
Dia tidak mungkin sembuh total, tapi bukan berarti akan mati dalam waktu cepat. Itu adalah fakta yang James sampaikan dan sedikit mengganggu pikiran Justin. Bukan karena dia masih mencintai Vanya, akan tetapi dia memikirkan Renaga.
Pria itu menatap interaksi dua wanita yang mengisi hatinya di saat yang berbeda. Sekalipun dengan perlakuan dan perasaan yang berbeda, tetap saja mereka adalah pengisi hati Justin.
Tidak ada kemarahan Agny di sana, tidak ada juga sikap tidak tahu diri Vanya. Mereka kembali dipertemukan, Vanya yang meminta dengan alasan ingin bicara perihal putranya. Ya, wanita itu sadar bahwa hak asuh akan jatuh pada Justin. Sekalipun Vanya sembuh, tidak mungkin akan setiap detik ada di sisi Renaga.
"Akur mereka, Just."
"Ck, kebiasaan ... kau mau apa ke sini?"
Di tengah lamunannya, Justin dikejutkan oleh kehadiran Keny bersama Sonya. Dari penampilannya sudah jelas hendak menjenguk Vanya, terlihat dengan buah segar yang Keny bawa.
"Jenguk Vanya dong, aku sudah lama tidak bertemu denganya ... penasaran gitar spanyol itu sekurus apa," ungkap Keny serius, dia memang penasaran karena dahulu sempat mengenal istri Justin seperti Agny juga.
"Lihat sendiri sana."
"Okay, tapi masih ada Agny di dalam apa tidak masalah?" tanya Keny yang sebenarnya malas Justin jawab, jelas saja iya karena hal itu mengganggu mereka berdua.
"Nanti saja, mereka sedang bicara."
"Hm, baiklah kalau begitu ... oh iya, dia kah Renaga?" tanya Keny dan perhatiannya berpindah pada putra Justin yang sejak tadi diam di sisi sang papa.
Terlihat sama sekali tidak peduli dengan lingkungan. Dia menatap ke arah lain meski tangannya menggenggam jemari Justin. "Duplikat Daddy-nya, kalian benar-benar mirip ... semoga saja tidak psikopat sepertimu, Justin."
"Jaga bicaramu, Ken." Justin mengerutkan dahi, ucapan Keny dia khawatirkan akan terekam jelas di dalam ingatan putranya.
"Aduh maaf, Sonya pegang dulu, Sayang."
Istrinya terkejut kala Keny menyerahkan buah itu padanya. Hampir saja terjatuh, untung saja Sonya cepat menyesuaikan diri. Suaminya ini memang kerap kali melakukan hal di luar dugaan, dia menyebalkan dan sedikit membuat kesabaran Sonya diuji.
"Hai, Naga," sapa Keny kemudian menunduk demi mencari perhatian Renaga.
"I'm not dragon, Uncle."
Senyum Keny redup seketika kala Renaga mendongak dan menatapnya dengan tajam. Bola mata coklat dengan kelopak ganda dan alis serta bulu mata yang persis papanya itu membuat Keny merasa sisi lain Justin ada dalam diri Renaga, terutama caranya marah.
"Umurnya berapa, Just? Dia pintar bahasa inggris?"
__ADS_1
"Mommyku pintar," ucapnya tegas dan menjawab pertanyaan Keny meski bukan dia yang dituju. Jelas saja Justin kagum dengan kemampuan putranya sendiri.
"Tanya padanya," ungkap Justin yang merasa puas sekali melihat cara Renaga menjawabnya.
"Naga um_"
"Aga!! Not Naga, but Aga."
Kampret, dia sangat menyebalkan dan ini benar-benar hasil keringat Justin. Sonya mengerjap pelan dengan senyum yang kini mengembang, calon menantu masa depan sudah terlihat. Sudah tentu Renaga dewasa tidak jauh berbeda dari Justin, dan tentu sangat pantas untuk Giska, pikir Sonya.
"Okay, umur Aga berapa, Sayang?"
"Rahasia, kata Mommy jangan katakan apapun pada orang asing."
