Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Akhirnya


__ADS_3

Selesai mengerjakan sholat dua rakaat.satria mengendong icha dan icha dibaringkan diatas kasur.


satria berada diatas tubuhnya icha.satria membuka kancing pakaian tidur icha satu persatu sambil mencium bibir icha.


"sayang sebelum melakukanya jangan lupa baca bismillah agar disaat kita berhubungan tak ada setannya"ujar satria kembali mencium bibirnya icha


"ngapain takut setan,toh abang setannya"ujar icha yang mulai ketakutan.


"abang serius nie syang,kita mngucapkanya bersama sama ya sayang"ujar satria dan icha hanya menggangguk angguk kepala


"Bismillahirahmanirohim"ujar mereka berdua secara bersama sama.


"sayang sudah siap,abang akan memulainya ya"ujar satria yang menatap wajah icha dan jatung icha mulai dekdekan ketakutan.


"iya bang.pelan pelan mainnya ya"ujar icha dan detak jantung icha seperti habis lomba lari.


"rasanya sakit loh sayang"ujar satria mengatur posisi icha


"ngak papa ko bang.mainnya pelan pelan ya, agar ngak sakit bangat"ujar icha dengan raut wajah yang pucat.


"kalau cara main abang terlalu kuat dan sayang kesakita,katakan ya sayang.abang bisa pelanin cara mainnya abang"ujar satria


"iya bang"ujar icha detak jantung icha berdetak dengan cepat.


icha mulai merasakan kesakitan dan icha mencoba menahan rasa sakitnya dengan menggigit bibirnya karna icha rasakan rasa sakit tak bisa icha tahan.


"sakit bang,sakit bangat,sumpah aku ngak kuat bang"ujar icha dengan raut wajah kesakitan dan icha pun menetekan air mata.

__ADS_1


"sabar ya sayang,maaf ya sayang."ujar satria sambil berusaha.


"ya ampun bang ko lama bangat sih dan kenapa rasa sakinya kayak gini sih,rasanya sakit bang."ujar icha menahan rasa sakit dan kedua tangan icha meremas bantal yang ada dikepalanya.


"akhirnya sayangku."ujar satria.


"sakit bangat bang"suara icha merintih kesakitan


"sakitnya hanya bentar ko sayang.hanya beberapa menit saja sakitnya"perkataan satria sambil mencium bibir icha.


tiba tiba satria senyum sendiri dan icha pun binggung melihat satria.


"kenapa abang senyum senyum sendiri,idih suamiku udah gila"ujar icha terbata bata karena sambil menahan rasa sakit


"aku bahagia sayang,aku mendapat perawanmu.trimakasih sayang"ujar satria dan mencium bibir icha.


"sabar dong sayang,hayati ajah cara mainnya abang"ujar satria yang mencoba menghibur icha.


"gimana mau sabar bang aku kesakit"ujar icha sambil meneteskan air mata karna sekitan.satria pun menghentikan mainnya.


"udah ya bang."ujar icha menatap satria


"belum sayang"ujar satria ketelinganya icha


"trus kenapa berhenti bang"ujar icha yang menatap wajah icha.


"abang menghentikannya karna abang ngak tegah melihat sayang menangis kesakitan"ujar satria yang mecium bibir icha.

__ADS_1


"lanjutkan saja bang,emang abang mau digantung, seperti ngak puas"ujar icha


"tapi abang ngak mau melihat sayang kesakitan. kalau masalah hasrat abang ngak apa apa,asal sayang ngak kesakitan lagi."ujar satria yang melihat wajah icha


"sudah lanjutin ajah,kalau masalah sakitnya masih bisa aku tahan ko bang"ujar icha


"abang lanjutin ya sayang"ujar satria


icha hnya mengangguk.satria pun melanjutkan dan satria pun melajukan kecepatanya agar cepat selesai


"bang "ujar icha yang berubah merasakan sesuatu ketika satria melajukan kecepatanya.


"kenapa sayang."ujar satria yang ngos ngosan


"bang,aku udah mau keluar nie bang"ujar icha


"kita keluarkan bersama sama ya sayang"ujar satria yang melajukan permainanya.


setelah beberapa menit satria pun terbaring lemas diatas tubuh icha.


"bang pindah geh,berat tau.aku juga cape."ujar icha dan satria memindahkan tubuhnya di samping icha. satria terbaring lemas disampin icha.


"trimaksih istriku,hari ini kau melaksanakan tugasmu dengan baik"ujar satria yang terbaring lemas disamping icha sambil memeluk tubuh icha yang berbaring disampingnya.


"sudah tidur sana bang,aku udah ngantuk."ujar icha dan satria mengatur tidurnya agar icha berada di ketiaknya.


karna icha ngak bisa tidur kalau ngak dipelukan satria dan mereka pun tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2