
"Langsung saja, Justin ... sebentar lagi kita ada pertemuan bersama perusahaan Kama Group, bisa serius sedikit?"
Dia baru saja datang, dan tiba-tiba meminta seorang Presdir untuk mendengar keluh kesahnya. Aisyah yang merupakan sekretaris Keyvan dibuat bingung ada urusan apa ketiga pria itu, sibuk sekali bahkan Keny harus lari-lari untuk mengikuti rapat dadakan antara mereka.
"Ada apa? Kau punya masalah? Tadi malam kami menunggu hingga larut malam dan kau tidak datang ... kemana kau pergi?"
"Ah iya, maaf aku lupa kalau kalian masih menunggu ... jadi begini, Evan, aku ingin menikah ... secepatnya, dan kau tahu sendiri maksud dan tujuanku jika sudah mengumpulkan kalian, 'bukan?"
"Kau serius? Dia menerima lamaranmu, Justin?"
"Ah iya tentu saja, aku juga bingung kenapa pikirannya secepat itu berubah," ungkap Justin masih membayangkan betapa cepatnya hati Agny merubah keputusannya.
"Biasa, dia masih labil dan sebaiknya cepat nikahi sebelum dia berubah pikiran lagi."
Pengalaman, istri Keyvan juga masih kecil dan memang labilnya luar biasa. Kehendak berubah secepat itu dan biasanya akan dia urungkan jika terlambat dilakukan.
Jika Keyvan tampak bahagia, lain halnya dengan Keny yang sontak pucat pasi mendengar ucapan Justin. Dia yang tadi seperti hendak menelan Justin bulat-bulat kini berubah menjadi ciut dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sudah tentu dia akan menanggung biaya pernikahan Justin, sejak kapan pria itu memberikan segalanya cuma-cuma.
__ADS_1
Menyesal sekali dia ikut masuk, Keny perlahan berdiri dan berniat meninggalkan ruangan Keyvan saat ini juga. Justin datang bukan meminta restu, melainkan dia meminta hal lain dan untuk saat ini Keny tengah dibuat bingung lantaran dana milyaran rupiah tidaklah kecil.
"Eits!! Kau mau kemana? Ini rapat penting, ayolah adikmu ini akan menikah sebentar lagi."
Memang usia mereka sama, hanya berbeda beberapa bulan saja dan Justin dianggap yang paling muda. Dia menekan pundak Keny agar tidak punya kesempatan untuk lari, pria itu menelan salivanya pahit karena kemungkinan besar Justin tidak main-main dan terus mempertahankan haknya.
"Aduh, Just ... pekerjaan_"
"Kau mau aku pecat, Keny? Jangan lupa aku punya wewenang juga di perusahaan Evan, sahamku 35 persen dan aku rasa Evan tidak akan masalah jika aku memecatmu," ancam Justin dengan sorot tajam sedikit kesal lantaran Keny tiba-tiba menghindar darinya.
Kekayaan Justin dan Keyvan memang dapat dikatakan sama. Pria itu akui, Justin tanpa Keyvan akan tetap jadi Justin yang memang sudah kaya sejak lahir. Dia bekerja pada Keyvan hanya demi membuat Keyvan aman, terbiasa sejak SMA melindungi Keyvan hingga terbawa sampai sekarang Keyvan mempunyai anak.
"Ya makanya diam ... jika kau tidak mampu mengeluarkan dana untuk pernikahanku, sama sekali tidak masalah ... kami cukup melakukan pemberkatan sederhana tanpa pesta, kau tenang saja karena calon istriku tidak seperti Sonya," kesal Justin ingin sekali menghajar Keny saat ini juga, dia yang dulu rela mengeluarkan dana hampir 2M hanya untuk kepentingan Keny agar Sonya bahagia, kini Keny justru hendak lari padahal Justin tidak memiliki rencana untuk menikah secara besar-besaran.
"Sudah astaga, Keny juga aneh ... Justin di sini hanya minta kita bertindak sebagai keluarganya, tanpa kita Justin tetap bisa memberikan pesta pernikahan ataupun rumah mewah untuk Agny, Ken."
"Ck, terkecuali kau, Gila ... enak saja, janjimu tetap kutagih, Van."
__ADS_1
Satu unit rumah di sebuah kompleks perumahan mewah di ibu kota pernah Keyvan janjikan untuk Justin jika dia benar-benar menikah. Untuk hal satu ini, Justin tidak akan menganggapnya lunas begitu saja, dia memaklumi jika Keny karena memang tuntutan Sonya yang manja itu luar biasa banyak. Akan tetapi, jika itu Keyvan jelas saja berbeda, harta pria itu tidak akan habis hanya karena membelikan rumah untuk Justin.
"T-tapi Just, kau tahu sendiri Mikhayla harus lanjut kuliah dan biayanya tidak sedikit ... belum lagi mertuaku meminta kami untuk bangun rumah baru, tanah di sana mahal sekali_"
"Ah iya sudah-sudah, aku beli sendiri saja."
Memang sia-sia Justin mengharapkan mereka berdua. Mungkin terlalu kejam jika Justin menekan pria itu, yang jelas dia akan berusaha sendiri karena tampaknya Justin masih mampu, terlebih lagi Agny bukan wanita materialistis seperti Sonya.
"Hahah bercanda, iya nanti aku siapkan rumah untuk kalian berdua ... soal pernikahanmu, aku akan meminta Wibowo agar prosesnya lebih cepat dan tidak perlu pusing nantinya. Tapi ingat, jika kau sudah menikah maka tidak boleh lagi main perempuan, Justin!! Kasihan istrimu," tegas Keyvan karena memang wajah Justin kerap mencurigakan, dia yang menduga jika Justin ke club tadi malam jelas saja berpikir Justin masih sama. Andai saja dia tahu seberapa pintar Agny membuat tujuan pria itu berubah, maka dia akan menarik semua ucapannya saat ini juga.
.
.
.
- To Be Continue -
__ADS_1