
Icha yang sibuk menghidangkan makan dimeja makan.ikhsan ama ikhsania yang duduk dimeja makan.
"bunda besok abang ikut lomba dan bunda harus datang kesekolah abang ya."perktaan ikhsan sambil makan
"iya sayang,bunda akan datang kesekolahnya abang."perktaan icha yang menyuapi ikhsania makan.
"bunda,abang kangen ama mama dan mami."perktaan ikhsan sambil makan
"abang sayang,abang kan lagi makan.kalau lagi makan ngak boleh sabil ngobrol.ayah akan marahin abang,kalau abang makan sambil ngorol.kan ayah sering katakan ama kita.kalau lagi makan ngak boleh ngobrol"perktaan ikhsania yang sambil makan
"assalammulaikum."perktaan satria yang baru saja pulang dinas dan satria masuk rumah menuju meja makan.
"waalaikum salam."perktaan icha ama anak anaknya berbarengan.icha ama anak anaknya menyalimi tangan satria
"ingat nak,kalau lagi makan ngak boleh ngobrol."perktaan satria sambil duduk dimeja makan dan makan bareng.
"itu kan bang sepertinya ithu ayah.abang ngak boleh makan sambil ngobrol."perktaan ikhsania dan meledek ke ikhsan
"udah udah lebihbaik kalian makan ajah dulu.abang ama adik ngak boleh ya saling meledek."perktaan icha yang sambil menghidangkan satria makanan.
"sayang udah makan ngak,kalau belum makan kita makan bareng ya."perktaan satria
"ntar aku makan.aku lagi malas makan."perektan icha
"kalau gitu sayang duduk dan kita makan bareng nanti abang yang suapi sayang.kalau sayang ngak nafsu makan."perktaan satria dan satria menyuapi icha makan.icha malu karena kedua anak anaknya ketawa melihat icha makan disuapin satria
"idih bunda kayak anak kecil ajah minta disuapi ama ayah pula."perkataan ikhsania
"makan yang banyak ya bun,kami ingin melihat bunda sehat lagi dan ngak mual mual lagi."perktaan ikhsan
icha hanya ketwa.ikhsan ama ikhsania selesai makan meninggalkan meja makan dan menonton tv.
setelah selesai makan.ikhsan ama ikhsania yang lagi dikamar mereka menuju masuk kekamar icha ama satria.
icha ama satria yang berbaring sambil berpelukan kaget kedatangan anak anak mereka.
"bunda,ayah.kami tidur bareng bunda ama ayah ya."perktaan kedua anaknya .ikhsan ama ikhsania tidur ditengah tengah satria ama icha.
"ya ampun sayang,kalian datang diwaktu yang tidak tepat tau.ayah ama bunda lagi bermesaraan loh sayang."perktaan satria dengan raut wajah sedih dan ikhsania yang tidur disamping satria memeluk satria
"kenapa ayah sedih.kami juga kangen tidur bareng kayak gini.entar lagi ayah akan pergi satgas dan ayah akan pergi bebulan bulan meninggalkan kami lagi."perktaan ikhsania yang memeluk satria dan satria mencium pipi ikhsania
"ayah bisa ngak menolak,ngak pergi satgas.ayah sering pergi pergi satgas terus dan ayah jarang pulang."perktaan ikhsan
"ngak bisa sayang,itu adalah tugas ayah.ayah adalah seorang prajurit dan tugas ayah menjaga negara ini.ketika ibu pratiwi memanggil ayah maka ayah harus siap menjaga negara ini."perktaan satria
__ADS_1
"ayah boleh ngak kami ikut bareng ayah satgas.kami ngak mau berpisah dari ayah dan kalau kami ngak ikut ama ayah,kami akan kangen bangat ama ayah."perktaan ikhsania yang masih memeluk satria
"kalau ajah diperbolehkan,ayah akan ajak kalian ikut bersama ayah.ayah akan ajak kalian dan ayah ngak mau jauh jauh dari kalian tapi sayang kalian ngak bisa ikut.selama ayah pergi satgas.ayah bakalan kagen bangat ama kalian."perkataan satria
