
Bunyi alaram membangunkan icha.alaram berbunyi pertanda untuk sholat subuh.icha membangunkan satria sama anak anaknya untuk sholat subuh.
"abang, yuk kita sholat subuh."ujar icha membangunkan ikhsan yang tidur memeluk icha
"iya bunda,"ujar ikhsan dan ikhsan menuju toilet mengambil wudhu.
"adik bangun,yuk kita sholat subuh."ujarĺ icha membangunkan ikhsania yang tertidur memeluk satria.
bukannya ikhsania yang terbangun tapi satria yang kebangun.
"emang ini udah jam ya bun??"ujar satria yang kebangun melihat icha
"ayah cepat bangun dan ayah bangunin ikhsania ya. aku ke toilet dulu,ikhsan udah siap siap."ujar icha sama satria dan icha menuju toilet ambil wudhu
selesai mengerjakan sholat subuh.icha mengambil tespek yang sudah icha cek sebelum sholat subuh.
"bang ini hasilnya dan hasilnya positif.aku hamil lagi."ujar icha dengan raut wajah ngak senang
"alhamdulilah akhirnya kita nambah anak lagi."ujar satria dengan senangnya dan satria memeluk icha.
__ADS_1
"alhamdulilah."ujar icha dengan wajah ngak terima
"emangnya ada apa sama bunda dan ayah?"ujar ikhsan yang binggung melihat ayah dan bundanya berpelukan
"abang sama adik,bakalan punya adik lagi.bunda hamil lagi nak."ujar satria dengan raut wajah senang.
"asik,akhirnya abang punya adik lagi.abang ingin punya adik cowo."ujar ikhsan yang senang bangat
"asik,adik akan jadi mbak.aku ingin punya adik cowo ajah.agar ada yang jaga bunda,saat abang sama ayah pergi tugas."ujar ikhsania dan satria melihat icha kelihatan ngak senang.
"sayang ngak senang yah punya anak lagi??punya anak itu rezeki yang allah swt kasih sayang"ujar satria
"sayang,ini kan bukan kali pertama ayah sama bunda berpisah,ini kan sudah kesekian kalinya pergi tugas. kenapa sayang tiba tiba jadi kayak gini sih?dulu ajah abang pergi satgas,bunda selalu menguatkan abang. kenapa sekarang sayang jadi lemah kayak gini sih?"ujar satria
"tapikan dulu waktu abang satgas.aku udah lahiran. saat ini waktunya beda bang,ini kali pertama aku ngidam dan lahiran tanpa abang disampingku. sekarangkan aku lagi hamil muda dan nantinya aku ngidam sesuatu.aku minta sama siapa?? siapa yang akan belikan?"ujar icha
"kita juga tinggal disini baru dan kalau terjadi sesuatu sama aku.siapa yang bakalan nolongin aku??mana disini aku ngak akrab sama para tetangga diasrama ini."sambung icha dengan raut wajah sedih
"sayang kenapa berpikir kayak gitu sih dan sayang ngak boleh berkata kata yang ngak ngak.abang yakin sayang bisa lewatin semua meski tanpa abang.dulu ajah sayang bisa lewatin mengurusin anak anak tanpa bantuan abang."ujar satria menghibur icha
__ADS_1
"tapi saat ini aku maunya bersama abang dan aku ngak mau berpisah dari abang sampai aku lahiran nanti."ujar icha yang menangis.
"kenapa persit ayah ini jadi lemah kayak gini sih?mana persit abang yang dulu yang selalu mengsuport abang kemedan juang."ujar satria menghapus air mata icha dengan jari jarinya
"begini amat sih nasib jadi persit,aku menjadi istri dari prajurit selalu ditinggal pergi dalam keadaan yang ngak enak.aku ingin selalu bersama abang dan aku ngak ingin berpisah dari abang tapi aku ngak bisa menahan abang untuk pergi."ujar icha
"kenapa bunda harus sedih?? bunda jangan sedih,kalau ayah pergi tugas.kan masih ada abang yang akan jagain bunda.abang ngak akan main main diluar rumah atau perlu abang ngak akan pergi sekolah agar bisa jagain bunda sama adik dirumah satu kali duapuluh empat jam."ujar ikhsan membuat icha sama satria ketawa dan icha memeluk ikhsan
"idih abang sok dewasa sih."ujar ikhsania meledek ikhsan
"adik ngak tau kan,kalau abang sudah dewasa,iya kan bun??"ujar ikhsan memeluk icha sama satria
"iya dik, abang sudah dewasa.ayah titip jagain bunda sama adik ikhsania ya."ujar satria.
icha sama satria mencium pipi ikhsan berbarengan membuat ikhsania cemburu
"adik juga ingin dicium sama bunda dan ayah."ujar ikhsania bergabung memeluk icha,satria dan ikhsania.
mereka berpelukan dan saling memberi ciuman satu sama lain.
__ADS_1