Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Ke jakarta


__ADS_3

Setahun kemudian.


Satria sama keluarga kecilnya merayakan lebaran dikampung halamannya satria.sesampainya dibandara, keluarga besar satria yang dikota NTT menjemput keluarga kecilnya satria.iman sama sintia juga ikut lebaran diNTT.


mereka tiba dirumah orangtua satria jam 7 malam, satria lagi duduk diruang tamu bersama keluarganya.icha lagi dikamar menidurkan 3 anak anaknya.


tiba tiba hpnya satria berbunyi,ada yang menelpon dinomor hpnya satria dan yang menelpon satria namanya tercantum leting adi.icha mengangkat telpon karena icha berfikir itu telpon penting.


"hallo satria,kau sudah tiba diNTT ya.kenapa ngak beri kabar sat??aku tuh menunggu kabarmu satria."ucap suara yang terdengar dari hp satria dan suara itu terdengar suara wanita.


icha pun terdiam sambil mengingat ingat suara itu.


"satria kenapa kau ngak berkata sesuatu??aku lagi ngomong loh satria."ujar wanita itu dan suara itu suara wanita yang icha kenal.


ternyata suara itu adalah suaranya tia mantan pacarnya satria yang berada dikota manado.


"kenapa mbak tia??ada keprluan apa ya mbak??"ujar icha yang mulai cemburu


"ngak ada apa apa icha???"ujar tia dan tia memutuskan sambungan telpon itu.


karena mendengar suara tia yang menelpon satria. icha pun mengecek wanya satria dan icha pun melihat ada satu percakapan yang diasripkan.icha pun membuka yang satria asripkan itu ternyata yang tercantum namanya adalah leting adi.


icha membaca percakapan itu,ternyata percakapan itu membuat icha terbakar cemburu dan emosi.satria sama tia mulai percakapan diWA setahun yang lalu. icha ingin marah sama satria tapi ngak enak sama keluarganya satria.


icha hanya bisa menangis didalam kamar.satria pun masuk kamar dan satria binggung melihat icha menangis.


"kamu kenapa sayang??kenapa kamu menangis ada apa??"ujar satria yang ikut duduk diatas kasur yang disamping icha dan satria memeluk icha tapi icha mendorong satria.


icha menatap satria dengan raut wajah yang sangat emosi.


"kamu kenapa sayang??kenapa kamu mendorong abang??ada apa sayang??kenapa sayang menatap abang dengan raut wajah punuh emosi kayaj gitu sih??."ujar satria yang berdiri didepan icha


"abang masih berkomunikasih sama mbak tia."ujar icha dengan nada suara yang pelan agar pentengkaran mereka ngak didengar sama keluarganya satria dan icha menatap wajah satria penuh emosi.


"iya masih,kan mantan bukan musuh.emangnya kenapa sayang??"ujar satria


"emang iya mantan bukan musuh,trus kenapa abang ngak pernah jujur sama aku.kalau abang selalu chat chatan sama mbak tia dan kenapa nama mbak tia disimpan dengan nama leting adi."ujar icha dengan raut wajah yang sangat emosi

__ADS_1


"abang takut kamu cemburu dan marah marah. makanya abang menyimpan nomor telponnya tia dengan nama leting adi dan kamu tau dari mana?? kalau itu nomornya tia."ujar satria dengan raut wajah datar


"aku lihat dihpnya abang,barusan mbak tia nelpon. kata mbak tia, kenapa abang ngak nelpon memberi kabar, kalau sudah tiba disini??"ujar icha


"kapan aku marah abang dekat dekat atau chat chatan sama mantan mantannya abang."sambung icha dengan nada suara sedikit naik


"mungkin ajah kamu berubah pikiran dan marah abang chat chatan sama tia."ujar satria duduk diatas kasur disampingnya icha


"jujur ya bang,iya aku cemburu,abang chat chatan sama wanita lain tapi aku ngak pernah marah abang chat chatan sama siapapun itu.asalkan abang jujur sama aku.apa susahnya sih bang jujur sama aku. tinggal ngomong ajah kok susah.dulu ajah kita berantem karena abang ngak jujur.kenapa abang melakukannya lagi."ujar icha yang mulai menangis


"santai ajah icha,orang abang juga ngak menjalin hubungan sama tia.ngapain juga kamu cemburu dan marah marah ngak jelas."ujar satria berdiri dari kasur dan mengatur tubuhnya berbaring diatas kasur


"abang mengatakan,aku harus bersikap santai. ketika suamiku chat chatan sama wanita lain dan ngak jujur sama aku.apa aku salah marah sama abang? trus abang mengganggap aku itu apa??kalau marah marahku ngak jelas."ujar icha dengan emosi dan menangis histeris


"icha ngapain sih berantem masalah yang ngak penting,lebih baik kau tidur dan penjelasannya besok pagi ajah.aku ngantuk dan lagi pula anak anak sudah tidur.emangnya kamu ngak cape,kita kan habis perjalan jauh."ujar satria dengan santainya.


satria menarik selimut dan memejamkan matanya


"bang aku lagi ngomong,aku butuh penjelasan dan aku ingin masalah ini kita selesaikan sekarang."ujar icha yang benar benar sudah emosi dan icha menarik selimut yang satria pakai.


satria menatap wajah icha dengan raut wajah emosi pula dan satria yang tadinya berbaring kini duduk diatas kasur.


