
Satria sama sintia tiba dikota jakarta,mereka menuju rumah orangtuanya iman atau pamanya icha.tibanya mereka dirumah itu,pintu rumah sama gerbang tertutup.
"assalammulaikum,"ujar sintia tapi ngak ada jawaban
"assalammulaikum ."ujar satria tetap ajah ngak ada jawaban dan ada salah seorang tetangga disamping rumah pamanya icha itu menghampiri satria ama sintia
"kalian mau cari orang dirumah ini ya,rumah ini ngak ada orangnya.mereka lagi keluar kota."ujar tetangga yang berada disamping rumahnya sudirman.
"ibu tau ngak??kemana mertua saya pergi??apakah mertuaku mengatakan mereka mau kekota kemana??"ujar sintia
"mereka mengatakan ingin liburan ke bali"ujar tetangga itu.
"trimakasih infonya"ujar sintia dengan nada suara lesu.
"saya permisi dulu ya."ujar tetangga itu
"iya bu,sekali lagi trimakasih infonya."ujar satria dan ibu itu pergi meninggalkan sintia dan satria didepan pintu rumah pamanya icha
"bang,sekarang kita mencari mereka ke bali tapi gimana caranya???bali itu besar bang.kita disini sibuk mencari mereka dan mereka dibali sibuk liburan."ujar sintia
"inilah kesalahan yang harus abang terima."ujar satria dengan sejuta rasa bersalahnya
__ADS_1
"kalau abang emang pantas merasakan ini semua tapi aku.aku yang ngak berbuat apa apa dan aku yang harus merasakan menjadi istri yang diabaykan suami. mereka berlibur tapi iman ngak mengajakku bang."ujar sintia sambil menangis
"ini salah abangmu,maafkan abang ya,karena ulah abang sampai kau juga harus mearasakan semua yang abang lakukan dan anakmu juga kena imbasnya."ujar satria memeluk sintia yang menggendong anaknya sintia.
tiba tiba hp satria berdering,ibunya satria menelpon satria.memberi kabar,kalau ikhsyan sakit.
"assalammulaikum bu."ujar satria
"waalaikum salam nak.nak kamu dimana??"ujar ibunya satria dengan suara panik
"aku sama sintia lagi berada dijakarta,kami didepan rumah orang tuanya iman."ujar satria
"belum bu,kenapa ibu menelpon satria?? bu dari cara bicaranya ibu kayak ada sesautu yang terjadi"ujar satria
"satria, kau pulang ke NTT dulu nak,ikhsyan anakmu lagi sakit dan saat ini dirawat dirumah sakit.ikhsyan menggigau menyebut nama bundanya.mungkin ikhsyan rindu sama bundanya."ujar ibunya satria dengan suara nangis.
satria pun ikut menangis,mendengar perkataan ibunya itu.
"trus giman bu??apa satria harus mencari icha kebali ya bu??bali itu besar.maafkan satria bu karena ulah satria anak anak yang harus merasakan dampaknya."ujar satria sambil menangis
"sudahlah nak, semua juga sudah terjadi,nak lebih baik kau kesini.setidaknya masih ada sosok ayah yang menemaninya,disaat seperti ini"ujar ibunya satria.
__ADS_1
hari itu juga satria pesan tiket ke NTT karena anak ketiganya lagi sakit dan dirawat dirumah sakit.
"bu,satria titip anak anaknya satria ya bu dan hari ini juga satria akan menuju kekota NTT"ujar satria dengan nada suara serak habis nangis
"iya nak,sudah dulu percakapanya."ujar ibunya satria
"iya bu,assalammulaikum bu."ujar satria
"waalaikum salam nak."ujar ibunya satria dan mereka memutuskan sambungan telpon
"gimana bang??apa kita balik kekampung kita bang??"ujar sintia
"iya dik,anak ketiga abang masuk rumah sakit dan anak abang menggigau menyebut nama bundanya. mungkin ikhsyan kangen sama bundanya dan abang ngak tau,icha berada dimana dan abang ngak bisa membawah icha pulang bersama ke NTT."ujar satria sambil nangis dan menyesali semuanya.
"sabar bang,ini ujian didalam rumah tangga kita bang. kita disini menderita dan mereka sibuk liburan kebali."ujar sintia
"yuk dik,kita kembali kebandara.hari ini juga kita harus balik ke NTT.kita ngak bisa lama lama disini,anak abang butuh abang"ujar satria
"iya bang."ujar sintia dengan raut wajah sedih
mereka pergi meninggalkan rumah orangtuanya iman dan mereka menuju bandara lagi.mereka balik ke NTT hari itu juga.
__ADS_1