Baiklah, Keny menyerah dan dia menatap kesal pada Justin yang kini terkekeh tanpa henti. Selama ini Keny yang membuatnya sakit kepala, kini putranya justru membalaskan dendam sang papa secara tuntas.
"Kenapa berhenti? Katamu mudah akrab dengan anak laki-laki," ungkap Justin mengingatkan ucapan Keny beberapa waktu lalu kala Justin mengeluhkan sikap Renaga padanya.
"Ya, mudah ... kecuali putramu," bisik Keny mengusap wajahnya kasar, baru kenalan dan kesan pertamanya sudah begini.
.
.
Sikap putranya yang begini sebenarnya membuat Justin khawatir. Dia takut akan banyak yang tersinggung, akan tetapi fakta membuktikan Renaga tidak mudah dekat laki-laki dewasa.
Kemarin saja ketika dikunjungi Keyvan dan Khayla, Renaga hanya peduli pada Khayla dan Zavia. Interaksi putranya baik-baik saja, dia bahkan mengalah dan tidak marah ketika Zavia menggigit punggungnya. Akan tetapi, dia membentak Keyvan yang mencoba menggendongnya sebagai permintaan maaf kemarin.
"Daddy," panggil Renaga membuyarkan lamunan Justin, pria itu menunduk dan mencari tahu apa keinginan putranya.
"Mau apa?"
"Mau apel itu, Daddy," ucapnya pelan dan menunjuk keranjang buah yang Sonya pegang, sontak hal itu membuat Justin tertawa sumbang.
"Aga mau apelnya, Sayang?"
"Kau dengar, Sonya?" Justin menoleh dan melihat istri Keny sudah sigap mengeluarkan apel tersebut untuk Renaga, padahal yang dijenguk saja belum mencobanya.
__ADS_1
"Ini ambil, Sayang. Mama memang bawa buat Aga," ucapnya membuat Justin tersedak ludah, entah kerasukan jin apa istri Keny ini.
"Mama?" tanya Renaga menerima apel yang Sonya berikan.
"Iyes, panggil aku Mama."
"Mama? Mama dengkulmu," umpat Justin geli sendiri, jujur saja sejak Keny menikah hingga sekarang dia sebal luar biasa melihat Sonya.
"Makasih, Mama."
"Ah pintar sekali, ya Tuhan paket lengkap anak ini."
"Ehem, maaf, Sonya ... bukan maksud menyinggungmu, tapi kenapa kau meminta Aga memanggilmu Mama?" Dua saja wanita yang berperan sebagai ibu untuk Renaga dia sudah rumit, kini wanita kurang se-ons ini meminta dipanggil Mama juga.
"Hm, supaya Aga terbiasa ... jadi nanti kalau sudah jadi menantuku dia tidak canggung lagi. Benar, 'kan, Honey," ucapnya benar-benar santai dan makin menyebalkan lagi, Keny mengiyakan ucapan istrinya.
"Amit-amit, Ga ... cari jodoh lain saja, Nak." Kalimat yang tidak munhkin Justin ungkapkan secara langsung, tapi dia mengusap ubun-ubun Renaga agar terhindar dari bencana ketika dewasa.
.
.
- To Be Continue -
Hai semuanya, gimana eps hari ini? Sementara nungguin Bang Jus up, mampir dulu ke novel temen othor ya❤
Judul : Cinta Berselimut Luka
Author : Nazwa Talita
Bagaimana jika sikap baik dan penuh perhatian sang suami ternyata adalah sebuah sandiwara untuk menutupi kesalahannya?
Dara Jelita tidak pernah menyangka kalau Raditya Pratama, suami yang sangat dicintainya ternyata menyimpan banyak rahasia. Cinta yang ditunjukkan oleh suaminya ternyata hanyalah sebuah topeng untuk menutupi kebohongan yang selama ini disembunyikannya selama bertahun-tahun.
Akankah Dara tetap bertahan dalam pernikahannya setelah tahu rahasia yang disembunyikan oleh suaminya?
__ADS_1