Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
kebencian


__ADS_3

semua berada diruangan satria dirawat.satria pun sudah siuman.


"kamu udah siuman nak."ujar ibunya satria yang berdiri disamping bed satria berbaring


"kenapa aku disini bu?ichanya mana bu?aku ingin bicara sama icha."ujar satria kepada ibunya


"aku disini sat,mau mengatakan apa sat??"ujar icha yang berdiri didepan pintu ruangan satria dirawat dan icha menghampiri satria


"aku mohon padamu janganlah kau mengugat cerai."ujar satria menggenggam tangan icha


"sudahlah kau memikirkan itu sat,kau fikirkan ajah kesehatanmu."ujar icha sambil tersenyum


"aku akan sembuh,kalau kamu membatalkan niat ingin bercerai dariku.aku begini karena aku takut berpisah darimu icha."ujar satria mencium tangan icha.


"kenapa juga abang mohon dan meminta icha untuk ngak menceraikan abang.lebih baik abang pisah ajah sama wanita yang ingin bahagia disaat abang menderita."ujar sintia yang baru ajah tiba bersama ikhsan anak pertamanya icha sama satria.


"ayah,gimana keadaan ayah?"ujar ikhsan yang duduk disamping satria


"bunda kangen bangat sama abang dan bagaimana kabarmu nak??"ujar icha sambil memeluk ikhsan tapi ikhsan mendorong icha sampai jatuh.


"ngapain bunda kesini??aku benci bunda dan aku ngak mau lihat bunda lagi."ujar iksan menatap icha dengan wajah yang penuh kebencian dan iman membantu icha berdiri.


"ikhsan,kamu ngak boleh bersikap kasar kayak gitu.apalagi sama bunda sendiri dan surga ikhsan itu berada ditelapak kaki bunda loh nak."ujar iman menjelaskan ke ikhsan

__ADS_1


"icha itu pantas mendapat perlakuan kayak gitu dari anak anaknya karena icha lebih mementingkan egonya daripada masa depan anak anaknya."ujar sintia yang membuat icha emosi.


"tutup mulutmu sintia.selama ini,aku diam karena aku menghargaimu sebagai adik iparku.janganlah kau hidupkan api yang membuat anak anakku membenciku. aku ngak egois tapi aku mengikuti kata hatiku.kalau aku egois,aku ngak mungkin menjenguk abangmu dan aku ngak mungkin menunda pengajuan ceraiku.aku menunda pengajuan cerai karena satria lagi sakit."ujar icha


"aku bukan orang yang egois kayak satria.waktu aku sakit dirumah sakit ini.satria tau,kalau aku ngak ada sak saudaraku dikota ini dan hanya ada suami sama anak anakku dikota ini tapi aku aku diperdulikan."sambung icha


"aku dirawat dirumah sakit ini, kayak hidup sebatang kara.itu semua karena keegoisan satria,seminggu aku dirawat dirumah sakit ini ngak pernah anak anak sama suamiku menjenguk atau merawatku.aku yang seharusya marah bukan kau sintia."sambung icha dengan sangat emosi


"sintia ngak boleh bersikap kayak gitu sama icha. sintia ngak ngak faham,gimana rasanya didalam rumah tangga ada orang ketiga.mbak mengerti hatimu icha,kesalahan ada pada satria. kenapa satria harus percaya sama tia, wanita perusak rumah tangga orang."ujar satriana kakaknya satria dan sintia


"kenapa mbak satriana memihak sama wanita ini."ujar sintia


"mbak ngak memihak icha ataupun sama kamu. mbak mengerti perasaan icha karena hal yang menyakitkan, jika satria yang sudah 8 tahun berumah tangga sama icha tapi satria ngak percaya sama icha dan lebih percaya sama tia.tia wanita gila dan wanita perusak rumah tangga orang."ujar satriana.


