Suamiku Tentara

Suamiku Tentara
Cobaan


__ADS_3

Tiga hari para suami pergi satgas.pulang kampus icha gantian sama ibunya icha menjaga anaknya yang masih dalam ingkubator.setiap pulang kampus icha mejaga anaknya.


"mbak icha lagi buat tugas kampus ya."ujar sintia yang hari ini menemani icha menjaga ikhsan.


ketika mendengar icha lahiran dan ngak ada satria yang bisa bantu icha merawat ikhsan.sintia memilih tinggal sama icha sempai abangnya satria pulang tugas,sintia akan membantu icha menjaga ikhsan.


"iya dik,banyak tugas dari kampus yang harus mbak kerjakin."ujar icha sambil mengetik laptop


"sabar ya mbak,mbak udah mau menjalani hidup menjadi persitnya abangku dan trimakasih sudah menjadi istri yang sempurnah untuk abangkku.mbak udah mau hidup mandiri tanpa menuntut sesuatu dari abangku"ujar sintia


"iya dik.itulah jalan yang harus mbak terima karena mbak yang memilih menikah sama abang satria maka mbak juga harus siap menjaninya."ujar icha dan hp icha berdering.


icha menggangkat telfonya ternyata regina menelfon icha.regina meminta bantuan icha karena regina sepertinya udah mau lahiran.


"sin,mbak bisa tinggalin kamu disini,sintia bisa jagain ikhsan sendiri dirumah sakit kan.mbak mau ke rumahnya mbak regina dulu.mbak regina membutuh bantuannya mbak icha.mbak regina seprtinya sudah mau lahiran dan kamu pasti taukan nasib kami.bang ronal juga lagi pergi satgas bersama bang satria dan ngak ada yg bisa mbak regina minta bantuan selain mbak icha karena mbak regina dan mbak icha udah kayak saudra kandung yang berada diasrama."ujar icha dengan wajah panik dan hawatir dengan keadaan regina sambil menutup laptop yang icha ketik.


"iya mbak,mbak icha pergi ajah.saya mengerti persahabatan mbak icha sama mbak regina.kasihan juga mbak regina harus lahiran tanpa suami dan sanak saudra disampinya."ujar sintia dengan wajah sedih


"mbak pergi ya,mbak titip jagain ikhsan ya sin."ujar icha sambil senyum memegang bahu sintia


"iya mbak"ujar sintia dengan senyuman menatap icha dan icha pergi meninggalkan sintia


SEsampainya dirumah sakit,icha membawah regina dirumah sakit yang sama,rumah sakit tempat regina dirawat.regina dibawah keruangan bersalin.


dokter memeriksa keadaan regina.setelah meriksa keadaan regina.icha menunggu regina diluar ruangan bersalin


"suami ibu regina putri?"ujar dokter yang baru ajah keluar dari ruangan bersalin.

__ADS_1


"saya keluarganya dok"ujar icha menghampiri dokter


"suaminya bu regina mana bu??ada yang ingin saya jelaskan sama suaminya."ujar dokter dengan raut wajah sedih


"suaminya ibu regina ngak ada dok,suami ibu regina lagi tugas,emang ada apa dok."ujar icha


"kami harus butuh persetujuan suami ibu regina,ada berkas yang harus suami ibu regina tanda tangani"ujar dokter


"emang kenapa dengan mbak regina dan berkas apa yang harus ditanda tangani dok."ujar icha


"keadaan ibu regina makin memburuk,harus ada yang diselamatkan dan hanya salah satu dari mereka berdua yang bisa diselamatkan"ujar dokter


"kok bisa ya dok??saya yang akan menanda tagani berkas itu tapi saya telpon suaminya dulu dok"ujar icha


"saya akan memberitahukan kabar ini pada suaminya karena saya juga harus membutuhkan keputusan dari suaminya dok."ujar icha dengan raut wajah panik dan hawatir dengan keadaan regina sama bayinya regina.


icha menelpon ronal tapi ronal ngak menggangkat telponya.icha menelpon satria dan satria menggangkat telpon icha


"ya ampun sayang.sayang ngak mengucapkan salam dan emangnya kenapa mencari bang ronal??apa kamu tak kangen sama suamimu ini??"ujar satria bercanda


"assalammulaikum sayang,sayang apa ada bang ronal bersamamu,ada yang ingin aku bicarakan sama bang ronal dan ini sangat penting.masalah keselamatan mbak regina."ujar icha dengan raut wajah panik.


