
"Tapi kenapa tan,,"ujar satria
"icha saat ini belum sadarkan diri,keadaan icha sangat lemah.kita harus membawah icha kerumah sakit."ujar wati
semua keluarga satria panik dan segera membawah icha kerumah sakit,ditempat tantenya satria bekerja.
Sesampainya dirumah sakit.satria sama keluarga menunggu diluar ruangan dan satria merasa bersalah udah marah marahin icha.
"satria yang sabar nak,kita harus banyak berdoa"ujar ibunya satria dan satria memeluk ibunya satria sambil menangis
"waktu kami pulang dari acara,satria marah marah sama icha.satria katakan satria cape dan satria kesal dengan sikap icha yang berubah aneh,dikit dikit nangis ngak jelas,dikit dikit ngabek dan ternyata selama ini icha lagi ngidam bu."ujar satria kepada ibunya
"kamu juga ngak salah nak,kamu kan ngak tau kalau sikap icha yang berubah itu lagi ngidam."ujar ibunya satria
"iya sih bu tapi bu seharusnya satria harus sabar menghadapi sikapnya icha dan satria ngak boleh emosi sama icha.satria harus jadi suami yang baik buat icha bukan marah marah sama icha.pasti icha sangat kecewa sama satria bu."ujar satria sambil nangis.
dokter yang memeriksa icha pun keluar dari ruangan.
"dok,gimana keadaan menantuku"ujar hilman ayahnya satria
"keadaan ibu icha udah membaik,kalau mau masuk kedalam berganti gantian ya.saya permisi dulu"ujar dokter
__ADS_1
"trimaksih dok,"ujar satria
satria sama keluarga satria masuk kedalam diruangan icha dirawat.
beberapa menit icha siuman,icha melihat banyak orang dan binggung dengan apa yang terjadi.
"ada apa??apa yang terjadi padaku?? dan aku lagi dimana??"ujar icha sambil berbangun dari tempat tidurnya.
"sayang kamu udah sadar."ujar satria yang menggenggam tangan icha tapi icha menepis tangan satria.
"apa yang terjadi padaku dan kenapa aku berada dirumah sakit.aku ngak sakit parah kan bu."ujar icha ketakutan dan ibunya satria menghampiri icha dan berdiri disampingnya satria
raut wajah icha berubah merah karna icha merasa ingin muntah,icha berlari membawah infus ketoilet dan icha menutup pintu toilet.
keluarga satria yang berada diluar toilet kembali panik.satria mengetuk pintu toilet dan mereka mendengar icha lagi muntah.
"sayang bukain pintu toiletnya dong."ujar satria mengetuk pintu toilet dan raut wajah satria pun berubah cemas dan panik.
"nak bukain dong pintunya,"ujar wilda yang juga menghawatirkan keadaan icha
mereka mendengar didalam toilet suara keras seperti icha terjatuh.satria makin hawatir dan panik.
__ADS_1
satria mendobrak pintu toilet.satria sama keluarga satria kaget melihat icha terjatu dilantai dan pingsang didalam toilet.
hilman memanggil dokter.satria membaringkan icha kembali kebed.penyesalan dan rasa hawatir terlihat jelas diwajahnya satria.
"icha,"ujar satria dan semua kembali panik
satria menggendong icha dan ayah satria memanggil dokter untuk memeriksa keadaan icha.
"sayang yang kuat dong,abang yakin sayang pasti bisa melewati ini semua ini."ujar satria yang cemas
"sabar nak,kamu harus tenang"ujar wilda yang juga menghawatirkan keadaan icha.
"bu,satria ngak kuat melihat istrinya satria seperti ini bu."ujar satria
"iya nak,ibu mengerti tapi kamu juga ngak boleh panik seperti ini.kita harus banyak berdoa sayang. agar istrimu bisa melewati semua ini."ujar wilda yang ngak panik dan wilda menghibur satria yang hawatirkan keadaan icha yang kembali ngak sadarkan diri.
"sayang bangun dong,maafin abang.sayang harus kuat ya dan abang yakin sayang bisa melewatinya."ujar satria sambil menggenggam wajah icha dan satria mencium wajah icha berulang ulang.
satria menangis dan raut wajah satria yang sangat mengahawatirkan keadaan icha.
"satria harus sabar nak."ujar wilda
__ADS_1