
saat sholat subuh ibunya satria membangunkan semua orang dirumahnya untuk mengerjakan sholat subuh bersama.satria kebangun saat ibunya mengetuk pintu kamarnya.
"satria,icha bangun,yuk kita sholat subuh bersama."ujar wilda ibunya satria sambil mengetuk pintu kamar satria sama icha.
"iya bu,"ujar satria sambil membuka matanya dan satria melihat icha ngak ada disampingnya.
satria hanya bersikap biasa biasa ajah karena satria berpikir mungkin icha sudah kekamar anak anaknya.
Tiba dimusholah yang berada dirumah orangtuanya. semua sudah berkumpul disebuah ruangan tapi iman,icha,ikhsan, ikhsania dan ikhsyan ngak berada diruangan yang dijadikan musholah.
"semua sudah berkumpul tapi iman,icha dan anak anaknya satria ngak ada dan kenapa mereka ngak ikut sholat subuh."ujar ayahnya satria.
satria sama sintia pun baru menyadari ternyata pasangan mereka ngak ada.
"kenapa icha sama anak anak ngak ada disini dan kenapa iman juga ngak ikut sholat?"ujar ibunya satria sama sintia
"satria fikir, icha sudah bangun lebih dulu dari satria dan icha berada dikamar anak anak.satria juga berfikir mereka sudah kesini"ujar satria dan satria pergi mencari icha kekamar anak anaknya
"sintia juga ngak tau,bang iman kemana.sintia dibangunin ibu untuk sholat subuh bang iman ngak ada dikamar.sintia berpikir sama seperti bang satria.kalau bang iman udah kesini"ujar sintia yang binggung kemana iman
"maaf saya telat,saya barusan dari toilet.iman bolak balik BAB tapi sudah ngak papa kok dan iman sudah minum obat"ujar iman yang baru ajah tiba dimusholah itu
itu hanya alasan iman,kalau iman lagi BAB karena sebenarnya iman baru ajah mengantar icha sama ponakanya kebandara.
"icha sama anak anak satria ngak ada,satria sudah cari ke kamar anak anak dan ke semua ruangan.icha sama anak anak ngak ada."ujar satria yang mulai hawatir karena anak anaknya sama istrinya ngak ada.
"kok bisa??emang mbakku sama anak anaknya mau kemana??kan semalam mbakku tidur dikamar bersama abang satria."ujar iman yang berpura pura menhawatir icha.
"aku ngak tau,kemana mereka pergi."ujar satria dengan raut wajah sedih
"emangnya abang sama mbakku ngak masalah atau ngak bertengkar"ujar iman
"ngak ada masalah kok,kami baik baik ajah.aku juga binggung kenapa icha sama anak anak ngak ada dirumah."ujar satria menutupi pertengkaran mereka
"***** kau sat,kau fikir aku ngak tau pertengkaran kalian semalam."ujar hati iman
"bahas masalah ini,nanti selepas sholat subuh.lebih baik kita sholat subuh dulu,nantinya waktu sholat subuhnya habis."ujar iman membuyarkan rasa hawatir semua orang.
Selesai sholat subuh.semua keluarga satria mencari icha kesemua sudut ruangan yang berada dirumah orangtuanya satria.mereka ngak menemukan icha sama anak anaknya disekitar rumah.
mereka duduk diruang tamu sambil mencari solusi mencari keberadaan icha sama anak anaknya.
"satria sama icha beneran ngak ada masalah??jujurlah satria.ngak mungkin ngak ada masalah, sehingga icha harus pergi dari rumah ini."ujar ibunya satria dan ayahnya satria menelpon semua bawahanya untuk mencari icha dan cucu2nya
__ADS_1
"iya ngak ada masalah bu,kami baik baik ajah bu."ujar satria dengan wajah hawatir dan satria terus menutupi semuanya.
"cucuku,jujur ajah sayang.oma tau kamu pasti berbohong.kamu ada msalah kan,jangan bohongin oma karena oma yang merawat kamu dari kecil dan kau pasti bohong kan nak.semua orang bisa kau bohongi tapi oma ngak bisa kau bohongi sat"ujar omanya satria
"sebenarnya satria sama icha,semalam berantem dan kami berantem karena masalah mantanya satria yang bernama tia."ujar satria yang membuat semua orang rumah kaget
"emang masalahnya apa dan sampai membuat kalian bertengkar nak??"ujar ibunya satria
satria hanya diam dan ngak menjawab.satria takut nantinya orangtuanya marah sama satria.ketika mereka tau ternyata satria berbuat kesalahan lagi.
