
Sehari setelah icha diperbolehkan pulang.icha lagi main hp dikamarnya.dirumah hanya ada icha dan omanya satria.
satria lagi beli mangga muda untuk icha.sintia membawah pacarnya main kerumah karena pacarnya baru ajah pulang tugas dan ambil cuti main ke kota NTT.
icha ngak pernah lihat foto pacarnya sintia ataupun ketemu dengan cowoknya sintia.sintia memperkenalkan pacaranya sama icha dan satria.sintia masuk kekamarnya icha sama satria.
"mbak icha.ayuk keruang tamu,aku mau kenalin pacarku."ujar sintia dengan raut wajah bahagia dan senyum senyum.
"emang kenapa dik,ada apa??mbak lagi malas keluar dari kamar."ujar icha yang berbaring diatas kasur sambil main hp.
"aku ingin kenalin pacarku sama mbak icha.pacarku baru ajah pulang tugas menjaga perbatasan."ujar sintia
"ya udah mbak icha akan kebawah."ujar icha sambil bangun dari kasur.
"aku tunggu mbak icha diruang tamu ya"ujar sintia langsung pergi meninggalkan kamar icha sama satria.
icha langsung turun ke lantai bawah dan menuju ruang tamu.sesampainya diruang tamu ada sintia sama seorang laki laki.
"mbak icha"ujar sintia yang membuat icha sama lelaki itu saling menatap dan ternyata lelaki itu adalah manta pacarnya icha.
hubungan icha sama lelaki itu berakhir karena icha memutuskan menikah sama satria.icha memilih menikah dengan satria karena lelaki itu sering selingkuhin icha.
"mbak icha kenalin dong ini pacarku,namanya iban dan abang iban kenalin ini mbak icha zaskia,istrinya abangku satria."ujar sintia
"kami sudah saling kenal kok dik.kalau ngak salah nama lengkapnya muhammad gibran SH sering dipanggil iban"ujar icha sambil duduk dikursi,didepan sintia sama iban duduk
"iya benar mbak icha namanya itu .kok mbak icha bisa tau nama lengkapnya bang iban."ujar sintia
__ADS_1
"kami memang saling kenal.kami saling kenal karena icha."ujar iban terhenti karena kedatangan satria.
"assalammulaikum."ujar satria yang baru ajah tiba membawah mangga dan satria menuju ruang tamu.
"waalaikum salam suamiku.aku udah lama menunggu bang."ujar icha sambil berdiri dari kursi dan menyalimi tangan satria.
"oh.ada tamu ya."ujar satria yang merangkul pinggul icha dan mereka menuju keruqng tamu.
"abang satria dari mana???"ujar sintia
"abang dari beli mangga,biasa mbak icha lagi ngidam makan mangga muda yang asem."ujar satria yang mencium dahi icha sambil memeluk icha
"namanya juga orang hamil bang,abang kenalin ini pacarku,namanya iban dan abang iban kenalin ini abangku,namanya satria suami dari mbak icha."ujar sintia
"hay bro.salam kenal ya."ujar satria sambil duduk dikursi.
"salam kenal juga bang."ujar iban sambil tersenyum menatap wajah satria.
"oh ya.apa itu benar sayang.sunggu sesuatu yang kebetulan."ujar satria menatap icha
"iya sayang,sayang ayuk kita mengupas mangganya.aku udah kepingin bangat makan mangganya"ujar icha
"sayang duduk disini aja.sayang duduk manis nanti abang yang ngupas mangganya."ujar satria sambil berdiri dari kursi yang diruang tamu.
"tapi bang,aku pingin mengupas mangga berdua sama abang dimeja makan."ujar icha dengan manjanya.
"mbak icha tunggu disini aja,mbak icha temani bang iban disini.nanti abang satria yang mngupas mangganya didapur dan aku mau buat kopi buat bang iban"ujar sintia sambil berdiri dari kursi
__ADS_1
"iya sayang,sayang disini ajah.temani iban gobrol,apalagi kalian saling kenal dan pasti asik ngobrolnya"ujar satria
sintia sama satria pergi kedapur.satria mengupas mangganya dan sintia membuat kopi.icha sama iban ngobrol berdua diruang tamu.
"ternyata satria lah penyebab dulu kau meninggalkanku.kamu mengakhiri hubungan kita dan kamu menikah sama satria kan."ujar iban dengan raut wajah marah.
"ku mohon jangan bahas masalalu kita.kita lupa kan ajah masalalu kita karena kita sama sama sudah bahagia dengan pasangan masing masing.kau sudah dengan sintia adik iparku dan aku sudah bersama satria jadi ku mohon lupakan aja masalalu kita ya.aku sekarang sangat memcintai suamiku.jadi ku mohon jangan bahas masalalu kita lagi."ujar icha
"dasar kau wanita ngak punya hati.kau meninggalkanku yang sedang berjuang menghalalkamu tetapi kau memilih menikah sama laki laki lain."ujar iban membuat icha marah.
"kau menyalahkanku karna aku memilih menikah sama satria.semua salahmu,wanita mana yang mau terus terus disakiti hatinya.wanita mana yang mau pacarnya sering mendukannya dan wanita mana yang akan bertahan sama pria yang sudah diberi kesempatan berulang ulang kali kepada pacarnya agar bisa berubah tetapi prianya ngak pernah berubah."ujar icha
"kamu lagi dan lagi melakukan perselingkuhan.wanita mana yang mau menikah sama pria yang masih pacaran ajah selingkuh.gimana nantinya udah menikah dan harus kamu tahu setiap wanita butuh kepastian dan kamu fikir aku akan percaya kamu lagi sibuk untuk memperjuangkanku.sedangkan kamu memiliki banyak wanita yang menjadi pacarmu."sambung icha yang membuat iban terdiam dan membisu ngak berkata satu kata pun.
"jika kau serius dengan iparku cepatlah beri kepastian,kalau ngak aku akan menceritakan semua kelakuan kamu kepada sintia karena sintia sekarang sudah menjadi adikku dan aku ngak ingin kau mempermaikan sintia sama seprti kau mempermainkanku dengan cinta yang ngak ada kepasti.bertaubatlah iban,mau sampai kapan kau akan begini??hanya membuat banyak wanita sakit hati."ujar icha dan iban hanya diam
"kalian lagi ngobrol apa,kok serius amat"ujar sintia yang baru ajah tiba membawah kopi dan cemilan. satria ngak sempat mendengar percakapan icha sama iban.
"bang satria sintianya mana??,"ujar icha yang menatap wajah satria.
"kenapa sayang??sintia lagi didapur."ujar satria sambil membawah mangga yang sudah disajikan dipiring.
"ngak apa apa bang."ujar icha berpura pura senyum menyembunyikan emosinya yang baru selesai ngobrol sama iban dan satria duduk disampingnya icha.
"ya sudah,sayang buka mulutnya, abang suapin mangganya."ujar satria sambil menyuapi icha mangga, icha membuka mulutnya dan memakan mangganya
"abang beli mangganya kok lama bangat sih."ujar icha sambil makan mangga.
__ADS_1
"sayang ingat,kalau lagi makan ngak boleh ngobrol."ujar satria sambil mencium pipi icha
iban melihat kemesaraan icha sama satria dengan raut wajah yang sangat emosi dan icha terus membuat iban makin emosi.