ya.pasti keluarga kita akan senang melihatmu."ujar icha dan satria merasa diabaykan.
satria memilih pergi dan meninggalkan iman sama icha yang lagi ngobrol.
"mbak icha,kita vc sama ayahku ya.pasti ayah sama ibu akan senang melihat mbak,apalagi kita tinggal diasrama yang sama mbak.aku senang bangat akhirnya allah swt mendengar doaku mempertemukan aku sama mbak icha lagi.mbak icha maafkan aku sama kedua orangtuaku ya karena kami ngak bisa hadir diacara pernikahannya mbak icha."ujar iman yang terus merangkul icha
"iya ngak papa dik,mbak ngerti kok,kalian pasti sibuk.mbak icha juga kangen bangat sama kalian."ujar icha
satria pun kembali menghampiri icha sama iman.satria duduk disamping icha yang masih ngobrol sama iman.
__ADS_1
"ayah sama ibu akan kaget,ketika mereka mengetahui suaminya mbak icha itu tentara dan sangat tampan juga mbak"ujar iman dan satria pun tersenyum senyum sendiri sama omongan iman memuji satria.
"mata iman mines kali,orang bang satria biasa biasa ajah kali,mukanya ajah pas pasan."ujar icha membuat raut wajah satria berubah sedih
"mbak kita telpon ayahku ya."ujar iman sambil mengeluarkan hpnya disaku celananya.
"jangan sekarang dik, moodnya mbak ngak lagi ngak enak,nanti malam ajah.kita nelpon ayahmu,sebentar malam kerumahnya mbak ya"ujar icha
"baik mbak icha lah mbak"perktaan iman
"iman,ayuk mampir kerumahnya mbak.mbak malas disini,ada hawa hawa ngak enak disamping kita."ujar icha
"bang satria, kami pergi ya."ujar iman.
iman sama icha pun pergi meninggalkan satria sendiri.
"woy,aku ikut.kalian pergi ngam ajak ajak tau."ujar satria sambil menggikuti icha sama iman
"percepat jalanya dik,mbak malas jalan bersama orang itu."ujar icha sambil menggandeng tangan iman
"mbak,ngak bolek kayak gitu,gimana pun bang satria itu suaminya mbak icha"ujar iman yang tanganya ditarik sama icha.
"sudah jalan cepat ajah."ujar icha
__ADS_1
langkah kaki icha sama iman dipercepat meninggalkan satria yang menggikuti mereka dari belakang.