
Setelah beberapa bulan satria satgas RI TIMOR LESTE (RDTL).semua persit menjemput prajuritnya pulang tugas dan pada saat itu icha ngak bisa menyambut satria karena sehari sebelum satria pulang satgas.
icha melahirkan anak ketiganya.selesai acara penyambutan satria langsung kerumah sakit menemui icha.saat satria kerumah sakit,satria ketemu sama iban yang berada diruangan icha dirawat.
"assalammulaikum."ujar satria sambil membuka pintu ruangan icha dirawat dan satria melihat iban berada diruangan icha dirawat
"walaikum salam."ujar icha sama iban berbarengan dan iban kaget melihat satria.
wajah iban berubah ketakutan,iban takut nantinya satria salah faham dan marah marah sama icha.wajah satria kelihatan emosi.
"abang sudah pulang ya,maafin aku ngak bisa menyambut abang."ujar icha menyalimi tangan satria
"ngapain kau kesini?kau itu harus jauhi istriku.kau tau icha itu istriku dan kenapa kau mendekat istriku?"ujar satria dengan emosi.
"ijin,maaf kan aku,aku kesini hanya ingin menjaga istrinya komandan,selama komandan pergi tugas."ujar iban
"icha,kenapa sih kau mau dibantu sama laki laki ini. kau istriku dan kau tau kan aku lagi pergi satgas. kenapa kau mau didekati sama leaki ini? semua memberitahuku, kalau selama aku tugas, laki laki ini memberi perhatian lebih sama kamu."ujar satria dengan raut wajah yang sangat emosi
"iijn,ini bukan salah ibu.ini slahku,siap salah komandan.kalau aku sudah dekat dekat sama istrinya komandan tapi jujur aku ngak punya niat jahat dan aku sudah merelakan icha untuk komandan."ujar iban
"ijin,aku sadar cinta ibu hanya untuk komandan dan mungkin cintaku ngak harus memilikinya karena cinta yang sesungguhnya.ketika kita melihat orang yang kita sayang bahagia,walau pun kebahagiannya bukan bersamaku."sambung iban menjelasakan semuanya sama satria
"alah,sudah jangan bohong.aku tau isi hatimu.kalau kau masih mengharapkan icha kembali padamu dan kalian bisa bahagia bersama kan?"ujar satria dengan mata melotot penuh emosi.
"ijin,tapi itu dulu komandan dan aku saat ini telah merelakan ibu icha bersama komandan"ujar iban
"sudah katakan ajah iban,aku akan kasih ijin dan merelakan icha bersamamu."ujar satria dengan suara yang mulai mewak
"ijin,apa yang komandan maksud ??ku mohon jangan segampang itu komandan merelakan ibu demi aku.apa komandan ngak merasa kehilangan,ketika wanita yang komandan perjuangkan harus komandan relakan dengan segampang itu."ujar iban dengan perasaan bersalah
"aku ngak masalah iban,aku merelakanmu untuk bisa akrab lagi dama istriku.walau kau harus jadi"ujar satria dengan raut wajah yang serius dan membuat icha menangis
"aku ngak mau sayang,aku loh baru ajah lahiran anak ke tiga kita dan kini kau merelakanku demi iban."ujar icha dengan suara mewek
"ijin,komandan janganlah komandan bersikap seperti itu.coba komandan lihat betapa sedihnya ibu, ketika komandan harus merelakan ibu icha padaku.siap salah komandan"ujar iban yang kelihatan bersalah bangat apalagi iban melihat icha menangis histeris
"sudah iban,aku udah merelakan icha dan biarlah kau menjadi saudaraa angkat istriku."ujar satria.
__ADS_1
icha yang tadinya menangis berubah tertawa dan satria yang tadinya marah berubah tersenyum.iban yang tadinya merasa bersalah bisa bernafas dengan legah ternyata satria hanya bercanda.
"ijin,aku fikir komandan benar benar mau merelakan ibu icha dan komandan benar benar marah.kalau aku dekat dekat sama ibu icha."ujar iban sambil mengusap usap dadanya
"aku ngak akan pernah marah sama kamu lagi karena berkat kau sudah membantu istri sama anak anakku ketika aku lagi pergi satgas.aku seharusnya mengucapkan trimakasih karena kau sudah menjadikan istriku saudara angkatmu dan terimakasih kau sudah memaafkan kesalahan istriku.aku juga saat ini, ingin memohon maaf karena aku sudah merebut icha dari kau."ujar satria berjabat tangan dan berpelukan sama iban
"ijin,siap salah,aku juga memohon maaf,aku sudah menjadi orang ketiga didalam rumah tangga komandan sama ibu.mungkin ibu bukan jodohku tapi ibu adalah jodohnya komandan."ujar iban yang masih merangkul bahu satria dan begitupun sama satria merangkul bahu iban.