"ayah emang tugas ayah sebagai prajurit itu harus pergi pergi meninggalkan keluarga ya."perktaan ikhsan
"iya sayang.lihat ajah ayah meninggalkan orangtua ayah atau opa ama omanya ikhsan ama ikhsania yang tinggal dikampung NTT dan ayah tinggal di saumlaki bersama kita.walaupun ayah tinggal bersama kita disini tetapi ayah juga harus pergi satgas meninggalkan kita.agar kita juga bisa hidup sederhana dan mandiri tanpa bantuan ayah"perktaan icha sambil memeluk ikhsan
"abang ngak mau ah jadi prajurit seprti ayah."perktaan ikhsan.icha ama satria saling berhadapan dan ketawa
"kenapa abang ngak mau jadi prajurit.jadi prajurit itu adalah pekrjaan yang mulia nak."perktaan icha sambil memluk ikhsan dan mencium pipi ikhsan
"abang ngak mau ninggalin bunda.cukup ayah ajah yang sering ninggalin bunda.kalau abang jadi prajurit seprti ayah, abang juga harus ninggalin bunda dan siapa yang menjaga bunda.super hero siapa yang akan menjaga bunda kalau abang ama ayah pergi tugas menjadi prajurit."perktaan ikhsan sambil memeluk icha karena ikhsan berada disamping icha dan ikhsania berada disampingnya satria.
ikhsan ama ikhsania berada ditengah tengah icha dan satria.
"kenapa abang meski takut ninggalin bunda.kan ada adik yang akan menjaga bunda.ngak apa apa kalau abang jadi prajurit seprti ayah.ada adik yang akan selalu menjaga bunda,disaat abang ama ayah pergi tugas."perktaan ikhsania memutar tubuh menatap keikhsan ama icha
"alhamduliah anak anak bunda ama ayah udah besar. udah sangat perhatian ama bunda.bunda ama ayah bersyukur memiliki anak anak yang sholeh dan sholeha,tampan dan cantik."perktaan icha menangis
"kenapa bunda menangis,apa abang salah berkata kata ya sampai bunda menangis.abang minta maaf ama bunda."perktaan ikhsan
"bunda nangis karena terharu memiliki anak anak yang sangat mencintai bunda.iya kan bun"perktaan satria sambil mengusap usap rambut icha.
"bunda jangan nangis lagi. kan disini ada superheronya bunda dan superheronya bunda lagi bersama bunda.abang sayang bunda ama ayah."perktaan ikhsan mencium pipi icha dan terus memeluk icha dengan sangat erat.
"jadi kalau ayah pergi tugas.ayah ngak perlu hawatir ama keadaan bunda ama adik dong, karena sudah ada superhero kecil yang akan menjaga kedua perempuan ayah yang sangat ayah sayangi."perkataan satria
"ya iyalah ayah tapi kalau ayah udah pulang maka abang kembalikan tugas ayah untuk menjaga kami."perktaan ikhsan.icha ama satria ketwa
"itu mah sama ajah nak.kok jagain bunda ama adik disaat ayah tugas."perktaan satria sambil dilanjutin ketawa
"bang kalau ngak mau jadi prajurit trus cita cita abang apa dong."perktaan icha
"sebenarnya cita cita abang ingin menjadi prajurit sama seprti ayah.kan tugas prajurit menjaga negara ini dan abang juga ingin menjaga negara ini tetapi setelah abang pikir pikir.kalau jadi prajurit itu harus hidup mandiri meninggalkan orangtua.kalau abang pergi tugas dan ayah juga pergi tugas. siapa yang akan menjaga bunda."perkataan ikhsan
"udah bang,adik katakan ke abang.kan ada adik yang akan menjaga bunda."perktaan ikhsania
"abang jangan mikirin bunda,bunda akan aman sayang,bunda kan tinggal diasrama militer dan disini juga ada adik yang akan menjaga bunda.bunda ngak ingin mejadi penghalang.disaat anak bunda ingin menjadi sukses.bunda juga ingin melihat abang bahagia menggapai cita citanya abang."perktaan icha yang terus mencium dan memeluk ikhsan
