Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Nasihat sintia


__ADS_3

satria pov


Pagi hari selesai mandi,satria kekamar siap siap pergi kerja.satria ke meja makan tapi ngak melihat icha dan satria mencari icha.


"yang,sayang"ujar satria mencari icha ke semua ruangan rumah tapi satria ngak menemukan icha dan tak ada balasan suara dari icha.


satria duduk dimeja makan dan menelpon icha tapi icha ngak menggangkat telpon satria.


"adik,kau melihat mbak iparmu"ujar satria yang melihat sintia keluar dari kamar yang udah siap siap pergi kerja.


"mbak icha udah ke kampus,saat abang satria lagi mandi dan katanya mbak icha lama nunguin abang mandi.mbak icha buru buru kekampus hari ini."ujar sintia


"alasan icha ajah,icha ngak mau diantar kekampus.emang berapa lama sih nungguin abang mandi,lagi pula ini masih pagi bangat dan gerbang kampus pasti belum dibuka juga."ujar satria


"ngak tau juga bang,bang satria,aku lihat matanya mbak icha bengkak seperti habis nangis.emang abang satria sama mbak icha ada masalah ya."ujar sindi sambil mengambil satria makanan


"iya dik, kami ada msalah.masalahnya tentang beb.semalam icha nangis dan marah marah sama abang."ujar satria dengan wajah lesu dan membuat sintia kaget.


"mbak beb yang mantan pacar abang satria itu kan??"ujar sintia


"iya beb itulah dik,semalam dihpnya abang,icha melihat chatingan abang sama beb "ujar satria


"trus,apa yang membuat mbak icha marah?dan dichating itu lagi ngebahas apa?"ujar sintia

__ADS_1


"beb mengajak abang ketemuan dan abang ngak ijin dulu sama icha.abang juga ngak jujur dari awal sama icha,kalau abang mau ketemuan sama beb dan abang langsung mengiyakan ajakan beb yang ingin bertemu"ujar satria smabil duduk dimeja makan.


"abang sih,seharusnya abang ijin sama mbak icha dan jujur sama mbak icha mau ketemu sama mbak beb.gini ajah bang,kalau seandainya mbak icha ketemuan sama mantannya dan ngak ijin sama abang.gimana perasaan abang??"ujar sintia


"abang akan marah,icha ngak menghargai abang karena ngak ijin dulu sama abang dan ngak jujur sama abang."ujar satria


"nah itu juga yang mbak icha rasakan saat ini,abang janganlah egois.mbak icha ajah selalu ijin sama abang dan abang juga harus ijin juga sama mbak icha."ujar sintia


"abang kan mengiyakan bertemu sama beb hanya menghargainya ajah. abang ngak enak menolak ajak beb.entar beb akan berfikir,kalau abang kacang lupa sama kulitnya.kan beb adalah wanita yang berjuang bersama abang dari nol sampai abang jadi prajurit."ujar satria


"emang iya abang harus menggingat wanita yang telah berjuang sama abang dari nol tapi ceritanya abang saat ini,abang itu suami orang dan mbak beb itu istri orang.abang atau mba beb harus menjaga perasaan pasangan masing masing."ujar sintia


"emangnya ngak boleh ya,kalau abang udah nikah dan ngak boleh ketemu sama wanita lain.lagi pula abang sama beb hanya teman dan ngak lebih dari teman."ujar satria


"gimana nantinya ada keluarga mbak icha melihat abang bersama mbak beb.mereka akan mengatakanya sama mbak icha dan mereka tanya sama mbak icha.mbak icha harus jawab apa?karena sebenarnya mbak icha ngak tau apa apa soal masalah pertemuan abang sama mbak beb.mbak icha pasti sakit hati dan nangis didepan keluarganya.mereka akan berpikir abang udah selingkuhin mbak icha.emangnya kalau abang jujur sama mbak icha,apakah mbak icha ngak akan kasih ijin abang ketemu mbak beb ya."sambung sintia


"ngak tau.abang ngak tau sifat mbak iparmu itu"ujar satria membuat sintia ketawa.


"hahahaha.abang itu aneh masa sifat istri sendiri abang ngak tau,abang itu mengenal mbak icha sudah sangat lama.abang sama mbak icha tiga tahun saling mengganggap keluarga angkat dan berrumah tangga udah mau dua tahun tapi abang ngak tau sifat istri abang sediri.sintia tanya sama abang.emang abang pernah ijin sama mbak icha dan mbak icha pernah menggatakan ngak atau melarang abang ketemuan sama siapapun."ujar sintia


"ngak pernah sih tapi mungkin ajah kali itu,kalau abang ijin sama icha dan gimana nantinya,kalau icha ngak ijinin abang ketemuan sama mantan."ujar satria


"masa sih bang,mbak icha ngak segitunya kali"ujar sintia

__ADS_1


"abang ngak percaya icha,kalau icha akan ijinin abang bertemu sama beb.apalagi abang ketemu sama mantannya abang.kan beb adalah cinta pertamanya abang dan wanita yang pernah berjuang bersama abang dari nol"ujar satria


"abang satria,tau ngak sebesar apa cintanya mbak icha sama abang"ujar sintia


"abang tau lah dik,icha itu sangat mencintai abang."ujar satria


"nah kenapa abang ngak percaya,kalau mbak icha ngak percaya sama abang."ujar sintia


"cinta sama kepercaya itu beda dik"ujar satria


"abang lupa ya,kalau mbak icha itu seorang persit karena cinta persit itu harus ada namanya kepercayaan.kalau ngak ada keprcayaan, ngak mungkin jadi persit.kepercayaan persit itu selalu mengsuport suaminya kemedan juang dan harus rela terpisah berbulan bulan sama suaminya."ujar sintia


"ketika abang dipanggil ibu pertiwi,mbak icha selalu mengsuport abang kemedan juang sampai berbulan bulan karena itu adalah cinta dan kepercayan mbak icha sama abang.sebenarnya ngak mudah menjadi seorang persit karena dihati dan dibenak persit pasti pernah terlintas yang buruk buruk tentang prajuritnya tapi karena kepercayaan cinta persit membuat persit kuat melewati semua sendiri tanpa sosok suaminya bersama mereka."sambung sintia


satria terdiam dan berpikir,kalau ada benarnya juga apa kata adiknya.


"ya udah kita makan,nanti kita telat pergi dinas."ujar satria yang memulai makan


"abang lebih baik selesaikan masalah abang sama mbak icha hari ini,ngak baik berrumah tangga dan masalahnya berhari hari."ujar sintia


"iya,nanti siang abang akan ajak icha makan siang barsama dirumah.sudah makan saja dan kamu tau kan abang ngak suka makan sambil ngobrol"ujar satria dan melanjutkan makanya.


sintia sama satria makan dan selasai makan satria mengantar sintia dinas dirumah sakit milik firman sepupu sintia sama satria.

__ADS_1


__ADS_2