
Diperjalanan balik kerumah orangtuanya satria.icha sama satria naik mobil berdua dan mobil yang dipakai icha sama icha.mobil milik satriana,kaka perempuannya satria.diperjalan pulang satria marah marah sama icha.
"kamu ini kenapa??kenapa kamu akhir akhir ini selalu bikin aku pusing?? dan banyak maunya.kenapa kamu dikit dikit nangis??dikit dikit emosi dan ambekan."ujar satria yang emosi
"aku ngak tau bang.aku juga binggung kenapa aku berubah seperti ini. abang jangalah marahin aku terus.abang udah ngak cinta lagi sama aku??"ujar icha sambil menangis
"tuh kan baru dibilangin udah nangis.icha katakan apa yang lagi kamu rasakan??dan kenapa sikap kamu sangat aneh??aku cape icha menghadapi sikapmu"ujar satria sambil serius menyetir mobil dan icha masih tetap diam sambil nangis.
"aku benar benar cape dengan sikapmu yang selalu berubah ubah icha,kamu akhir akhir ini,kalau itu siang hari kamu malas makan dan malam hari kamu laper.kamu ini kenapa sih??kamu sakit apa??.diajak ke dokter ngak mau.kamu bikin aku kesal ajah tau."ujar satria yang masih serius menyetir mobil
"kamu kenapa ngak ada di gedung,saat diacara pernikahan berlangsung dan kamu kemana??kamu bikin semua orang panik,cariin kamu."ujar satria sambil memarkir mobil didepan rumah orangtua satria.
"aku benci abang,abang udah ngak cinta lagi sama aku."ujar icha sambil icha keluar dari mobil dan sambil nangis berlari kekamar yang berada dilantai dua.
satria ngak memperdulikan icha yang berlari sambil nangis.satria malah bergabung sama kelurganya yang lagi ngumpul diruang tamu.keluarga besar satria binggung kenapa icha pulang pulang nangis.
__ADS_1
"sat,icha kenapa pulang pulang nangis."ujar tantenya satria, namanya wati seorang dokter kandungan
"ngak tau juga,tiba tiba ajah nangis.mungkin icha lagi suka nangis tan.biarin dia tante dan ngak usah perduliin dia."ujar satria dengan raut wajah kesal
"kalian ngak brantem kan sat."ujar pamannya satria namanya jimi yang seorang pak camat
"ngak kok paman.kami baik baik ajah kok.aku juga binggung kenapa icha menangis"ujar satria
"masa sih kalian ngak berantem."ujar neneknya satria
"bodo amat tan,aku udah cape sama sikapnya."ujar satria.
icha berlari menaiki anak tangga.tiba tiba pandangan icha gelap.tubunya icha merasa lemas dan pusing. icha pun jatuh pingsan semua orang kaget melihat icha jatuh pingsan.
"abang satria, mbak icha pingsan."ujar sintia sambil berteriak dengan nada suara yang tinggi.
__ADS_1
satria pun berlari menghampiri icha yang pingsan ngak sadarkan diri.satria langsung memeluk icha yang pingsan.
"sayang,sayang bangun dong.abang mohon sama sayang.bangun dong sayang,maafin abang ya sayang."ujar satria dan satria menggendong icha ke kamar.
semua keluarga satria cemas dengan keadaan icha.Tante satria sibuk memeriksa keadaan icha yang lagi pingsan.semua keluarga satria dan satria menunggu kabar icha diruang tamu.
sintia sama wati yang lagi dikamar memeriksa keadaan icha.setelah beberapa menit.wati sama sintia keluar menuju ruang tamu.
"gimana tan,gimana keadaan istriku."ujar satria dengan wajah panik dan cemas.
"selamat nak,bentar lagi kamu akan menjadi ayah. istri kamu hamil."ujar wati dan semua sangat bahagia.
"alhamdulilah."ujar semua keluarga satria berbarengan yang berada diruang tamu dan semua keluarga satria bahagia mendengar kabar baik
"yes,,akhirnya istriku hamil juga."ujar satria dengan raut wajah senang
__ADS_1
"kandunganya icha udah 7 minggu.TAPI..."ujar wati tantenya satria