"kau bisa jawabkan satria??orangtua lagi ngomong. kenapa hanya diam??dan kenapa kamu ngak menjawab pertanyaan ibumu."ujar ayahnya satria yang mulai emosi
"kau selingkuh sama tia ya,kenapa sih satria kau selingkuh sama tia yang sudah menduakanmu.kau ngak bersyukur mempunyai istri yang sabar kayak icha."ujar satriana mbaknya satria
"aku ngak selingkuh kok.ichanya ajah lebay"ujar satria yang membuat iman makin emosih tapi hanya bisa sabar
"trus apa masalahnya nak??kalau kau ngak selingkuh. kenapa icha pergi dari rumah??"ujar ayahnya satria dengan nada suara yang keras dan sangat emosi sama satria.
satria pun hanya diam dan ketakutan ayahnya sudah emosi bangat sama satria.
"aku ajah yang jawab ya bang,maaf sebelumnya saya yang jelasin."ujar iman yang membuat satria kaget ternyata iman tau masalah pertengkaran icha sama satria.
"emang kamu tau ya nak.coba kamu jelasin sama kami."ujar omanya satria
"semalam saya mendengar pertengkaran mbakku sama abang satria.abang satria masih chat chatan sama tia tanpa sepengetahuan mbakku dan mereka chat chatan setahun yang lalu"ujar iman yang membuat satria merasa tersambar petir
"kau tau kan sat,prajurit sejati ngak akan pernah membuat wanita sakit hati tapi kenapa kau membuat istrimu kayak menyiksa *******."ujar ayahnya satria yang kesal dan emosi bangat sama satria
"itu mah biasa ajah kok.orang itu hanya chat chatan. kan masih bisa diselesaikan tanpa harus lari dari rumah."ujar satriana mbaknya satria
"itulah mbak icha,emang orangnya kayak gitu,dikit dikit emosi."ujar sintia
"kalian jangan menjelekan mbak icha karena kalian ngak tau masalah yang mbakku hadapi dan kalian juga ngak tau apa yang bang satria lakukan sama mbakku. mbakku itu orangnya,kalau selama masih bisa ia sabar pasti ia akan bertahan untuk tetap sabar tapi kali ini mbakku sudah ngak bisa sabar lagi."ujar iman
"sintia sama mbak satriana,kalau seandainya suami kalian chat chatan sama wanita lain. apa pendapat kalian??apa yang akan kalian lakukan??"sambung iman yang membuat sintia sama satriana terdiam ngak bisa jawab apa apa.
"orang aku ngak punya hubungan apa apa kok sama tia.icha ajah yang alay dan lebay masalah sepele ajah diperbesar besarkan."ujar satria yang santai
"satria...."ujar ayahnya satria dengan nada suara yang keras dengan raut wajah emosi menatap satria
"kau katakan itu masalah sepeleh.istri mana yang ngak sedih dan sakit. ketika suaminya chat chatan sama wanita lain.asal kau tau sat,mbakku juga bisa melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan sama mbakku tapi sayang mbakku bukanlah wanita seperti itu."ujar iman
"kau katakan itu bisa ajah.kau lupa prajurit dilarang keras membuat hati wanita kecewa atau sedih karena prajurit menjujung tinggi kehormatan wanita."ujar ayahnya satria
__ADS_1
"abang mengatakan mbakku alay.coba pikir pakai logika,alay gimana?? kalau mbakku marah karena abang satria membayar tiket mbak tia dari kota manado ke kota saumalaki. dikota dimana abang satria tugas dan apalagi kota itu dimana kota abang sama mbak icha tinggal.apa itu dikatakan pantas dan bisa biasa ajah yang abang berstatus suami mbakku dan abang melakukan hal itu tanpa sepengetahuan mbakku.apa itu wajar"ujar iman dengan emosi
semua kaget dan semua pun ikut emosi sama apa yang satria lakukan.
"coba kalian pikirkan dan apa pendapat kalian sebagai seorang perempuan. ketika suami kalian melakukan itu,apa yang kalian pikirkan??pasti kalian berpikir satria memiliki hubungan sama tia kan?? pasti bang satria ketemuan sama tia secara diam diam tanpa sepengetahuan mbakku dan pasti bang satria juga yang membayar tempat tinggal tia berada dikota saumlaki"ujar iman.
mereka hanya diam,marah sama sikap dan keputusan satria yang benar benar salah.
