Sugar Baby Sang Cassanova

Sugar Baby Sang Cassanova
BAB 54 - Seperti Mama


__ADS_3

Sore hari, Justin tidak ingin berlama-lama dan segera pulang ke apartement setelah serangkaian pesta yang cukup melelahkan. Justin mengatakan hanya pesta sederhana, akan tetapi Agny dibuat terkesima bahkan dari sudut manapun pernikahannya dapat dikatakan sangat mewah.


Justin yang juga sepertinya kelelahan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur sementara Agny berusaha melepas gaun yang sedikit menyiksa tubuhnya. Wanita itu tampak kesulitan namun masih berusaha sendiri hingga tangan kekar Justin berusaha membantunya kemudian.


"Kalau kesulitan itu bilang, aku suami kamu sekarang," tutur Justin sangat lembut bahkan Agny berdesir dibuatnya, sebelum ini memang Justin sudah lembut tapi kali ini dia sedikit berbeda.


"Hm, makasih."


Tubuh Agny selega itu kala di tubuhnya hanya menyisakan celana pendek. Dia hendak membersihkan dirinya lebih dulu karena merasa sangat lengket saat ini juga, melihat istrinya hendak melangkah Justin secepat mungkin mengikuti langkah Agny hingga ketika pintu kamar mandi tertutup kepalanya terbentur dan terjadilah tragedi menyakitkan itu.


"Aaaarrrggghhh!!"


"Hah? Apa itu?"


Agny terlalu lelah, dia tidak menyadari jika Justin mengikuti langkahnya. Kembali Agny membuka pintu kamar mandi dan matanya dibuat membola kala melihat Justin saat ini tengah menggosok keningnya bahkan sepertinya sedikit pening.


"Astaga!! Kenapa tidak bilang kalau di belakangku? Aku tidak sadar, ya Tuhan ... sakit?" tanya Agny segera memeriksa kening sang suami lantaran khawatir jika tengkorak Justin retak berpadu dengan pintu sekeras itu.


"Ya sakit lah!! Kepalaku sakit ... aku tidak sanggup berdiri, aaa-aku."


"Justin jangan bercanda!!" Agny semakin panik kala keluar darah dari hidung Justin, pria itu tampaknya belum sadar jika keadannya separah itu.


"Bercanda apa? Hm? Bagian mana yang bercanda, aku sudah seserius ini."

__ADS_1


Justin bingung, padahal dia hanya duduk dan berusaha menyeimbangkan diri. Akan tetapi Agny tiba-tiba panik dan menatap wajahnya dengan sejuta ketakutan.


"Agny kenap_ darah?"


Dia baru sadar kala darah tiba-tiba menetes dari hidungnya. Pria itu mengusap pangkal hidungnya dan benar saja berdarah, cukup banyak dan memang wajar saja jika Agny cemas. Cepat-cepat wanita itu meraih tisue di mejanya, ketakutan jika Justin kenapa-kenapa sama sekali tidak berbohong.


"Bisa berdiri? Pindah ke ranjang jangan tetep di sini," ucap Agny usai mengelap darah di hidung Justin dengan tisue begitu lembut, perlahan-lahan sekali seakan takut sang suami akan merasakan sakitnya.


"Hm."


Justin menjawab singkat, dia berusaha untuk berdiri. Sebenarnya dia mampu, sakitnya juga tidak seberapa hanya saja Agny memeluknya hingga pria itu sengaja seakan memang lemah.


Agny merebahkan tubuh Justin dan melepaskan jasnya. Perhatian Agny tidak lepas dari pandangan Justin hingga pria itu menarik sudut bibir kala istrinya menyeka air mata singkat, terlihat sembunyi-sembunyi tapi itu jelas mengungkapkan jika Agny khawatir padanya.


"Pusing?"


Sebenarnya tidak, tapi reaksi Agny membuat dia menjawab demikian. Justin memejamkan matanya sembari memerhatikan Agny sesekali, wanita itu bahkan memakai baju lebih dulu dan tampaknya mengurungkan niat untuk mandi sore ini.


"Maaf, aku tidak sengaja."


"Iya, kamu kenapa menangis begitu? Hanya mimisan, aku sudah biasa," ucap pria itu dan entah kenapa Agny kian cemas begitu mendengar penuturan Justin jika dia sudah biasa mimisan.


"Biasa? Kamu sakit atau kenapa?"

__ADS_1


"Tidak, kalau terkena benturan begini memang berdarah ... tapi biasanya tidak separah ini, apa mungkin tulang hidungku patah ya?"


Di saat istrinya was-was, Justin membuat keadaan semakin mendebarkan dan rasa bersalah Agny kian besar. Wanita itu menatap hidung bangir Justin dan rasanya tidak mungkin patah, pikirnya.


"Jangan bercanda dong ... kita ke dokter saja kalau begitu?"


"Tidak perlu, kita di sini saja ... dari kecil aku sudah begini, biasanya Mama usap-usap keningnya nanti berhenti sendiri," ucap Justin memancing perhatian Agny hingga hati wanita itu tergerak untuk mengusap pelan kening Justin layaknya balita yang sedang ditidurkan.


"Usap-usap begini?"


Seorang Agny yang muda diperdaya jelas saja melakukan hal itu tanpa bertanya. Dia mengusap pelan kening Justin dan menatap khawatir gulungan tisue yang dijadikan penghalang darah di hidung Justin, tanpa dia ketahui sejak tadi pendarahan di hidung Justin sudah berhenti.


"Iya, begitu ... sambil dipeluk tapi, aku ngantuk sebenarnya," ucap Justin memang terbiasa dikasih hati minta jantung. Akan tetapi, mengingat suaminya saat ini tengah dilanda bencana, Agny menuruti kemauan Justin dan memeluk pria itu tanpa protes walau sedikit merasa aneh.


"Aku sangat mencintai wanita ini ... Mama benar, ternyata wanita yang mengkhawatirkan aku seperti Mama dulu memang ada."


Justin mengingat betul kalimat yang diucapkan mendiang mamanya sebelum pergi. Dia yang semanja itu di waktu kecil membuat mamanya bingung karena Justin mengatakan tidak akan mencintai wanita selain mamanya ketika sudah dewasa.


.


.


.

__ADS_1


- To Be Continue -


Buat yang kangen Mikhayla Evan, aku udah up Bonus Chapter ke 05 di sana, sana gih😙


__ADS_2