"aku bahagia bisa melihat kalian akur karena ngak baik saling bermusuhan."ujar icha sambil tersenyum melihat mantan pacar dan suaminya bisa akur.
"selamat siang bu."ujar perawat yang baru ajah masuk keruangan ichayang membawah anak ketiganya icha sama satria yang berjenis kelamin laki laki.
mata iban tiba tiba kepincut sama perawat yang membawah anak icha sama satria
"hey iban, santai ajah melihat perawatnya"ujar satria yang membuat iban kaget dari lamunannya menatap wanita itu.
wajah perawat itu berubah menjadi merah dan malu.
"kalau suka langsung ajah pengajuan iban.ingat umur sudah 30 tahun"ujar icha bercanda
"ijin,ah ibu sama komandan sudah buat perawatnya malu ajah."ujar iban dan suster makin salting.
"santai ajah bro,perawat namanya siapa??dan status mbak cantik apa ya??"ujar iban yang membuat perawat itu salting membuat wajah perawat itu merah bangat.
"nama saya SRI PUTRI ARIANA.aku jomblo."ujat perawat itu malu malu.
icha sama satria senyum senyum mengusilin iban
"adik letingku ini namanya muhammad gibran SH.letingku ini seorang prajurit loh mbak sama kayak aku."ujar satria tersenyum bahagia mengusilin iban.
"mbak mau ngak?? kalau diajak abang ini pengajuan nikah."ujar icha
"iya mbak,apa mbak mau pengajuan nikah bareng aku?"ujar iban dan perawatnya hanya mengangguk angguk dengan malu malu.
"selamat ya let,semoga lancar smapai hari H" ujar satria sambil duduk disamping bed dan satria memeluk icha yang menggendong anak ketiga mereka yang diberinama muhammad ikhsyan.
"ayah sudah pulang ya?"ujar ikhsan dan ikhsania berbarengan yang baru ajah tiba bersama ibu persit yang bernama maya.
__ADS_1
"iya sayang."ujar satria turun dari bed memeluk putra dan putrinya.
"trimakasih banyak bu maya sudah menjaga kedua anak anak saya selama saya dirumah sakit."ujar icha sambil tersenyum
"trimakasih banyak bu,ibu maya sudah menjaga anak anak saya.selama istri saya masuk rumah sakit dan disaat saya lagi pergi satgas."ujar iban sambil senyuman
"ijin,siap.siapa lagi yang bisa membantu ibu?? kalau bukan keluarga yang ada diasrama.bukankah kita tinggal satu asrama dan kita adalah keluarga."ujar maya
"sekali lagi makasih ya bu."ujar satria sambil tersenyum menatap wajah maya dan sambil memeluk kedua anaknya.
"ijin bu,ini calon persit dan insyaallah menjadi anggota persit.mbak ini akan bergabung bareng kita diasrama."ujar icha bercanda membuat iban dan sri jadi malu
"iban akan menikahi wanita ini bu,iban akan segera melakukan pengajuan nikah."ujar satria yang ikut isengin iban
"selamat ya iban.semoga dilancarkan sampai hari H dan akhirnya kau menikah juga.cukup lama kau sendiri"ujar maya
"amin bu."ujar iban dan ariana berbarengan tapi malu malu.
"asik om iban akan menikah."ujar ikhsan dengan senangnya
"ngak baik panggil om sama pak tentara ini.panggil ajah papa dan tante ariana mama."ujar satria membuat iban dan yang lain kaget
"ijin,kok papa sih komandan??."ujar iban
"kan kau adalah saudara angkatku dan anakku adalah anak kalian juga.ariana sama iban, kau mau kan mengganggap anakku,anak kalian juga."ujar satria
"ijin,aku mau"ujar iban
"iya kan sayang."sambung iban membuat ariana malu
"iya aku mau mengganggap anak abang sama mbak icha anak kami juga."ujar ariana
"sayang,suaminya ibu icha adalah komandanya abang dan kalau mau ngobrol sama atasan abang harus mengatakan ijin,mohon ijin barulah sambung apa yang ingin kamu katakan."ujar iban sangat lembut dan sri hanya mengganggukan kepala sambil senyum.
"ijin bu satria,aku juga bisa ngak mengganggap anak ibu sam komandan anak aku juga.bu satria kan tau aku juga belum diberi anak sama allah swt."ujar maya dengan raut wajah sedih.
"ya bisa lah bu,kan ibu sudah merawat anak anak saya pastilah ibu juga bisa menjadi ibu angkat dari anak anakku."ujar icha sambil tersenyum.
__ADS_1
"ijin bu,trimaksih ya bu."ujar maya sambil tersenyum bahagia.