
Seminggu lagi satria pergi satgas RI PNG,satria mengadakan acara tujuh bulan kandungan icha.icha sama satria mengadakan acaranya dikampung keluarga icha yang berada dibatudaa.
acaranya hanya ada keluarga satria dan keluarganya icha.kedua orangtua icha yang dari manado juga menghadirinya dan kedua orantuanya satria yang dari NTT juga hadir.
acara tujuh bulan mengunakan adat gorontalo karena icha asli gorontalo tapi icha dibesarkan dikota manado dan setelah acara selesai icha.kedua orangtua icha sama satria ngobrol diruang tamu dirumah neneknya icha.
"satria,ibu dengar,kamu akan pergi satgas diperbatasan indonesia sama papua nugini (RI PNG) ya."ujar wilda ibunya satria
"iya bu,satria dipanggil ibu pertiwi untuk satgas."ujar satria dengan wajah sedih.
"kalau kamu satgas,ibu akan bersama icha dirumah kalian.kasihan icha lagi hamil dan kalau nantinya icha sakit perut pas lahiran.ada ibu bersama icha."ujar mira ibunya icha
"ngak bu,lebih baik ibu balik ke manado aja. dimanado adik adik juga membutuh ibu."ujar icha
"sayang ada betulnya apa kata ibu.kalau nantinya kamu sakit perut dan lahiran dimalam hari.ada ibu yang bisa membantu sayang."ujar satria
"aku faham kekawahtiran kalian sama keadaan icha tapi icha juga harus bisa hidup sendiri dan mandiri.adik adikku juga membutuh ibu."ujar icha
"tapi sayang kan lagi hamil,ngak papa ibu disini menjaga kamu sampai kamu lahiran"ujar mira
"ngak bu,aku mau mandiri bu.aku ingin merasakan mengurus anak sendiri."ujar icha
"tapi nak kamu ngak akan bisa mandiri.ini anak pertama kalian dan cucu pertama kami.kamu masih belum faham merawat anak.apalagi kamu masih disibukan dengan tugas tugas kampus."ujar ibunya satria
"icha mengerti bu tapi icha hanya ingin kaya ibuku dan ibu mertuku.ibu ibu bisa mengurus anak sendiri tanpa bantuan keluarga."ujar icha
"tapi nak."ujar ibunya icha terhenti karena icha memotong pembicaraan ibunya.
__ADS_1
"bu waktu aku dilahirkan,ibu merawat aku sendirikan tanpa bantuan nenek.aku juga ingin kayak gitu bu."ujar icha menatap wajah mira ibunya icha
"maksud ibumu bukan begitu nak.masalahnya kamu itu masih sibuk ngampus dan ini anak pertama.kamu masih belum faham mengurus anak."ujar wilda ibunya satria
"ibu kan juga seorang persitkan.waktu ibu lahirin mbak satriana, ayah juga saat itu lagi satgas ke aceh kan bun.ibu bisa merawat mbak satriana sendiri tanpa bantuan nenek mertua kan"ujar icha
"tapi sayang,abang kurang yakin,kamu bisa mandiri.abang takut kamu kenapa kenapa sayang.apalagi kamu juga masih sibuk kuliah dan kamu juga harus sibuk mengurus anak sendirian.disaat kamu juga baru lahiran anak kita."ujar satria dan raut wajah icha berubah kesal karena perktaan satria
"pokonya aku ingin hidup mandiri dan menggurus anakku sendiri."ujar icha langsung masuk ke dalam kamar.
kedua orangtua icha sama satria ngak bisa apa apa.jika itu udah keputusannya icha.
Selasai acara,satria sama icha balik kerumah mereka yang diasrama.sesampai dirumah mereka,icha langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya .
"sayang cobalah difikir fikir lagi.apa yang ibumu katakan.kamu kan lagi hamil tua dan ngak lama lagi lahiran.kalau kamu sakit perut dan mau lahiran dimalam hari.siapa yang akan membantumu sayang??ngak ada yang bisa membantu kamu."ujar satria
"sayang ngak baik loh,suami lagi ngobrol dan sayang membelakangi abang.apalagi abang ini suamimu sayang.sayang suka dapat dosa,apalagi surga istri ada pada suami jadi surga sayang ada pada abang dan ingat dosa loh sayang."ujar satria memeluk icha dari belakang
"ayolah sayang, jangan marah sama abang.sayang ngak baik marah sama suami lebih dari sehari loh sayang.sayang ngak takut dosa ya."ujar satria dan icha ngak merespon perktaan satria.
icha malah menangis dan masih membelakangi satria.
"kenapa sayang menangis??abang minta maaf,kalau abang salah.sayang janganlah menangis,abang lebih sedih dari sayang.kalau sayang menangis kayak gini.abangkan hanya memberi tahu sayang,kalau sayang ngak mau,ya ngak papa"ujar satria yang memutar tubuh icha agar bisa hadap hadapan.satria memeluk icha
"kamu kenapa menangis sayang??janganlah cengeng kayak gini dan masa sih udah mau jadi ibu kok nangis."ujar satria
"aku kesal sama abang,masa sih abang ngak percaya sama aku.kata abang,abang ngak yakin, kalau aku bisa jagain anak kita."ujar icha dengan suara terbata banta sambil menangis dan sambil membalikan tubuhnya menatap satria.
__ADS_1
satria langsung memeluk icha dan menenangkan icha agar ngak nangis lagi.
" sebenarnya bukan kayak gitu,maksud abang tapi abang hanya ngak ingin sayang sama anak kita kenapa kenapa.abang takut kalian kenapa kenapa,disaat abang lagi satgas bang."ujar satria
"abang udah ngak cinta lagi kan sama icha, maka abang ngak percaya, kalau icha bisa merawat anak kita."ujar icha sambil nangis
"abang sangat sayang bangat sma icha,istri abang yang cantik ini.saking sayangnya abang,abang takut terjadi apa apa sama sayang ataupun anak kita.lebih baik kan,ada orangtua yang bisa membantu sayang, merawat bayi kita."ujar satria yang menatap wajah icha
"ngak mau,aku ingin merawat bayi kita sendiri tanpa bantuan orangtua."ujar icha yang terus menangis
"ya sudah, kalau itu emang mau sayang,sayang jangan nangis lagi ya.abang ngak mau lihat sayang nangis kayak gini."ujar satria dan icha kembali memeluk satria dengan sangat erat.
icha memeluk satria,icha merasan sesuatu punya satria bangun dan terasa keras.
"bang seprtinya boy abang bangun.sudah sangat keras pula."ujar icha melepas pelukanya dari satria dan menatap wajah satria.
satria senyum menujukan giginya yang diratakan.mereka berdua ketawa bareng.
"iya sayang,sayang dari tadi,udah buat nafsu abang naik. sayang peluk peluk abang terus sih.ini kan salah sayang.tanggung jawab loh sayang.adiknya abang bangun loh sayang."ujar satria dengan wajah memohon sama icha
"ngak ah.aku cape seharian dari pagi diacara 7 bulanan kandunganku "ujar icha
"ayolah sayang.sayang ngak kasihan sama abang.seminggu lagi abang pergi satgas dan sembilan bulan lebih.abang harus puasa loh sayang."ujar satria sambil senyum dan menggangkat kedua alisnya menatap wajah icha.
"ya sudah,kita ambil wuduh dulu dan kita sholat dua rakaat bang."ujar icha sambil berdiri dari kasur
mereka mengambil wuduh, sholat dua rakaat dan selesai sholat mereka main lagi.
__ADS_1