
"ini baru awal sat,aku akan buat adikmu lebih menderita dari apa yang kau lakukan pada mbakku."ujar iman menatap wajah satria lebih dekat dan dengan mata melotot.
"ternyata abang iman menduakanku karena abang satria tapi kan, ini ngak adil bagiku bang iman.aku ngak melakukan kesalahan.kenapa aku yang abang iman lakukan kayak gini "ujar sintia yang kembali keruang tamu dan sintia mendengar perktaan iman
"iya,kau ngak salah,sama juga kayak mbakku. mbakku ngak salah,kenapa abangmu membuat mbakku kecewa?aku akan perlakukanmu baik kecuali abangmu memperlakukan mbakku dengan baik."ujar iman menatap wajah sintia sama satria begitu emosi.
"icha berbuat kesalahan,icha berani kerjasama sama mantan suaminya tia untuk menyiksa tia."ujar satria dengan nada suara yang tinggi dan begitu sangat emosi
"kau belum meminta penjelasan sama mbakku,apa itu benar atau ngak?? kau sudah beraninya mengatakan buruk kepada mbakku.apa itu yang dinamakan keadilan??coba pikir pakai otakmu atau otakmu sudah ngak ada."ujar iman
"iya,aku ngerti dan aku sadari.kalau abangku salah tapi kan aku ngak salah iman,aku ngak berbuat kesalahan."ujar sintia
"aku melakukan ini agar abangmu bisa merasakan. gimana rasa sakitnya aku?? ketika saudara perempuanku dibuat kecewa, abangmu menyiksa mbakku itu bukan sekali.asal kalian ketahui, rasa sayangku sama sintia lebih besar rasa sayangku sama mbakku dan mbak icha adalah wanita kedua yang aku sayang setelah ibuku."ujar iman
__ADS_1
"walau mbak icha hanya sepupuku tapi rasa sayang kami lebih kayak saudara kandung.jika abangmu menyakiti mbakku,maka kauu juga merasakan sakitnya."sambung iman
"kau sudah brani menantangku iman dan kau lupa batasanmu sebagai adik ipar. kita lihat nanti iman, kau akan menyesal meperlakukan adikku kayak gini."ujar satria
"aku ngak akan menyesali apapun dan mungkin suatu hari nanti. kau sendirilah yang akan menyesali perbuatanmu kepada mbakku.ketika waktu telah tiba, aku atau siapapun ngak akan bisa membantumu dan ketahuilah satria. orang sabar ada batasnya,ingat itu. suatu hari nanti saya akan pastikan, kau akan mengemis ngemis dikaki mbakku memohon maaf."ujar iman
"kita lihat nanti mbakmu akan pulang sendiri kepadaku tanpa aku menjeputnya pulang."ujar satria
"aku ngak mau cerai,aku kan ngak salah."ujar sintia sambil menangis karena iman mengatakan akan meceraikan sintia.
satria melihat adiknya menangis membuat satria menojok wajah iman dan terjadi perkelahian antara mereka berdua.
sintia pun panik dan binggung.satria yang kelihatan K.O karena iman banyak memukul satria.
__ADS_1
"ini ada apa??kenapa iman sama satria berantem???"ujar ayahnya satria yang baru ajah tiba bersama ibunya satria.
iman sama satria berhenti berantem
"ini bang satria menuduh mbak icha,kalau mbak icha sama mantan suaminya tia,bekerja sama menyiksa tia."ujar iman dengan wajah ketakutan melihat ayah mertuanya.
"satria masalah apa lagi sih ini??bukannya menyadari kesalahan,malah menambah masalah.ini lebaran satria, waktunya kau memohon maaf bukan berantem sama iparmu.apa kau ngak merasa sedih dihari lebaran ini,kau ngak berkumpul bersama istri sama anak anakmu.ibu merasa kau sudah berubah satria."ujar ibunya satria
"kenapa kau mau ikut campur masalah rumah tangga tia ?urusin ajah rumah tanggamu yang hancur karena masalah tia."ujar omanya satria
"maafkan saya harus kekamar dulu bu,pak."ujar iman dan iman pergi meninggalkan satria yang di omelin.
wajah satria memar semua karena iman menonjok wajah satria dan sakit semua tubuh satria karena iman membanting tubuh satria kelantai.
__ADS_1