
tibanya icha sama iman dirumah sakit,sampainya didepan ruangan satria dirawat.icha kaget melihat anak anaknya dan kedua orangtua satria menangis.
"bunda."ujar ketiga anak anaknya icha berlari menuju icha.
ketiga anak anaknya meluk icha dan menangis dipelukan icha
"kalian kenapa nak??kenapa kalian menangis?? apa yang terjadi??"ujar icha yang binggung melihat anak anaknya menangis
"bunda.ayah bun,ayah"ujar ikhsan dan ikhsan kembali menangis membuat icha menghawatirkan keadaan satria
"kenapa dengan ayah nak??jelasin itu jelas dong nak. jangan buat bunda penasaran kayak gini."ujar icha
"ayah bun,ayah."ujar ikhsania sambil menangis
"iya,kenapa dengan ayah nak??"ujar icha dan kedua orangtua satria menghampiri icha
"keadaan satria makin buruk dan didalam satria lagi ditangani dokter.satria barusan mengalami kejang kejang dan detak jantung satria makin lemah."ujar wilda ibunya satria yang membuat icha kayak tersambar petir.
ibunya satria langsung memeluk icha dan menangis
"sabar ya mbak,saat ini kita hanya bisa berdoa agar abang satria bisa melewati ini semua."ujar iman
"betul apa kata iman,nak icha juga harus kuat melewati ini semua karena anak anak juga membutuhkan kekuatan darimu nak.persaan anak anakmu juga sama kayakmu nak.mereka juga memiliki rasa ketakutan dan kehawatiran."ujar bapaknya iman
__ADS_1
icha langsung memeluk ketiga anak anaknya dan menangis
"kita harus yakin nak,ayah pasti bisa melewati semua ini dan ayah pasti bisa sembuh kayak dulu.kita sama sama berdoa agar ayah bisa sembuh kayak dulu dan bisa bekumpul bersama kita."ujar icha sambil menangis meluk ketiga anak anaknya
dokter yang memeriksa satria pun keluar dari ruangan satria dirawat.
"keluarganya bapak satria."ujar dokter
"saya istrinya dok,gimana keadaan suami saya dok??"ujar icha sambil mengusap air mata dari wajahnya
"keadaan bapak satria ngak ada lagi harapan bu, hanya doa yang bisa ibu dan keluarga besar lakukan."ujar dokter membuat icha merasa sedih
"dokter lakukan yang terbaik untuk kesembuhan suami saya.kami masih membutuhkan satria,anak anak kami masih kecil dok."ujar icha kembali menangis
"kasihanilah kami dok,kami kangen melihat satria sembuh.kami merindukan satria yang dulu dok."ujar icha sambil menangis
"saya faham bu tapi saya ngak bisa berbuat apa apa lagi karena semua atas ijin dari allah swt yang bisa membuat semua baik baik lagi bu dan saya sudah melakukan apapun yang saya bisa bu."ujar dokter.
iman langsung meluk icha agar icha kuat menjalani ini semua.
"sabar mbak,mbak harus kuat melewati ini semua."ujar iman yang ikut menangis melihat icha menangis
"dok,apa boleh saya bisa masuk keruangan suami saya dirwatkan?"ujar icha
__ADS_1
"bisa bu,hanya bisa satu persatu yang masuk keruangan dan berganti gantian.ngak biasa semua masuk keruangan itu.kalau begitu saya permisi dulu bu."ujar dokter.
icha langsung masuk keruangan satria dirawat.ketika berada diruangan satria dirawat.icha menangis hister dan melangkah menghampiri bed berbaring satria.
icha melihat semua alat terpasang ditubuh satria.icha memeluk tubuh satria yang belum juga sadarkan diri
"bang satria,aku kangen sosok dirimu.bangunlah bang,aku sama anak anak merindukanmu.anak anak selalu menangis melihat kau kayak gini bang. aku ngak kuat melihat abang kayak gini.abang harus kuat melewati semua ini ya."ujar icha
"kami disini akan terus berdoa untuk kesehatan abang.bang jangan menyerah melewati semua ini. kami masih membutuhkan abang dan kami takut kehilangan abang.bang ku mohon sama abang agar kuat ya melewati semua ini."sambung icha sambil menangis mencium wajah satria berulang ulang kali.
"bang jangan tinggalin aku sama anak anak ya.kami menunggu abang bisa kembali berkumpul lagi besama kami.kami merindukanmu bang."ujar icha memeluk tubuh satria yang terkapar tak berdaya diatas bed.
tiba tiba satria kembali kejang kejang dan jantung satria kembali menurun.icha panik dan langsung memanggil dokter.
icha menekan tombol yang berada diruangan satria dirawat.dokter dan para suster kembali masuk keruangan satria dirawat.
"bang satria,jangan tinggalin aku sama anak anak.ku mohon,abang harus kuat ya,demi kami bang."ujar icha sambil menangis memeluk tubuh satria yang kejang kejang
"ibu harus keluar dari ruangan ini."ujar suster menarik tangan icha keluar dari rungan satria dirawat.
"aku ngak mau keluar dari ruangan ini sus,aku ingin berada diruangan ini,aku mau melihat suamiku dok."ujar icha sambil menangis.
suster pun dengan cara paksa menarik tangan icha keluar dari ruangan satria dirawat.
__ADS_1