
Setelah melakukan hubungan intim icha sama satria tertidur.baru dua jam icha tertidur,icha kebangun karena perut icha sakit.icha bangunin satria untuk sholat tahajud bersama.
"abang sat, aku sholat duduk ajah ya."ujar icha dengan raut wajah kesakitan
"emangnya kenpa sayang??sayang rupanya lagi menahan rasa sakit.sayang apa yang sakit??"ujar satria
"perutku sakit bang"ujar icha dengan raut wajah kesakitan dan sambil mengusap usap perutnya.
"sayang masih bisa mengerjakan sholatkan??apa udah ada tanda bercak darah atau air yang keluar??sayang jangan sholat dulu."ujar satria yang menghawatirkan icha.
"belum ada tanda tanda kayak gitu bang,aku masih bisa mengerjakan sholat kok bang."ujar icha yang terus menahan rasa sakit diperutnya
"sayang yakin,sayang masih kuat mengerjakan sholat.abang ngak ingin sayang kenapa kenapa??"ujar satria dengan raut wajah panik
"aku masih kuat kok bang,sakitnya itu tiba tiba sakit bangat dan tiba tiba menghilang.tenang ajah bang aku masih bisa mengerjakan sholat kok bang."ujar icha sambil tersenyum dengan raut wajah yang pucat
"baiklah sayang kalau itu mau kamu tapi sayang sholat duduk ajah."ujar satria dengan raut wajah hawatir
mereka mengerjakan sholat tahajud berdua sampai selesai.
"sayang apa masih sakit???kalau masih sakit lebih baik kita ke rumah sakit ajah."ujar satria dengan raut wajah hawatir.
__ADS_1
"sakitnya hilang hilang,abang lanjut tidur ajah.apalagi abang lagi persiapan buat satgas,abang santai ajah.sakitnya perutku masih bisa aku tahan kok."ujar icha dengan raut wajah pucat dan tubuh icha penuh keringat.
"gimana abang bisa tidur,kalau sayang lagi sakit perut kayak gini.sayang sakit perut karena permain abang semalam yang terlalu kuat ya??sampai sampai membuat sayang sakit perut kayak gini."ujar satria yang merasa bersalah
"ngak ko bang,abang main semalam pelan pelan kok.mungkin sakit ini hanya sakit begitu ajah,besok pagi mungkin udah hilang rasa sakitnya.ya udah kita tidur ajah lagi nanti kita bangun disaat sholat subuh."ujar icha agar satria mau tidur lagi karena satria lagi sibuk untuk persiapan satgas.
mereka kembali tidur,icha baru tidur beberapa menit dan tiba tiba icha kebangun lagi.
icha mondar mandir diluar kamar menahan rasa sakit perutnya.satria kebangun karena alaram hpnya menujukan untuk sholat subuh.satria melihat kasur disampinya kosong dan icha ngak ada di samping tempat tidur.
"sayang,sayang"ujar satria mencari icha dan satria menemukan icha didepan kamar lagi mondar mandir mehan rasa sakit perutnya.
"sayang masih sakit perutnya ya??"ujar satria yang mengusap perut icha.
"iya sayang,sakitnya hilang hilang."ujar icha yang tersenyum menatap wajah satria.
"kenapa ngak bangunin abang,nanti abang temanin sayang mondar mandir"ujar satria dan icha hanya ketawa.
"masa sih aku mondar mandir jalanya dan abang harus temani aku bolak balik."ujar icha sambil ketawa
"kenapa ketawa sayang??abang serius loh sayang"ujar satria yang terus mengusap perut icha.
__ADS_1
"lucu ajah bang,lebih baik abang ambil wuduh sana dan kita sholat subuh bersama."ujar icha
"tapi sayang,kamu kan lagi sakit perut."ujar satria yang hawatir
"ngk papa bang,aku masih bisa mengerjakan sholat kok bang,"ujar icha sambil meletakan tangannya diatas tangan satria yang berada diperutnya icha.
satria sama icha pun mengerjakan sholat subuh bersama.selasai sholat subuh,satria duduk dikursi dan satria memangku icha.
satria memeluk icha dan satria terus mengusap usap perut icha sambil membaca salawat.sakit perut icha tiba tiba sakit dan tiba tiba menghilang.
"abang, aku berat tau.aku udah berat dua orang loh bang.abang memangku aku sama anak kita."ujar icha
"ngak berat kok sayang,sayang masih sakit perutnya ya.kalau masih sakit,hari ini sayang jangan dulu masuk kampus dan kita ke rumah sakit.abang juga mau ijin dinas hari ini"ujar satria yang terus mengusap usap perutnya icha
"abang pergi dinas ajah,sakitnya ngak terlalu gimana kok bang.aku masi bisa masuk kampus hari ini."ujar icha sambil menatap wajah satria
"ya udah,kalau itu maunya sayang tapi kalau dikampus,perutnya sayang makin sakit.lebih baik sayang pulang ajah dan kita kerumah sakit."ujar satria
"iya bang,lebih baik kita siap siap.abang siap siap dinas dan aku siap siap kekampus"ujar icha dan mereka siap siap pergi.
satria siap siap pergi kerja dan icha siap siap pergi ke kampus.
__ADS_1