
Icha selesai mengikuti kegiatan persit karena persit melakukan acara bakso dipanti asuhan bersama ibu ibu persit lainnya.
para persit bataliyon yang ada dikota gorontalo meperingati HUT persit kartika candra kirana dengan membagi sembako dipanti asuhan yang ada dikota gorontalo.
icha memakai seragam persit dan satria memakai seragam PDH.setelah acara selesai icha sama satria mampir makan dikfc yang ada dikota gorontalo.
"sayang aku ketoilet dulu,mau gantiin pokoknya ikhsan yang udah penuh."ujar icha sambil menggendong ikhsan.
"iya sayang,abang tunggu disini dan kita makan bareng."ujar satria dan icha menuju toilet.
disaat icha ketoilet, dua wanita yang ingin duduk bersama satria.
"maaf bang satria,bisa kah saya bergabung bersama abang."ujar sindi yang baru aja tiba barsama marsela
"bisa kok,silahkan duduk"ujar satria yang sebenarnya kesal kembali bertemu dengan sindi
"perkenalkan pak satria, saya marsela dan saya teman kampusnya sindi"ujar marsela sambil berjabat tangan sama satria.
"abang kesini sama siapa?? dan sepertinya dikursi sampingnya abang ada tas wanita dan tas pelengkapan bayi.itu punya siapa??"ujar sindi
"oh iya itu tas milik istri sama anakku dan istri sama anakku lagi ke toilet.istriku lagi mengganti popok anak kami"ujar satria membuat sindi kaget.
marsela sama sindi kaget ternyata satria yang selalu sindi ceritakan itu udah nikah atau suami orang.
"apa bapak satria udah menikah."ujar marsela dan sindi merasa seperti ditampar karena lelaki yang selama ini yang sindi sukai itu adalah suaminya orang
__ADS_1
"iya,aku udah nikah dan ini dijari manisku adalah cincin pernikahanku."ujar satria sambil menunjukan cincin dijarinya.
icha sama ikhsan pun menghampiri satria yang lagi ngobrol sama dua orang wanita.icha ngak tau,kalau dua wanita itu teman kampusnya icha karena icha dari toilet hanya melihat pundaknya sindi sama marsela.
sesampainya di meja yang satria duduk bersama masrela,sindi dan icha pun kaget bertemu sindi sama marsela dikfc.
"icha."ujar sindi sama marsela berbarengan melihat icha menggunakan seragam persit dan icha duduk disampingnya satria.icha pun kaget ternyata dua wanita yang ngobrol bersama suaminya adalah teman kampusnya icha.
"sindi,marsela.kalian disini juga ya."ujar icha yang memangku ikhsan.
"inilah istri sama anakku.nama istriku pasti sudah kalian kenal dan nama anakku namanya ikhsan."ujar satria
"apa???istrinya abang satria itu icha."ujar sindi yang masih ngak percaya.
"iya icha adalah istriku dan persitku"ujar satria sambil tersenyum.
"tuh kan sin,uda aku katakan suami icha itu pak tentara.kamu ngak percaya kan.kata sindi suami icha hanya supir dan kau juga katakan.kalau mobil yang mengantar jemput icha adalah mobil milik majikan suaminya icha."ujar marsela dan sindi masih tetap bengong.
sindi berpikir kalau ternyata lelaki yang sindi sukai adalah suami dari temannya,yang pernah sindi hina dan sindi selalu menceritan pertemuannya bersama satria ternyata icha yang selalu menjadi tempat curhatnya itu adalah istri dari lelaki yang selalu sindi ceritakan.
"iya,emang aku supir yang sering mengantar jemput istriku."ujar satria sambil tersenyum
"waw,kalian dosini juga atau kalian janjian ya kesini.kenapa ngak ngajak ngajak aku sih"ujar sri yang baru ajah tiba
"kami ngak janjian,kami ngak sengaja ketemu disini.kebetulan juga ada sri."ujar marsela
__ADS_1
"ayuk gabung bersama kita sri."ujar satria sambil tersenyum.
"icha,kamu dari pertemuan persit ya??sampai kau masih menggunakan seragam ini."ujar sri
"iya,kami dari memperingati HUT persit.kami mengadakan bakso membagi bagi sembako dipanti asuhan."ujar sambil tersenyum icha.
"sri tau ngak ternyata lelaki yang selalu sindi ceritakan sama kita itu ternyata suaminya icha."ujar marsela membuat sindi malu bangat.
"apa??? kok bisa,makanya sindi jangan semua prajurit ingin kau dekatin dan ingin kau pacarin dan akhirnya suami temanmu sendiri mau kau babat juga."ujar sri sambil duduk dan belum memesan makan.
"aku kan ngak tau,icha juga selalu menutupi identitas suaminya.lagi pula icha ngak ngomong,kalau lelaki yang aku sukai itu suaminya"ujar sindi dengan raut wajah bersalah karena sudah menghina hina suaminya icha waktu itu sebelum sindi tau kalau suami icha seorang prajurit
"ya begitulah icha sama satria selalu menutupi identitas mereka.aku bangga sama mereka,mereka berdua ngak mau dihargai orang karena suami icha prajurit.biasanya kan,kalau keluarganya seorang prajurit dibedain sama rakayat."ujar sri
"karena prajurit selalu dimenghormati.anehnya satria ngak mau,kalau orang bersikap menghormatinya karena profesinya yang seorang tentara dan satria orangnya ngak sombong hanya karena pangkat. satria juga ngak pernah pamer disosmed memposting mengunakan seragam loreng.difbnya satria hanya ada foto menggunakan pakai biasa dan satri ngak menulis difbnya kalau satria bekerja sebagai tni AD."sambung sri
" biasa ajah sri kau telalu memujiku.buat kalian berdua jangan percaya yang apa dikata sri.sri itu hanya nambah nambah cerita doang."ujar satria
"sri,kau pesan makan sana."ujar ich dan sri pesan makanan
icha menyuapi ikhsan makan dan satria makan sambil menyuapi icha yang lagi sibuk menyuapi ikhsan makan.
"waw sosweet bangat."ujar marsela
sindi sibuk makan dan sindi masih merasa malu bangat.
__ADS_1
"kalau lagi makan jangan berbicara karena satria orangnya ngak suka ada orang makan sambil ngobrol."ujar sri yang baru ajah selesai memesan makanan dan duduk bergabung barsama.