"apa chat chat biasa??chat chat biasa gimana??sampe bayarin tiket pesawat tia ke kota saumlaki dikota abang tugas dan dikota kita tinggal.itu yang dinamakan ngak ada hubungan??"ujar icha dengan raut penuh emosi


"abang bayarin tiket pesawat tia karena tia disiksa sama suaminya.abang kasihan dan abang juga yakin kamu juga kasihan sama tia."ujar satria


"iya aku ngetri abang kasihan sama tia tapi bukan harus bayarin tiket kekota kita tinggal dan abang kasihan sama tia.trus abang ngak kasihan sama aku. aku benar benar kecewa bertubi tubi.masalahnya soal mbak tia,abang ngak pernah jujur sama aku. abang mengambil keputusan sepihak tanpa ijin dan tanpa sepengetahuan aku.abang mengganggap aku itu apa sih?apa aku masih layak jadi istrinya abang atau ngak sih?? benar benar hatiku sakit bang."ujar icha sambil menangis


"kamu jangan lebay.apa yang kau tangisi icha??aku hanya ingin berbuat baik sama tia dan aku juga ngak memiliki hubungan sama tia.ngapain juga aku harus balikan sama wanita yang tukang selingkuh seperti tia.kamu jangan cemburu sama tia"ujar satria


"abang sudah tau,tia tukang selingkuh.pasti suaminya menyiksa mbak tia ada alasanya,abng harus cari tau dulu,kenapa suaminya memperlakukan mbak tia dengan sangat buruk."ujar icha sambil menangis menatap satria yang duduk diatas kasur disamping icha.


"kamu janganlah berprasangka buruk seperti itu icha. kau sudah berpikir buruk soal hubungan rumah tangga mereka."ujar satria menatap icha


"aku ngak berprasangka buruk bang.aku tau dari mbak regina,kalau mbak tia ditinggalkan dan diceraikan oleh suaminya karena tia selingkuhin suaminya."ujar icha


"jangan asal percaya apa kata orang icha.mungkin itu hanya gosip."ujar satria

__ADS_1


"ya sudah terserah abang.aku sudah jelasin tapi abang ngak percaya."ujar icha berdiri dari kasur menuju ruang tamu.


icha meninggalkan satria dikamar dan satria memilih tidur.icha duduk sendiri diruang tamu sambil menangis.semua orang yang ada dirumah itu sudah pada tidur dan icha duduk menangisi sikapnya satria.


"mbak icha kenapa sendirian diruang tamu?? kenapa mbak ngak nyalakan lampu ruang tamu??kenapa mbak belum tidur??mbak lagi ngapain sih??"ujar iman yang ternyata belum tidur.


icha mendengar suara iman,icha langsung mengusap air matanya agar iman ngak tau pertengakaran icha sama satria.


"mbak belum ngantuk dik.kamu juga kenapa belum tidur dik??"ujar icha dengan suara serak habis nangis.


iman menyalakan lampu ruang tamu dan iman duduk disamping icha.


"mbak kenapa??mbak habis nangis ya??ada masalah apa??mbak sama bang satria bertengkar lagi ya?"ujar iman menatap wajah icha.


iman melihat mata icha bengkak dan sembab habis nangis.


"ngak ko dik,mbak sama abang satria baik baik ajah kok dan mbak ngak kenapa kenapa kok dik."ujar icha dengan nada suara serak


"kenapa mata mbak icha sembab,bengkak dan suara mbak serak habis nangis ya."ujar iman yang terus menatap wajah icha


"mata mbak lagi sakit dan mbak lagi ngak enak badan."ujar icha mencoba menutupi masalahnya.


"mbak jangan bohong,aku dengar semua pertengkaraan mbak sama abang satria.kalau mbak ngak sanggup lagi menghadapi semua ini lebih baik mbak pergi dari rumah ini.pergilah kejakarta, orangtua iman udah beli rumah baru dijakarta.ajak anak anak mbak pergi bersama mbak."ujar iman


"cukup penderitaan yang mbak hadapi,mbak selalu setia sama abang satria tapi abang satria selalu bertingkah lagi.aku sebagai adiknya mbak,aku benar benar emosi dan mbak pergilah lebaran kejakarta. orangtuaku pasti bahagia kedatangan mbak sama anak anknya mbak."ujar iman yang menangis yang mengingat iman dengar pertengkaran icha sama satria,


karena kamar iman sama sintia berdampingan sama kamar icha dan satria


"mbak ngak bisa dik,dua hari lagi lebaran dan mbak ngak enak sama mertuanya kita.mertua kita sangat baik mengganggap kita anak sendiri."ujar icha menangis dipundak iman


"karena mereka mengganggap kita anak sendiri pasti mereka akan mengerti. kelakuan anaknya itu,cukup penderitaan mbak dan mbak udah berulang ulang kali memberi bang satria kesempatan tapi bang satria ngak pernah berubah.pergilah mbak sekarang.ini waktu yang tepat untuk mbak pergi, disaat semua orang rumah pada tidur.ajaklah anak anak mbak pergi."ujar iman yang mencoba menghibur icha.


"tapi mbak kan punya tugas juga dik.mbak kan saat ini mengajar di SD N dikota saumlaki.gimana mbak bisa pergi dari satria??"ujar icha yang binggung mau ngapain.


"mbak pergi ajah dulu,kasih kapo sama bang satria untuk beberapa hari.mungkin dengan mbak pergi meninggalkan bang satria.bang satria akan sadar atas kesalahanya itu."ujar iman


"iya juga dik,kamu ada benarnya dik."ujar icha

__ADS_1


"siap siaplah mbak,aku akan antar mbak kebandara."ujar iman sambil mengusap air mata icha dengan jari jarinya.


icha pun pergi meninggalkan rumah mertuanya dan iman pun mengantar icha ke bandara.


__ADS_2