"tapi bunda,kita ngak selamanya akan tinggal diasrama bun.adik juga suatu hari nanti akan menikah mengikuti suaminya kemana,kayak bunda meninggalkan orangtua bunda mengikuti ayah."perktaan ikhsan yang terus memeluk icha
"bunda pasti bisa ko bang.lihat ajah oma wilda ibu dari ayah.meski ayah ama opa pergi tugas dan cici sintia harus mengikuti paman iman. sekarang oma baik baik ajah meski ngak tinggal dilingkungan asrama militer."perktaan icha
"bunda,oma wilda baik baik ajah, kan ada aunty satriana yang bersama oma.kalau abang ama ayah pergi tugas dan adik udah menikah mengikuti suaminya.siapa yang akan menjaga bunda dan kalau kita udah ngak tinggal diasrama."perktaan ikhsan
__ADS_1
"benar apa kata ikhsan bun,bunda makanya bunda.bunda harus berikan ikhsan ama ikhsania adik.iyakan nak."perktaan satria membuat wajah icha berubah kesal menatap wajah satria
"ayah itu ide yang bagus.bunda harus berikan kami adik,untuk jagain bunda."perktaan ikhsan ama satria ketawa bahagia dan icha kesal
"iya bunda,adik juga ingin punya adik.trus kapan abang ama adik punya adik."perktaan ikhsania
icha benar benar kesal dan satria tertawa bahagia.
"ngak ada adik.bunda jadi sedih."perktaan icha dengan raut wajah sedih
"budah ngak boleh kayak gitu bunda,siapa tau saat ini bunda lagi hamil gimana."perktaan satria dan satria menjulukan lidah meledekin icha
"ngak mungkin bang,abang mulai ngaur terus sih."perktaan icha makin kesal ama satria
satria bangun dari tempat tidur dan menggambil sesuatu dilaci meja yang ada disamping kasur.
satria kembali berbaring disamping ikhsania
"ayah tadi sore belikan tespek.coba sayang cek dulu.siapa tau sayang hamil lagi."perktaan satria memberikan tespek itu ke icha dan icha makin emosi
"ngapain sih,aku ngak hamil loh bang.ngapain tespek ini.orang aku lagi KB kok."perktaan icha dengan raut wajah kesal
"dicek dulu sayang, siapa tau obat KBnya sayang lupa minum sehari,sayang akhir akhir ini abang lihat sering mual mual dan selalu ingin bersama abang. abang keingat dulu pertama sayang ngidamin ikhsan.makanya dicoba dan dicek dulu sayang. siapa tau sayang positif hamil lagi.sayang terakhir dapat haid kapan."perkataan satria
icha pikir pikir dan ingat ingat kalau teryata icha udah dua bulan,icha ngak dapat haid tapi emang biasanya icha sering telat dapat haid sampai 3 bulan.icha mengambil tespek itu.
"ya udah aku cek,kalau ngak hamil gimana."perkataan icha yang masih kesal
"belum dicek juga kok,sayang udah katakan ngak.sayang kapan terakhir dapat haid"perktaan satria
"dua bulan yang lalu tapi emang biasanya aku sering telat dapat haid."perktaan icha dengan raut wajah sedih dan kesal
"siapa tau,kali ini sayang hamil."perktaan satria dengan senyum bahagia menatap wajah icha.
"kalau ngak hamil gimana.??"perkataan icha
"ya kita buat lagi lah."perktaan satria senyum senyum
"ngak ah,kalau begitu aku tidur ajah.anak anak juga udah tidur."perktaan icha
"besok selesai sholat subuh,sayang cek dulu ya."perktaan satria senyum senyum imut
"iya bang.abang tidur ajah."perktaan icha
mereka tertidur.
__ADS_1
icha tidur memeluk ikhsan dan satria tidur memeluk ikhsania.