"waalaikum slam,iya tunggu sayang.abang cari dulu bang ronalnya.emang kenapa dengan mbak regina??apa yang terjadi pada mbak regina??"ujar satria mencari ronal


"ini bang ronalnya."ujar satria menemukan ronal yang lagi ngobrol sama tian


"iya ada apa icha,tumben kamu mencariku."ujar ronal

__ADS_1


"bang ronal,mbak regina udah mau lahiran tapi bang."ujar icha yang terhenti menangis


"kenapa dik,kenapa dengan istri abang??"ujar ronal berubah panik dan menghawatir keadaan regina.


"bang nal,aku mendapat berkas yang harus di tanda tangani dan saya menelpon abang karena saya meminta persetujuan dari abang ronal.kata dokter harus ada yang diselamatkan antara anaknya abang atau mbak regina.aku takut menandatangani surat ini dan suratnya udah ada padaku bang."ujar icha dengan nada suara menangis.


ronal menangis dan ronal lama menjawab memberi keputusan sama icha.


"sabar bang ronal,ini ujian kita bang,ujian yang datang ketika kita disaat tugas.aku mengerti perasaan abang dan serahkan semua pada allah swt."ujar satria yang terdengar disebrang telpon yang bersama ronal


"iya nal,ini semua ujian.segeralah ambil keputusan jangan kau menangis terus.ambilah keputusan siapa yang ingin kau selmatkan. istrimu atau anakmu diruang bersalin ada dua nyawa yang menunggu keputusanmu."ujar tian yang juga ikut sedih dan tian ikut menghawatirkan kedaan anggi yang juga dalam kedaan hamil muda.


"icha tanda tanganilah berkasnya.selamatkan mbakmu.mungkin belum saatnya abang sama mbakmu memiliki anak."ujar ronal dengan suara menagis


"iya bang,aku akhiri dulu karena dokter harus segera bertindak.yang sabar bang ini adalah cobaan yang harus abang ronal sama mbak regina trima dan ikhlaskan."ujar icha memutuskan sambungan telfon dan icha menada tangani berkas itu


icha memberikan berkas itu kepada dokter yang menangani regina.


satria pov


ronal menangisi,apa yang terjadi pada istrinya.tian sama satria menghibur onal.


"yang sabar bang,sudahlah menangis.mari kita sama sama doakan mbak regina agar oprasinya berjalan dengan lancar dan semoga ada mujizat dari tuhan.insyaallah kedua diduanya selamat."ujar satria


"amin,yang sabar nal,ini cobaan yang harus kita terima disaat kita tugas."ujar tian


"aku sedih tapi istriku lebih sangat sedih kehilangan anak kami.regina lebih terpuruk dariku,ketika regina tau,dia kehilangan anak kami pasti regina sangat sedih.apa lagi disaat saat seperti ini pasti dia sangat membutukanku."ujar ronal yang masih termenung

__ADS_1


"itulah kehidupan yang terjadi pada para prajurit,kita harus menggorbakan perasaan kita demi tugas dan tanggung jawab kita sebagai prajurit.mungkin ini adalah cobaan dari allah swt untuk menguji kesabaran kita.insyaallah suatu saat nanti allah swt akan gantikan kebahagian yang lebih.walaupun saat ini berat untuk abang lalui."ujar satria


"trima kasih satria dan bang tian.trimakasih sudah menjadi teman baikku dan trimakasih sudah menjadi saudara disaat susah maupun senang."ujar ronal dan mereka bertiga berpelukan saling mengguatkan.


__ADS_2