"ibu kecewa bangat sama kamu satria."ujar ibunya
"aku barusan sudah mengantar mbak icha sama anak anaknya ke bandara.aku ngak tahu, mereka kemana??aku melakukan itu karena aku kasihan sama mbakku."ujar iman dengan raut wajah sedih
"aku akan kebandara dan mungkin mereka belum berangkat"ujar satria yang berdiri dari kusri dan bersiap siap pergi.
"ngak ada gunanya abang ke bandara,pesawat yang dinaikin mbakku sudah berangkat sejam yang lalu."ujar iman
"selesaikan msalahmu sendiri sat,ibu benar benar kecewa sama kamu satria.kau benar benar suami yang sangat bodoh."ujar ibunya satria.
semua pergi meninggalkan ruang tamu.ayahnya satria menelpon bawahanya untuk berhenti melakukan pencarian icha sama cucunya.
selesai menelpon,ayahnya satria pergi kerja dan iparnya satria gilang juga pergi kekamar menyusul satriana.
"brangset kau iman,aku benar benar kesal sama kau."ujar satria yang ingin menonjok wajah iman tapi iman bisa menepis pukulan satria
"kau kesal sama aku,aku yang semestinya emosi sama kau.kau sudah membuat mbakku sedih. aku yang harus menonjok muka kau tapi aku fikir, kalau aku menonjok wajahmu,itu ngak akan membuat hati kau merasakan rasa sakit hatiku dan juga rasa sakit hatinya mbakku."ujar iman
"kau juga harus ingat,kita menikah bertukaran. mungkin anda sudah lupa,apa yang pernah aku katakan dulu.kau perlakukan mbakku buruk maka itupun yang akan aku perlakukan sama adikmu."ujar iman menatap wajah satria sangat dekat dan mata melotot sangat marah.
"kau jangan beraninya melakukan itu iman,kau ngak tau betapa murkanya aku, ketika hal itu terjadi."ujar satria dengan raut wajah emosi
"aku ngak takut sama kau dan aku selama ini aku menghargaimu karena kau suami dari mbakku bukan karena kau abangnya dari sintia."ujar iman
"kau terlalu memihak mbakmu,mbakmu juga memiliki kesalahan yang ngak kau tau iman.aku perlakukan itu sama mbakmu karena mbakmu sudah kerja sama sama mantan suaminya tia untuk menyiksa tia."ujar satria dan iman pun hanya ketawa
"kau ngak tau mbakku dong,aku fikir kau sudah tau sifat mbakku dan ternyata kau lebih percaya sama kata orang lain dari pada mbakku.sangat miris bangat,3tahun kau anggap mbakku adik angkatmu dan 7tahun kalian berumah tangga.kau menggenal mbakku lebih dulu dari pada mbak tia tapi kau lebih percaya sama perkata mbak tia dari pada mbakku."ujar iman
"tia memiliki bukti dan aku percaya karena ada foto. mantan suami tia mengatakan icha adalah teman baiknya dan ada juga foto mereka berdua semasa m sekolah dulu"ujar satria
"aku ngak percaya dan aku lebih mengenal mbakku dari pada kau.mungkin ajah mbak tia mengfitnah mbakku dan jangan pernah menyesali.ketika semuanya terbukti,kalau mbak tia telah mengfitnah mbakku."ujar iman
"aku ngak akan pernah menyesal.mbakmu itu wanita yang munafik.jujur aku ngak pernah hawatir icha pergi dari rumah dan aku lebih menghawatir anak anakku.icha membawah mereka kenama??"ujar satria
"kau mengatakan mbakku munafik.emang kau sudah bertanya sama mbakku dan kau sudah meminta penjelasan sama mbakku.kalau apa yang dikataan wanita sialan itu benar apa ngak."ujar iman yang mulai emosi
__ADS_1
"aku ngak butuh penjelasan dari icha dan jaga ucapanmu mengatakan tia wanita sialan."ujar satria
"emang dia wanita sialan, kalau tia wanita baik baik ngak mungkin dia menghancurkan rumah tangga mbakku.ingat apa kata kataku sat,suatu hari nanti kau akan menyesali perkataanmu disaat waktunya sudah benar benar terlambat dan kita lihat ajah nanti. saat ini belum waktunya,kita tunggu waktunya pasti akan tiba dan ketika waktunya tiba,ngak ada yang bisa membantumu."ujar iman dan iman pergi meninggalkan satri diruang tamu.