
Satria pov.
Tiga hari udah pindah ke batailyon kota gorontalo.satria naik piket sampe besok.satria piket barsama onal dan tian.
"bang tian kapan acara pernikahanmu dan kapan abang akan mulai cuti"ujar onal
"aku nikah dua minggu lagi nal.aku cuti mulai besok,pas turun piket."ujar tian
onal sama tian memperhatikan tingkah satria yang dari tadi diam seperti memikirkan sesuatu dengan raut wajah cemas.
"kamu kenapa sat,kami perhatikan kau dari tadi diam terus dan kenapa wajah kamu cemas.apa yang kau pikirkan satria."ujar onal
"iya satria,kamu kenapa??kamu lagi berantem sama icha??emang apa permasalahannya??"ujar tian
"ngak pa pa bang,ngak ada yang saya pikirkan."ujar satria
"jangan bohong sama kami sat,jujur saja.ada apa dan kenapa sat,"ujar tian
"kau seperti mencemaskan sesuatu???emang apa yang kau cemaskan sat??"ujar onal sambil menepuk bahu satria
"kita udah kayak saudara,ada apa??ceritakan aja sat."ujar tian menatap wajah satria
"abang aku ijin balik rumah ya,icha akhir akhir ini sering susah tidur,kalau ngak tidur dipelukanku bang tapi kalau ichanya udah tidur aku akan balik lagi ke kesini kok bang."ujar satria
tian sama ronal ketawa mendengar perkataan satria
"ya ampun sat,katakan ajah.kalau kau lagi pingin kan sat.emang rasanya kalau lagi pingin itu ngak bisa ditahan.sudah aku idah faham sat,"ujar onal
__ADS_1
"ngak kok bang,aku hanya kasihan sama icha.icha akhir akhir ini sering susah tidur,kalau ngak ada aku disampingnya."ujar satria yang makin cemas
"alasan kamu ajah sat,kamu maukan mesra mesraan sama icha kan."uja tian
"aku beneran bang,aku ngak bohong bang.icha itu sering susah tidur kalau ngak nyium bau ketiakku." ujar satria membuat kedua sahabanya ketawa
"kemarin,aku balik rumah jam satu malam. ichanya belum tidur masih menunggu aku pulang karena icha ngak bisa tidur,kalau ngak nyium bau ketiakku."sambung satria
"aneh bangat perubahan istrimu sat,ya udah kau balik rumahmu sana."ujar tian
"aku janji bang,kalau istriku udah tidur.aku balik lagi piket kok."ujar satria
"awas ajah, kau ikut ketiduran juga.akan aku susul kau."ujar tian
"ngak kok bang.aku pergi dulu bang."ujar satria
icha pov
jam menujukan 00.00
icha bolak balik memutarkan tubuhnya mencari posisi tidur yang nyaman tetap ajah icha ngak bisa tidur.tiba tiba bunyi suara pintu dan satria pun pulang.
"assalammulaikum."ujar satria ketika tiba dirumah sambil membuka pintu rumahnya.
satria memiliki kunci cadangan pintu rumah mereka.icha yang lagi dikamar mendengar suara satria.icha berjalan menuju satria.
"waalaikum salam bang."ujar icha menyalimi tangan satria dan memeluk satria.
__ADS_1
wajah icha kelihatan bahagia ketika satria pulang kerumah.
"kenapa kamu belum tidur sayang,ini udah tengah malam sayang."ujar satria mengajak icha melangkah menujuh kamar mereka.
"ngak tau,aku ngak bisa tidur bang.aku udah memaksakan mata ini untuk tertutup tapi tetap ajah susah tidur bang."ujar icha
"kenapa abang balik kerumah bukannya abang lagi piket."ujar icha
mereka duduk diatas kasur dan saling bertatapan. satria membaringkan icha diatas kasur.
"abang pulang karna abang yakin,istri abang ngak bisa tidur kalau ngak ada abang disampingnya."ujar satria sambil berbating disamping icha.
icha tersenyum dan icha langsung memeluk tubuh satria yang berbaring disampinya.
"aku kangen dengan pelukan abang.aku ingin tidur dipeluk abang dan mencium bau ketiaknya abang."ujar icha dengan suara manja.
"ya udah sekarang sayang tidur ya.abang akan temani sayang tidur."ujar satria
icha mengatur tidurnya memeluk satria dan bersembunyi diketiaknya satria
"abang trimaksih ya,selalu mengerti mauku dan keinginanku.aku sebenarnya ngak tau akhir akhir ini kenapa aku ngak mau lepas dari pelukannya abang dan aku selalu kangen dengan bau ketiaknya abang dan aku maunya abang manjain aku."ujar icha menatap dagu satria dan satria hanya tersemyum
"sudah tidur ajah.abang harus balik piket."ujar satria.
hanya dengan sepuluh menit icha tertidur dipelukan satria dan wajah icha bersembunyi diketiaknya satria.
setelah melihat icha tertidur nyenyak.satria pun kembali ke pos untuk melanjutkan piketnya.
__ADS_1