Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Balik


__ADS_3

Empat hari kemudian


icha sudah diperbolehkan pulang tetapi ngak bisa bersama anak mereka karena anak mereka harus berada dalam ingkubator.icha dijemput oleh kedua orangtuanya satria dan satria ngak bisa menjemput icha karena satria lagi sibuk karena dua hari lagi satria harus pergi satgas.


diwaktu istirahat satria balik rumah,makan siang dirumah dan seklian melihat keadaan icha.


"assalammulaikum,"ujar satria yang langsung masuk kedalam rumah.


satria melihat icha lagi duduk diatas kasur mempersiapkan perlengkapan satria untuk satgas dua hari lagi dan icha menyalimi tangan satria.


"waalaikum salam."ujar icha yang berada dikamar sambil melipat baju satria dan dimasukan kedalam ransel.


"sayang lagi ngaapain??ibu sama bapak kemana???"ujar satria menghampiri icha dan mencium pipi icha


satria duduk dibelakangnya icha dan sambil melihat icha mempersiapkan perlengkapan satria untuk satgas.

__ADS_1


"ibu sama bapak berada dirumah sakit,mereka gantian jagain anak kita."ujar icha terus pelipat baju.


"gimana keadaan sayang ???"ujar satria memeluk icha dari belakang dan mencium bahu icha


"alhamdulilah udah membaik bang,abang pasti lapar kan.ayuk makan dan aku siapkan makanan."ujar icha sambil memutar tubuhnya menatap satria.


satria terus meluk icha dan menyandarkan kepalanya didada icha.icha memeluk kepala satria dan mengusap usap kepala satria.


"abang kenapa??kenapa abang tiba tiba manja kayak gini??"ujar icha sambil mencium punggung rambut satria.


"kiita bertiga ngak bisa berkumpul dan ngak bisa bersama lagi.kita akan berpisah berbulan bulan sayang.sejujurnya abang ingin menjadi suami dan sosok ayah siaga yang bisa memberikan kalian perhatian yang full."ujar satria dan icha mengusap pipi satria karena berada didadanya icha.


icha kaget pipi satria berair dan icha pun mengusap air mata satria.


"kenapa abang menangis,abang jangan sedih dong.diperbatasan indonesia rakyat indonesia ini membutuhkan bantuan abang."ujar icha sambil menepuk nempuk pipinya satria

__ADS_1


"icha juga faham dan icha juga mengerti semua isi hati abang tanpa abang ceritakannya kepada icha.jujur bang, icha pun pingin kayak wanita diluar sana tetapi icha sadar icha beda dengan para istri istri diluar sana yang suaminya bukan abdi negara."ujar icha


"mereka bisa menikmati hidup bersama pasangan mereka kapanpun mereka mau tetapi icha memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai persit.icha harus mendorong dan mengsuport suami icha untuk kemedan juang. walaupun sebenarnya icha tidak sanggup berpisah dari abang tetapi icha sadar suami icha adalah seorang prajurit yang memiliki tugas dan kewajiban untuk negara ini."ujar icha


"abang sedih harus berpisah dari istri abang yang masih dalam proses pemulihan.apalagi istri abang ini baru ajah lahiran anak pertama kami dan apalagi my baby boy muhammad ikhsan yang masih dalam ingkubator.maafkan abang ngak bisa menemani kalian berdua,diwaktu seperti ini."ujar satria yang mencium dada icha sambil menangis


"sudah jangan cengeng lagi bang,abang udah jadi ayah pakai acara nangis pula.ingat abang udah jadi ayah,masasih harus jadi ayah yang cengeng.bukanya abang selalu berkata pada icha,kalau icha itu persit cengeng dan sekarang udah gantian abang yang cengeng.sudah,jangan nangis lagi,kasiha pakai icha sudah basah karena air mata abang."ujar icha dan satria mengangkat kepalanya dari dada icha.


"ya ampun sayang,sayang ngak boleh kah,sayang romantis dikit,abang hanya ingin manja manjaan sama sayang tetapi sayang malah membuat semua menjadi lelucuan."ujar satria sambil menatap wajah icha dan sambil mengusap air matanya.


"ngapain romantisan,kalau perut abang udah bunyi.bunyi tanda,abang udah kelaparan dan cacing dalam perut abang udah teriak teriak laper."ujar icha yang menarik satria kemeja makan untuk makan siang.


mereka pun makan siang dan masih seperti biasa makan siang ngak ada percakapan yang dibahas.


selasai makan satria balik kantor mengerjakan berkas berkasnya sebelum pergi satgas RI PNG,dua hari lagi.

__ADS_1


__ADS_2