
hari ini semua ibu persit harus menghadir acara penyambutan prajurit yang dipindah kebataliyon yang berada ditelaga.
pagi hari icha sama ikhsan balik kerumah.icha masuk kekamar dan icha melihat satria lagi ganti baju.
icha bersikap cuek mempersiapkan ikhsan yang akan ikut bersama icha diacara sebentar yang diadakan.
"kenapa kamu baru pulang??kamu dari mana??kalau kamu ngak pulang kerumah,ngak papa tapi jangn bawah bawah ikhsan.ikhsan masih kecil,kalau ikhsan sakit gimana??"perktaan satria dan icha tetap diam.
icha pergi ketoilet memandikan ikhsan dan satria menggikuti icha.
"kamu budak ya??aku itu nanya,kamu dari mana? dan semalam kamu tidur dimana?"ujar satria dan icha masi memilih diam.
selesai memandikan ikhsan,icha kembali kekamar mengantikan ikhsan baju dan satria terus mengikuti icha.
"kalau suami lagi ngomong itu didengar dan pertanyaan suami harus dijawab.jangan berpura pura tuli."ujar satria yang mulai emosi dan icha terus memilih diam.
"aku lagi malas brantem bang,aku lagi pusing.aku masih mau sendiri,aku mohon jangan gangguin aku."ujar icha
"aku tu hanya mau nanya,kenapa kemarin kamu memperkenalkan diri sebagai adik angkatku."ujar satria dengan raut wajah emosi
__ADS_1
icha berdiri dari kasur dan menatap wajah satria dengan penuh amarah dan icha memilih menghindar tetapi satria menahan tangan icha. icha kembali memutar tubuhnya menatap wajah satria dengan penuh emosi.
"emangnya kenapa??kenapa aku harus memperkenalkan diriku sebagai istrimu,kan biasanya abang yang selalu memperkenalkan aku sebagai istrinya abang dan kenapa kemarin abang hanya diam.jika aku memperkenalkan diriku sebagai istrimu agar wanita itu bisa menertawakanku karena suamiku lebih memilih dia dari pada aku."ujar icha dengan raut wajah emosi menatap wajah satria
"aku ngak suka sama kata katamu.kamu mulai nga sopan dan ngak menghargai aku sebagai suamimu lagi."ujar satria yang makin emosi
"kamu ingin dihargai dan ingin dihormati ya?kamu lihat dirimu,apakah kamu menghargaiku dan menghormatiku sebangai istri.jika kamu menghargaiku sebagai istri,kenapa kamu bisa seenaknya jalan sama beberapa wanita tanpa sepengetahuanku "ujar icha dan satria pun terdiam.
"maafkan aku,iya aku sadar,aku salah.kemarin kamu sama ikhsan semalam berada dimana?? dan kalian tidur dimana?"ujar satria yang mulai meredamkan emosinya
"apa pentingnya buat kamu??bahkan kami mati sekalipun,kau ngak akan perduli kan??katakan ajah, kalau kamu mau melihat aku sama anakmu pergi jauh kan??agar kamu bisa memiliki anak dari wanita lain kan??"ujar icha membuat satria emosi dan refleks menampar pipi icha dan icha menangis.
"maafkan abang sayang, abang ngak sengaja menamparmu."ujar satria merasa bersalah telah menampar pipi icha
"maafkan aku sayang,aku ngak sengaja menampar pipimu.aku ngak akan pernah menceraikanmu" ujar satria membujuk icha.
"kenapa kamu ngak mau menceraikanku,apa karena kamu belum puas menyiksaku??sebenarnya apa salahku padamu??dan katakan ajah satria??aku udah cape dan aku udah ngak kuat disiksa seperti ini"ujar icha sambil marah marah dan menangis
"kamu ngak salah icha,abang yang salah dan maafkan abang sayang"ujar satria
__ADS_1
"kalau aku ngak salah,kenapa kamu selingkuhinku satria??apa aku istri yang ngak becus menjadi ibu dan istri dirumah tangga kita.katakan satria"ujar icha dengan nada tinggi
"bukan kayak gitu sayang,sayang sudah melaksanakan tugas dengan baik sayang."ujar satria
"stop memanggilku sayang,aku sangat jijik sama lelaki sepertimu."ujar icha sambil menangis
"maafkan aku icha."ujar satria merasa bersalah
icha kedapur mengambil pisau dan sintia pun kaget melihat icha menggambil pisau.
sintia meggikuti icha sampai dipintu kamarnya icha.sintia hanya bisa menjadi penonton,melihat icha sama satria berantem.sintia ngak tau mau berbuat apa dan sintia langsung menggendong ikhsan keluar dari kamar.
"satria, kalau kau belum puas menyiksaku,ini aku bawah pisaunya.kau bunuh ajah aku,pakai pisau ini.aku benar benar ngak kuat dan cape menghadapi semuanya.kalau hanya tamparanmu itu ngak akan mampu menyiksaku."ujar icha memberikan pisau sama satria tetapi satria ngak mengambil pisau itu.
icha pun melempar pisau itu kekaca lemari yang ada didalam kamar dan lemari yang berada dibelakangnya satria
"aku ingin diceraikan satria, kau ceraikan ajah aku satria,"ujar icha yang duduk diatas kasur sambil menangis dan satria menghampiri icha.
"stop,kau diam disitu dan jangan mendekatiku.aku ngak mau dekat dekat lagi sama kamu."ujar icha sambil menangis dan satria duduk dilantai dibawah kaki icha.
__ADS_1
satria memohon mohon maaf dan sambil menangis dikakinya icha.
"maafkan aku sayang."ujar satria yang berlutut dikakinya icha tetapi icha ngak merespon perktaan satria dan icha terus menangis.