Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Auntie


__ADS_3

Flashback off


"apa bang,kau katakan kaka iparku brengset.kau lebih brengeset dan kau lelaki yang ngak tau malu.kau memaksakan istri orang menjadi istrimu dan kau benar benar gila.kau harus ingat cinta abangku buat mbak icha lebih besar daripada cintamu buat mbak icha.abangku selalu membuat mbak icha bahagia.abangku ngak pernah ingin membuat mbak icha menangis.abangku lelaki bertanggung jawab bukan kayak kamu lelaki pejundang yang suka mempermainkan hati wanita."ujar sintia


"***** kau icha,kau menjebakku.kau mencari masalah denganku.kau akan menyesal karena telah memilih suamimu yang pengecut itu, braninya merebut milik orang."ujar iban dengan raut wajah emosi.


perkata iban membuat satria marah dan ingin memukul wajah iban tetapi icha menarik tangan satria.


"bang satria ngak merebutku dari kamu tetapi ini pilihanku karena aku tau kau lelaki brengset yang ngak pantas untuk dicintai dan kau pun ngak pantas memiliki wanita baik seperti adik iparku.sintia wanita baik baik dan kau lelaki buruk yang pernah aku temui."ujar icha


"apa icha,kau katakan aku lelaki buruk,kau itu wanita buruk yang pernah aku temui.aku lagi tugas dihutan sedang bekerja keras memperjuankanmu tetapi kau malah memilih menikah dengan lelaki ini"ujar iban dan jari telunjuknya menuju ke arah satria dengan nada suara tinggi


"jaga ucapanmu terhadap istriku dan jaga batasanmu."ujar satria dengan raut wajah yang sangat emosi dan mencoba sabar demi icha.


"kalian benar benar sangat cocok,perempuanya ngak setia dan lelakinya perebut.kalian juga sama sama munafik.kalian menjebakku agar orang lain melihat kalian seperti malaikat dan aku kelihatan seperti orang buruk atau setannya."ujar iban


"emang iya, kamu setan karena kamu ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan abangku.kamu ingin merebut mbak icha dari abangku.kau lelaki buruk yang pernah aku temui.aku ingin mengakhiri hubungan kita.aku ngak mau lagi menjalin hubungan dengan pria sepertimu." ujar sintia

__ADS_1


"kau fikir aku juga sudih pacaran sama kamu.kamu itu hanya menjadi pelampisanku ajah, ketika aku putus dari icha dan ternyata kau adik iparnya icha."ujar iban


"kau ini seorang prajurit negara tetapi kau melanggar salah satu kewajiban kamu sebagai prajurit.bukan kah salah satu kewajiban prajurit adalah menjunjung tinggi kehormatan wanita tetapi kau memperlakukan wanita dengan sangat buruk."ujar icha dan satria emosi mendekati iban.


"prajurit sejati itu menghargai wanita bukan menyakiti hati wanita dan kau telah menyakiti hati wanita tetapi kau lupa wanita juga yang melahirkanmu.prajurit sejati tidak pengecut dan pecundang kayak kau."ujar satria


"lebih baik kau berhenti mendekati dua wanita wanita yang ada dihadapanmu atau kau ingin mati ditanganku.aku ngak pernah takut sama kamu."sambung satria


"kalau kamu ingin merebut icha dariku.kita bersaing secara sehat.aku ngak akan pernah takut bersaing sama kamu dan aku ngak akan pernah melepaskan icha untukmu.aku udah susah payah merebut dia dari kamu mana mungkin aku akan kasih icha kembali sama kamu."ujar satria yang sangat emosi menatap wajah iban dengan sanga dekat.


iban pun pergi meninggalkan icha,satria sama sintia dikafe itu.ketika iban pergi tangisan sintia pun pecah bersandar dibahunya icha.


"sabar adikku,sudah jangan nangis hanya karena lelaki seperti iban.sudah dong adikku."ujar satria


"kau harus bersyukur sintia.ini adalah jalan yang terbaik."ujar icha


sintia melepas pelukanya dari icha dan sintia memeluk satria.sintia menangis dipelukan abangnya.satria menggangkat wajah adiknya itu dan dihadapkan kewajahnya.mereka saling berhadapan wajah.

__ADS_1


"coba lihat abang,abang ngak suka melihat wajah adik abang yang cantik ini pudar karena menangisi lelaki pengecut seperti iban.mana adik abang yang dulu yang sangat kuat dan tegar menghadapi masalah dengan senyuman.janganlah adik abang rapu hanya karena maslah seperti ini.mana dulu senyum manis adiknya abang.abang ingin lihat senyum manis adiknya abang yang cantik tiada taranya."ujar satria tetapi sintia tetap ngak memberi senyum pada abangnya dan wajah satria berubah cemberut


"bang satria,kalau adik kita ngak senyum, adik kita tak cantik lagi dong.karena yang mbak icha tahu, sintia itu sangat cantik ketika senyum.iya kan bang"ujar icha sambil mendekati sintia sama satria.


"iya loh sayang.adik kita ini sudah ngak cantik lagi karena dia ngak senyum."ujar satria dan wajah sintia pun berubah tersenyum sama satria dan icha.


sintia pun kembali memeluk satria sama icha.mereka bertiga berpelukan.


"nah gitu dong adikku,kamu itu sangat cantik,ketika tersenyum."ujar satria dan sintia melepas pelukan dari satria dan icha.


"itu kan bang,wajah adik kita cantik itu cantik kalau senyum."ujar icha


"trimaksih mbak icha atas rasa sayangnya mbak untuk sintia.sintia bahagia memiliki kaka ipar seperti mbak icha.sintia sayang sama mbak icha"ujar sintia dengan mata sembab dan bengkak habis nangis.


"mbak icha juga bahagia memiliki adik ipar seperti sintia dan kaka juga sayang sama sintia.sintia itu udah mau jadi aunty tapi kok masih sering nangis. sintia ngak malu dilihat sama ponakan sendiri."ujar icha memeluk sintia


" idih ngak malu masa aunty nangis dilihat ponakanya."ujar satria dan mereka bertiga ketawa dan icha membantu menghapus air matanya sintia.

__ADS_1


"sudah..sudah,kita pulang yuk.pasti ibu sama ayah binggung mencari anak anaknya pada kemana. mereka pasti bertanya tanya,kemana anak anak kita,kenapa ngak ada dirumah."ujar icha sambil dirangkul oleh satria


mereka bertiga pergi meninggalkan kafe itu.mereka balik kerumah saling begandeng tangan dan tersenyum.


__ADS_2