"mbak satriana,ini gimana sih??kemarin waktu diNTT mbak sangat marah sama icha dan kenapa mbak sekarang berubah kayak gini."ujar sintia yang sangat kesal sama satriana


" saat itu mbak sadar,kalau tia wanita ngak benar dan ngak baik.mbak juga ngerti,gimana perasaan icha. icha berhak marah sama satria dan sintia ngak boleh marah sama icha.apa sih yang membuat sintia marah sama icha???kenapa sintia marah sama icha??"ujar satriana


"aku marah karena iman melupakan tugasnya sebagai suami, dan karena icha,iman memperlakukanku sangat buruk.aku yang ngak pernah berbuat kesalahan apapun.kenapa aku yang diperlakukan ngak baik oleh suamiku??"ujar sintia


"kau ingin tau kenapa aku memperlakukanmu kasar, tanyakan pada abangmu,kenapa abangmu itu memperlakukan mbakku dengan sangat buruk?? kau juga mengatakan, kalau kamu,melakukan kesalah."ujar iman


"sama dong,mbakku juga ngak melakukan kesalahan, kenapa abangmu menyiksa mbakku??kenapa?"sambung iman yang juga berada diruangan satria dirawat

__ADS_1


iman sangat emosi menatap satria dan sintia pun terdiam.


"maafkan bunda nak,bunda harus bercerai sama ayah.entah abang mau marah ataupun membenci bunda,bunda terima nak tapi suatu hari nanti abang akan faham perasaan bunda saat ini.bunda ngak bisa ceritain,apa yang bunda rasakan saat ini karena abang ngak akan pernah ngerti,abang masih kecil dan belum faham sama hal yang kayak gini."ujar icha


"kenapa abang ngak faham,abangkan sudah gede bun,abang sudah 7 tahun bunda.kalau bunda mau bercerai dari ayah.abang sam adik adik akan tinggal sama ayah.kami ngak mau tinggal sama bunda."ujar ikhsan yang sangat emosi dengan nada suara ikhsan yang tinggi


"ngak papa nak,kalau kalian mau ikut ayah.silahkan tapi ketahuilah nak.seorang ibu bisa merawat seribu anak meski tanpa sosok suami karena ibu bisa jadi seorang ibu dan bisa jadi seorang ayah tapi seorang ayah ngak akan bisa merawat seribu anak tanpa sosok seorang istri karena sosok ayah hanya mampu menjadi seorang ayah dan ngak mungkin jadi sosok seorang ibu."ujar icha membuat semua terdiam dan membuat sintia emosi.


"kata katamu sangat sombong icha.kau berkata sombong karena kau sudah sukses kan.ingat icha kau bisa sukses karena abangku.abangku yang menemanimu dari bawah dan ini balasanmu."ujar sintia


"disaat kau sukses kau campakan abangku begitu ajaH,dasar kau wanita murahan dan menjijikan."sambung sintia yang membuat ibunya menampar sintia membuat semua kaget dan terdiam


"jaga cara bicaramu sintia,sintia sudah terbanyak bicara sampai katakatamu sudah ngak bisa kau saring.kau masih taukan cara bicara yang sopan sama orang yang lebih tua.icha itu kaka iparmu dan icha lebih tua darimu nak."ujar ibunya mereka


"bu wilda maafkan kami,kami sudah terlanjur sakit hati dan satria beritahu kami berapa uang yang kau habiskan menguliahkan icha.kami akan kembalikan uangnya."ujar lia


"kami dulu pernah meminta icha untuk kuliah,nanti kami yang bayarin tapi icha ngak mau dan alhamdulilah icha sekarang sudah sukses.itu berkat satria dan kami akan kembalikan semua uangnya satria."ujar lia tantenya icha dengan sangat emosi


"sintia,ibu fikir kamu menantu yang baik dan sopan tapi ibu salah.ibu sangat kecewa sama kamu,pantas ajah iman mau menceraikanmu ternyata sikapmu kayak gini.kalian semua harus ingat icha itu orangnya sangat baik.maka dari itu kami sangat menyayangi icha kayak anak sendiri."sambung lia tantenya icha,istri dari pamanya icha dan ibunya iman sekaligus ibu mertuanya sintia.


"satria kau hitung berapa uang yang kau keluarkan untuk icha.kami akan kembalikan."ujar sudirman pamanya icha.


icha menangis terharu dengan kata kata tante sama pamanya itu.

__ADS_1


"satria,perceraian kita akan tetap berlanjut."ujar icha.


pamanya icha menghampiri icha dan pamanya icha mengajak icha pergi meninggalkan ruangan satria dirawat.mereka pergi saling bergandeng tangan dan pergi meninggalkan ruangan satria dirawat.


__ADS_2